Batuk dan BB Anak Turun Drastis, Bisa Jadi Gejala TBC

Do It Yourself | Kamis, 19 November 2020 10:40
Batuk dan BB Anak Turun Drastis, Bisa Jadi Gejala TBC

Reporter : Mutia Nugraheni

Seringkali orangtua menganggap anak hanya mengalami batuk biasa.

Dream - Keluhan batuk pada anak kerap dianggap hal ringan dan bakal sembuh dengan sendirinya. Terutama jika anak tidak demam tinggi. Hal yang banyak tak disadari orangtua adalah, batuk juga merupakan gejala Tuberkulosis (TB) pada anak.

Dikutip dari Klikdokter.com, tuberkulosis (TB) adalah penyakit yang bisa menyerang segala usia, termasuk anak-anak. Risiko TB pada anak bahkan lebih tinggi, mengingat daya tahan tubuh mereka yang masih lemah.

Penyebab tuberkulosis pada anak dan dewasa sama, yaitu infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Kendati demikian, gejala TB pada anak cenderung sulit dideteksi sehingga sering terlambat ditangani.

Untuk menghindari kondisi tersebut, berikut ini adalah gejala TB pada anak yang penting diketahui orangtua harus diwaspadai:

 

2 dari 6 halaman

Batuk Berdarah

1. Batuk Tak Kunjung Sembuh
Selalu ingat kapan si kecil mulai batuk-batuk, dan sudah berapa lama gejala itu berlangsung. Apakah sudah lebih dari 2 minggu? Bila ya, lebih baik segera membawanya ke dokter. Batuk yang tak kunjung sembuh atau membaik setelah beberapa hari dapat menjadi gejala tahap awal TB pada anak.

Perhatikan juga cairan yang keluar saat anak batuk. TB tak selalu menyebabkan batuk berdarah. Jika anak terlihat kesakitan saat batuk dan dadanya terangkat, ini pertanda tak baik, segera konsultasi dengan dokter.

2. Batuk Berdarah
Selain tak kunjung sembuh, TB pada anak juga bisa menyebabkan batuk keras dan berdarah. Dalam istilah medis, batuk berdarah disebut dengan hemoptisis. Hal ini bisa terjadi akibat pembuluh darah di sekitar kavitas (lubang) yang pecah karena serangan kuman tuberkulosis. Gejala ini umumnya disertai demam, nyeri dada, dan sesak napas. Bila dibiarkan berlarut-larut, kondisi ini bisa mengancam keselamatan.

 

3 dari 6 halaman

Berat Badan Turun dan Mudah Lelah

3. Berat Badan Turun
Jika kondisi tubuh si kecil kian hari semakin kurus, waspadalah. Sebab, tuberkulosis juga bisa menyebabkan anak kehilangan nafsu makan. Ironisnya, tubuh membutuhkan banyak asupan bergizi supaya sistem kekebalan meningkat dan mampu melawan serangan kuman.

Dengan nafsu makan yang menurun drastis, proses pemulihan sulit diwujudkan. Apalagi, terkadang keinginan untuk makan jadi hilang karena disela oleh batuk terus-menerus.

4. Mudah Lelah dan Nyeri Dada
TB pada anak dapat menyebabkan gejala mudah lelah dan nyeri dada. Hal ini disebabkan oleh kemampuan atau fungsi paru yang terganggu oleh peradangan selaput (pleura).

Bila si kecil yang tadinya aktif menjadi tidak bersemangat, mudah lelah, dan saat batuk ia turut memegang dadanya untuk menahan rasa nyeri, bisa jadi itu adalah gejala TB pada anak.

5. Demam Meriang Lebih dari Sebulan
Demam meriang sering dianggap sebagai gejala masuk angin. Padahal, kondisi tersebut juga dapat menjadi indikasi anak terkena TB. Oleh sebab itu, segera periksakan anak ke dokter jika ia mengalami demam meriang yang tak berkesudahan.

Selengkapnya baca di sini.

4 dari 6 halaman

Kondisi Batuk Pada Bayi yang Bisa Jadi Tanda Bahaya

Dream - Batuk merupakan respons alami tubuh ketika sistem saluran napas mengalami gangguan. Saat batuk, lendir atau penyebab iritasi bisa keluar dari paru-paru. Bagi orang dewasa, saat mengalami batuk mungkin bisa langsung mencari cara meredekannya.

Pada bayi tentunya hal itu tak bisa dilakukan. Batuk termasuk keluhan umum yang terjadi pada bayi. Penyebabnya sangat beragam, tetapi dikutip dari KlikDokter, sebagian besar diakibatkan oleh infeksi virus ringan dan dapat sembuh sendiri.

Kendati demikian, ada pula beberapa gejala batuk bayi yang harus diwaspadai dan perlu segera diobati. Jika terlambat, keadaan tersebut berpotensi menyebabkan kondisi yang fatal pada si kecil. Berikut ini adalah beberapa gejala batuk bayi yang mesti diwaspadai dan segera diobati:

1. Batuk dengan Suara Serak (Barking Cough)
Batuk dengan suara serak seperti menggonggong merupakan gejala penyakit croup. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh infeksi virus pada saluran pernapasan, termasuk pita suara. Jika tidak ditangani dapat menyebabkan sumbatan jalan napas, karena peradangan yang menutup pita suara. Untuk itu, gejala batuk bayi dengan suara serak seperti menggonggong harus segera ditangani oleh dokter.

 

5 dari 6 halaman

2. Batuk Rejan

Batuk rejan disebabkan oleh infeksi kuman pertusis. Batuk jenis ini memiliki spektrum yang luas, dari mulai gejala ringan hingga berat yang berpotensi fatal. 
Pada gejala berat, bayi dapat batuk hebat hingga muntah dan sulit bernapas.

Ini membuat tubuhnya berwarna kebiruan karena kekurangan oksigen. Suara khas batuk rejan adalah whooping chough, yaitu batuk yang dijeda oleh suara menarik napas berat. Jika ini terjadi, segera bawa si kecil ke dokter.

 

6 dari 6 halaman

3. Batuk Disertai Sesak Napas

Batuk yang disertai sesak napas dapat merupakan gejala pneumonia, serangan asma, atau brokiolitis pada bayi. Pada pneumonia, batuk disertai dengan gejala demam dan sesak napas. Ini harus segera ditangani oleh tim medis, karena pneumonia merupakan salah satu penyebab kematian anak yang paling sering.

Pada serangan asma, batuk biasanya disertai sesak dan napas berbunyi ngik-ngik (mengi). Serangan asma juga harus segera ditangani dokter karena berpotensi fatal jika dibiarkan.

4. Batuk Disertai Badan Lemas pada Bayi

Gejala batuk bayi yang disertai dengan badan lemas bisa menjadi gejala dehidrasi. Kondisi ini terjadi karena batuk membuat anak kesulitan makan dan minum, sehingga kebutuhan gizi dan cairan tubuh tidak terpenuhi.

Dehidrasi pada bayi harus segera diatasi dengan cara yang tepat. Jika diabaikan dan dibiarkan berkelanjutan tanpa pengobatan, dehidrasi pada bayi dapat menyebabkan syok dan mengancam nyawa.

Selengkapnya baca di sini.

 

Join Dream.co.id