Bayi Bermain Air Liur, Ternyata Ada Manfaatnya

Do It Yourself | Selasa, 2 Juli 2019 18:07

Reporter : Mutia Nugraheni

Justru jadi tahapan penting untuk perkembangan oral motoriknya.

Dream - Bibir bayi yang dipenuhi dengan air liur memang membuat kita sebagai orangtua ingin segera membersihkannya. Namun beberapa saat kemudian, si kecil kembali memainkan ludah dan membasahi seluruh pakaiannya.

Hal ini sebenarnya pertanda positif dan kita tak perlu menghentikannya. Biarkan saja bayi bermain dengan air liurnya. Apalagi jika ia menggetarkan bibirnya lalau mengelurarkan suara 'brrrr' dan muncul gelembung liur di bibirnya.

Momen tersebut, seperti dikutip dari Klinikdrtiwi.com, biasanya dimulai sekitar usia 2 bulan. Akan semakin sering dan diikuti bunyi karena getaran bibir baru bisa dilakukannya pada usia sekitar 5 bulan.

Para ahli perkembangan di belahan dunia barat menyebut gerakan ini sebagai blowing raspberry, karena gerakan bibir bayi ini sangat mirip gerakan orang dewasa memilah dan mengeluarkan biji saat makan raspberry.

Sebenarnya, ketika bayi mulai gerakan blowing raspberry, ia sedang berlatih mengendalikan lidah, otot bibir, dan otot pipinya secara bersamaan. Tentunya, mulut si kecil bakal dipenuhi air liur.

Ada tiga hal yang bakal dilatih dari hal ini. Apa saja?

Bayi Bermain Air Liur, Ternyata Ada Manfaatnya
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
2 dari 6 halaman

Mengoceh

Aktivitas ini meningkatkan kemampuan bayi berbicara, karena ia dapat mengendalikan mulut untuk membentuk bunyi-bunyi suara. Cobalah untuk membuat suara-suara lucu, si kecil pasti akan berusaha menirukannya

3 dari 6 halaman

Persiapan Tumbuh Gigi

Air liur yang dihasilkan saat bayi melakukan blowing raspberry berfungsi untuk melembutkan gusi mempersiapkan gigi pertama tumbuh nanti. Dengan begitu gusinya tidak terlalu kaku dan keras dan membuat proses tumbuh gigi jadi lebih nyaman.

4 dari 6 halaman

Latihan Otot Wajah

Blowing raspberry membantu bayi melatih otot-otot yang diperlukan agar ia bisa menggerakkan bibir secara bebas, tanpa perlu menggerakkan rahang dan lidah. Keterampilan ini membuat bayi kelak bisa mengatur kekuatan bibir untuk menjepit pinggiran sendok atau gelas ketika ia belajar makan dan minum.

Selengkapnya baca di sini

5 dari 6 halaman

Sertakan Protein Hewani untuk Makanan Harian Bayi

Dream - Membuat menu makanan harian untuk bayi atau anak di bawah usia 3 tahun memang cukup menantang. Ibu harus menyiapkan makanan kaya gizi yang disukai si kecil. Selama ini banyak yang mengira kalau bayi di bawah satu tahun cukup diberikan makanan dari sumber nabati.

Hal tersebut karena ingin mengenalkan anak pada sayur dan buah lebih dulu agar mereka suka sayuran. Sebenarnya pendapat tersebut kurang tepat. Pasalnya, sumber protein hewani sangat penting untuk perkembangan otak anak di usia dini.

Daging sapi, ikan, ayam, telur, adalah sumber makanan yang sebaiknya selalu disertakan dalam menu harian si kecil.

Saat menu hewani ditambahkan ke dalam sayuran, buah, dan biji-bijian utuh, akan menjadi sumber protein super, termasuk di dalamnya zat besi, seng, selenium, vitamin, dan lemak sehat yang membantu otak anak berkembang optimal.

" Berikan daging yang lembut, serta dimasak dan dibumbui dengan baik, pastikan juga kematangannya sempurna dan mudah dikunyah oleh si kecil. Sebagai langkah awal, bisa memberikannya daging atau ayam cincang," ujar Nancy Z. Farrell, seorang pakar gizi, seperti dikutip dari Fatherly.

6 dari 6 halaman

Melatih Oral Motorik

Bagi balita yang sudah tumbuh gigi, bisa diberikan dengan bentuk potongan. Untuk mengolahnya, tambahkan sedikit kaldu atau untuk membantu melembabkan daging dan jangan memasaknya terlalu lama karena akan menjadi kering dan sulit dikunyah.

" Mengunyah daging akan membantu balita mempelajari keterampilan oral motorik. Pastikan selalu mendampinginya saat belajar makan makanan padat agar mengurangi risiko tersedak," kata Farrel.

Untuk daging ayam juga demikian. Potong dengan ukuran yang bisa digengam si kecil. Sementara daging ikan, sebaiknya diolah dalam rasa asli agar anak bisa menyesuaikan lidahnya dengan rasa ikan yang khas.

" Cari ikan segar untuk anak dan penting mengolahnya dengan baik agar tidak amis. Aroma ikan yang khas serta tidak amis bisa membangkitkan selera makan si kecil," ungkap Farrel.

Join Dream.co.id