Ayah Bunda yang Kerja di Rumah, Jangan Lupa Main Bareng Anak

Do It Yourself | Jumat, 10 September 2021 14:05

Reporter : Mutia Nugraheni

Minimal luangkan waktu 30 menit berkualitas bersama anak.

Dream – Pandemi Covid-19 membuat banyak orang bekerja dari rumah, termasuk para orangtua. Ayah bunda juga pastinya mendampingi anak-anak sekolah dari rumah. Tentunya sebuah tantangan tersendiri untuk membagi waktu antara bekerja, lalu mengurus sekolah anak dan menangani hal lain.

Hal ini membuat orangtua seringkali kehabisan waktu dan energi untuk bersenang-senang bersama anak. Early Learning Centre (ELC) mencetuskan sebuah kampanye #ELCMainSamaAnak yang mengajak orangtua agar meluangkan waktu bermain dengan anak, menggunakan mainan fisik yang mengedukasi.

“ Kampanye ini kami ciptakan dengan alasan, banyaknya orang tua dengan kesibukan yang sangat tinggi meski work from home. Kemudian, kurangnya informasi bermain bersama anak dengan mainan edukasi yang tepat,” ujar Manda Putri selaku Marketing Manager ELC Indonesia dalam peluncuran kampanye #ELCMainSamaAnak pada Kamis, 9 September 2021.

Menurut dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A, selain bisa meningkatkan bonding, main bersama anak juga dapat membantu tumbuh kembang si anak. Namun, jangan sampai orang tua memberikan mainan yang tidak sesuai dengan usianya atau bahkan lebih memilih memberikan gadget kepada anak.

 

Ayah Bunda yang Kerja di Rumah, Jangan Lupa Main Bareng Anak
Bermain Bersama Anak/ Foto: Shutterstock
2 dari 3 halaman

Selektif dalam Memilih Mainan

Dia menjelaskan, sejak 5 bulan pertama penting untuk mengajak anak bermain dengan warna yang mencolok atau musik yang menarik. Memasuki usia 1-2 tahun kemampuan bahasa mulai berkembang. Mendekati 2 tahun, kemampuan anak mulai kompleks. Mereka mulai mengenal identitas dan kemampuannya sendiri.

 ELC© ELC

“ Penting untuk para orang tua dan pendidik, untuk memberikan mainan yang pas. Jangan terlalu mudah dan jangan terlalu susah. Kalau terlalu mudah nanti jadi tidak optimal. Tapi kalau terlalu susah, anak jadi stres. Maka, sesuaikan jenis mainan anak dengan usianya,” kata dr. Mesty dalam acara serupa.

 

3 dari 3 halaman

Manfaat bermain

Dokter Mesty menjelaskan, main bersama anak memiliki banyak manfaat. Banyak studi menunjukkan, dengan bermain banyak aspek yang terasah seperti melatih motorik halus, motorik kasar, kesabaran, ketelitian dan masih banyak lagi. Menurutnya, bermain merupakan cara yang paling efektif untuk mengoptimalisasikan perkembangan anak. Sebaliknya, jika orangtua tak terlalu peduli dan memilih memberikan gadget kepada sang anak, ada beberapa risiko yang bisa terjadi.

“ Penelitian tahun 2016 di beberapa negara berkembang, 43% anak usia 0-5 tahun tidak mencapai potensi perkembangan. Salah satunya karena kurang bermain dan terlalu banyak diberikan gadget,” kata dr. Mesty.

Ia menambahkan, sering terpapar gadget meningkatkan risiko terlambat bicara sebanyak tiga kali lipat. Jika anak terlambat bicara, maka akan berhubungan dengan penurunan kognitifnya.

Untuk itu, dr. Mesty memberikan beberapa saran kepada orang tua agar mulai membiasakan diri bermain bersama anak:
1. Luangkan waktu setidaknya 30 menit per anak untuk bermain bersama. Atur jadwal untuk meluangkan waktu tersebut.
2. Bangun rutinitas dengan anak. Hal ini bisa membantu anak lebih siap untuk menjalani aktivitasnya.


Laporan: Elyzabeth Yulivia

Join Dream.co.id