Bahu Nyeri Saat Hamil, Cari Tahu Mengatasinya

Do It Yourself | Selasa, 11 Februari 2020 10:02
Bahu Nyeri Saat Hamil, Cari Tahu Mengatasinya

Reporter : Mutia Nugraheni

Munculnya rasa sakit pada bahu bisa karena ada sebelum kehamilan memang ada masalah tapi bisa juga karena gangguan kesehatan lainnya.

Dream - Kehamilan membuat perubahan drastis pada tubuh ibu. Hal ini membuat ibu kerap mengalami keluhan, salah satunya adalah nyeri bahu.

Penyebabnya, bisa karena naiknya berat badan dan perubahan postur tubuh atau fisiologis. Munculnya rasa sakit pada bahu bisa karena ada sebelum kehamilan memang ada masalah tapi bisa juga karena gangguan kesehatan lainnya.

Beberapa gangguan kesehatan yang bisa jadi penyebab nyeri bahu pada ibu hamil bisa meliputi preeklamsia, kehamilan ektopik, masalah pada batu empedu, postur tubuh yang tidak seimbang, kenaikan berat badan, dan sakit kepala.

 

2 dari 6 halaman

Cara Mengatasi Nyeri Bahu selama Kehamilan

Mengonsumsi obat pereda nyeri kurang disarankan pada ibu hamil. Ada beberapa cara lain yang bisa digunakan untuk mengatasi nyeri bahu dengan cara yang lebih aman. Berikut beberapa tips yang bisa dicoba.

1. Kompres bahu dengan kompres dingin. Bisa dengan es batu yang dibalut dengan handuk tebal

2. Tidur berbaring dengan bantal yang menyangga punggung

3. Relaksasi tubuh dan tenangkan diri untuk meredakan stres dan perasaan tegang

4. Lakukan peregangan otot ringan dengan pengawasan instruktur

5. Minum banyak air agar terhindar dari dehidrasi

6. Gunakan obat pereda radang untuk mengatasi rasa nyeri dan gejala radangnya

7. Jaga postur tubuh untuk berusaha tetap tegak saat duduk dan berjalan

Jika nyeri bahu tak kunjung reda atau sembuh, segera hubungi dokter untuk mendapat perawatan dan penanganan yang lebih tepat. Karena pada kasus tertentu, nyeri bahu bisa mengindikasikan adanya masalah atau gangguan pada kesehatan selama kehamilan.

Laporan Endah Wijayanti/ Sumber: Fimela.com

3 dari 6 halaman

Kurang Asupan Cairan Saat Hamil Bisa Berbahaya Bagi Janin

Dream - Air merupakan kebutuhan vital bagi tubuh, terutama bagi ibu hamil. Jangan menyepelekan kebutuhan untuk minum, karena saat tubuh kekurangan cairan akan sangat mudah mengalami masalah kesehatan terutama bagi ibu hamil.

Saat hamil, kebutuhan cairan tubuh meningkat secara signifikan. Cairan bukan hanya demi fungsi tubuh ibu tapi juga perkembangan janin dalam kandungan. Pernah mencari tahu bagaimana janin mendapat asupan nutrisi dari ibu?

Dikutip dari What to Expect, asupan tersebut didistribusikan melalui cairan yang mengangkut vitamin, mineral, dan hormon ke sel darah. Sel-sel darah yang kaya nutrisi itulah yang mencapai plasenta dan bayi bisa berkembang dengan baik.

 

4 dari 6 halaman

Berapa Banyak Cairan yang Dibutuhkan Ibu Hamil?

Sangat bervariasi tergantung dari kondisi tubuh, seberapa aktif ibu. Umumnya, ibu butuh minum air putih minimal 8 hingga 10 gelas setiap hari.

Asupan cairan tak hanya didapatkan melalui minuman saja, bisa juga melalui buah dan sayur yang dikonsumsi. Perhatikan juga warna urine untuk mengetahui apakah ibu sudah cukup memenuhi asupan cairan atau belum.

Jika urine berwarna sangat pekat seperti kuning tua, bisa jadi pertanda kalau tubuh ibu kekurangan cairan. Porsi minuman harus dikonsumsi lebih dari yang seharusnya. Jangan sampai ibu hamil kekurangan cairan karena akan sangat berbahaya bagi kesehatan janin.

5 dari 6 halaman

Cegah Penularan Corona, Ibu Hamil Diimbau Hindari Kawasan Ramai

Dream - Penyebaran virus corona dari Wuhan, China ke berbagai negara tak dipungkiri menyebabkan kekhawatiran. Virus 2019Ncov ini memang belum ada vaksin dan obatnya dan telah menewaskan ratusan orang.

Bagi ibu hamil, kabar soal penyebaran virus corona bisa jadi menimbulkan kepanikan tersendiri. Terutama, jika sedang dalam perjalanan ke luar negeri atau ke negara yang diketahui terdapat kasus virus corona.

Apa itu coronavirus?
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), Amerika Serikat, sebenarnya ada tujuh jenis coronavirus yang diketahui menginfeksi manusia. Gejala yang muncul karena virus ini adalah batuk ringan, pilek, dan sesak napas.

Virus corona biasanya menyebar dari orang yang terinfeksi ke orang lain melalui liur yang masuk ke udara dengan batuk atau bersin. Lalu apakah virus ini sangat berbahaya bagi ibu hamil?

" Penting diketahui, ibu hamil sangat rentan terhadap komplikasi infeksi pernafasan seperti coronavirus. Sistem kekebalan tubuh tak bekerja optimal saat hamil," kata dr. Rajeev Fernando, M.D., pakar penyakit infeksi di Amerika Serikat.

 

6 dari 6 halaman

Hindari kawasan ramai

Demi mencegah penularan virus apapun bentuknya termasuk corona, dr.Fernando menyarankan ibu hamil untuk sementara tidak mendatangi kawasan yang ramai. Hal ini untuk menghidari paparan virus yang mudah menular melalui udara.

" Batasi paparan ke area yang ramai dan padat di mana sirkulasi udara sangat tidak ideal. Jika memang terpaksa harus pergi, kenakan masker untuk perlindungan tambahan," pesannya.

Fernando juga mengungkap sampai saat ini belum ada bukti virus corona berdampak langsung pada kesehatan janin. Meski demikian, ibu hamil harus selalu waspada.

Sumber: What to Expect

Join Dream.co.id