Ayah Bunda, Ini Cara Merawat Anak yang Positif Covid-19

Do It Yourself | Kamis, 17 Juni 2021 12:05

Reporter : Mutia Nugraheni

Lakukan hal-hal berikut jika anak isolasi mandiri di rumah.

Dream - Virus covid-19 sangat mudah menular, bahkan varian terbaru yaitu delta kemampuan penularannya jauh lebih cepat. Saat ini kondisi kasus covid-19 di Indonesia naik drastis imbas dari libur panjang lebaran dan mengendurnya penerapan protokol kesehatan.

Kluster keluarga dan kumpul-kumpul kerabat jadi sumber utama penularan. Bukan hanya orangtua saja yang tertular, tapi juga anak-anak. Anak cenderung bisa disiplin menjalani protokol kesehatan dan pada balita imunitasnya belum terbentuk sempurna sehingga cenderung lebih rentan tertular Covid-19.

Bagaimana jika ternyata ayah dan ibu ternyata negatif Covid dan anak positif? Tentunya muncul rasa panik dan bingung. Bila kondisinya tanpa gejala, atau gejala ringan, isolasi dan perawatan bisa dilakukan di rumah. Dikutip dari KlikDokter, berikut hal yang bisa dilakukan saat merawat anak positif Covid-19 di rumah

- Memakai masker saat berada di dalam rumah yang sama dengan anak positif COVID-19.
- Tidak menggunakan barang yang sama dengan anak positif virus corona.
- Rajin mencuci tangan dan membersihkan diri.
- Membatasi mobilitas di luar rumah. Anda diminta untuk tetap di dalam rumah sampai anak dinyatakan sembuh atau negatif. Hal ini berguna untuk mencegah penularan kepada orang lain.

Selain itu, dr. Devia Irine menyarankan agar kita turut melindungi anggota keluarga yang lain. Jangan sampai karena fokus merawat anak yang terinfeksi virus corona, kita malah melupakan kesehatan keluarga yang lain.

 

Ayah Bunda, Ini Cara Merawat Anak yang Positif Covid-19
Ilustrasi
2 dari 6 halaman

Satu Orang Saja yang Merawat

Usahakan yang merawat anak hanya satu orang saja. Pembatasan kontak ini bertujuan agar risiko penularan virus corona bisa diminimalkan. Apabila anak masih balita, pertimbangkan untuk pakai sarung tangan saat mengganti popoknya. Jika memungkinkan, anak balita juga harus tidur dan menggunakan kamar mandi terpisah.

" Menggunakan kamar mandi terpisah dengan anak yang sakit, tapi kalau tidak memungkinkan sebisa mungkin sering dibersihkan dan didesinfeksi," ujar dr. Devia Irine.

Tidak hanya itu, dr. Devia Irine menganjurkan agar ventilasi atau sirkulasi udara di rumah tetap terjaga baik. Caranya mudah, biarkan jendela di rumah terbuka untuk mendapat pertukaran udara paparan sinar matahari. Bila memang kondisinya melemah atau gejala semakin parah segera konsultasi dengan dokter.

Selengkapnya baca di sini.

3 dari 6 halaman

Alami Gejala Berat, Pasien Covid-19 Anak 40% Meninggal Dunia

Dream - Seluruh masyarakat Indonesia diminta kembali lebih ketat untuk menjalani protokol kesehatan 3 M. Hal ini lantaran kasus Covid-19 kembali naik dan yang mengkhawatirkan adalah ditemukannya varian delta virus Covid-19 di Jakarta, Kudus dan Bangkalan. Varian tersebut lebih mudah menular.

Kondisi tersebut selayaknya jadi peringatan keras, terutama pada para orangtua. Tim dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) beberapa waktu lalu memaparkan hasil penelitian terkait Covid-19 pada anak.

Studi yang menemukan pasien anak yang terkonfirmasi positif COVID-19 melalui pemeriksaan PCR, 40 persen meninggal dunia. Penelitian kematian COVID-19 pada anak ini berjudul, Mortality in Children with Positive SARS-CoV-2 Polymerase Chain Reaction Test: Lessons Learned from a Tertiary Referral Hospital in Indonesia dilakukan Rismala Dewi dan Nasiti Kaswandi, dkk dari Departemen Pediatrik RSCM-FKUI.

Penelitian pasien COVID-19 dilakukan sepanjang Maret-Oktober 2020. Studi menggunakan data yang dikumpulkan dari rekam medis pasien COVID-19 di RSCM. Selama masa studi, ada 490 pasien dirawat dan didiagnosis dengan dugaan dan kemungkinan COVID-19. Dari jumlah tersebut, 50 pasien (10,2 persen) terkonfirmasi COVID-19 dan 20 pasien (40 persen) memiliki tingkat yang fatal.

 

4 dari 6 halaman

Pasien Usia 10 Tahun Tingkat Kematiannya Lebih Tinggi

Tingkat kematian lebih tinggi pada pasien berusia 10 tahun, dikategorikan dengan gejala penyakit berat saat masuk ke rumah sakit, ditambah penyakit kronis yang mendasarinya. Tanda-tanda klinis yang paling umum itu gejala umum COVID-19, sedangkan sindrom gangguan pernapasan akut dan syok septik--peradangan di seluruh tubuh--adalah dua penyebab kematian yang paling umum.

Ada peningkatan kadar prokalsitonin--penanda infeksi bakteri dengan atau tanpa sepsis, D-dimer--penanda potensial penggumpalan darah, laktat dehidrogenase dan presepsin ditemukan pada semua kasus yang fatal. Satu pasien anak mengalami sindrom inflamasi multisistem.

" Kami menyoroti tingkat kematian yang tinggi pada pasien anak dengan tes PCR positif COVID-19. Temuan ini mungkin terkait atau bertepatan dengan infeksi COVID-19. Studi lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan pemahaman tentang sindrom pernapasan akut COVID-19 parah, yang mengakibatkan kematian pada anak-anak dengan penyakit komorbiditas," tulis peneliti.

Hal yang juga jadi sorotan adalah menurut data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sebanyak 11,3 persen dari total kasus virus corona di Indonesia adalah anak-anak. Data tersebut diungkapkan oleh Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Yogi Prawira, SpA(K) pada November 2020 lalu.

Laporan Fitri Haryanti Harsono/ Sumber: Liputan6.com

5 dari 6 halaman

Akhirnya, China Setujui Penggunaan Vaksin Sinovac untuk Anak 3-17 Tahun

Dream - Kabar penuh harapan datang dari China terkait vaksin Covid-19 untuk anak. Sinovac, salah satu produsen vaksin di China, baru saja menyelesaikan tahap penelitian klinis Fase I dan II, yang melibatkan beberapa ratus sukarelawan dalam kelompok usia 3 hingga 17.

Hasilnya, vaksin Covid-19 produksi Sinovac dinilai aman dan efisien seperti halnya untuk orang dewasa. Hal ini diungkapkan oleh Sinovac Chairman, Yin Weidong dalam pernyataan resminya di China Central Television.

China telah mengizinkan penggunaan darurat CoronaVac, vaksin COVID-19 yang diproduksi oleh perusahaan China Sinovac, untuk anak-anak berusia antara 3 dan 17 tahun.

" Tetapi kapan vaksin akan digunakan (darurat), dan mulai dari usia berapa dalam kelompok itu belum diputuskan," kata Weidong.

Organisasi Kesehatan Dunia/ World Health Organization (WHO) juga telah memberikan persetujuan untuk vaksin COVID-19 kedua China, Sinovac, pada 1 Juni 2021 lalu.
Sebelumnya, WHO memberikan persetujuan serupa kepada Sinopharm China.

Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan pada hari Minggu, 6 Juni 2021, bahwa lebih dari 763 juta dosis vaksin COVID-19 telah diberikan di seluruh China sejauh ini.
China juga menawarkan 10 juta dosis vaksin ke fasilitas COVAX yang merupakan inisiatif yang didukung WHO untuk menyediakan vaksin ke negara-negara berkembang.

Sumber: Bussiness Today

6 dari 6 halaman

Vaksin Covid-19 untuk Anak 12-15 Tahun dalam Tahap Izin Edar

Dream - Hingga kini vaksin Covid-19 yang telah mendapat izin edar belum bisa diberikan pada anak-anak karena sistem imunitas anak berbeda dengan orang dewasa. Sebuah kabar gembira datang dari perkembangan vaksin Covid-19 untuk anak.

Regulator pengawas obat dan makanan Amerika Serikat (FDA/ U.S. Food and Drug Administration) segera mengesahkan vaksin Pfizer-BioNTech COVID-19 untuk anak-anak berusia 12 hingga 15 tahun.

" Keputusan akan dikeluarkan segera," kata Albert Bourla, Ketua dan CEO Pfizer, dikutip dari NPR.org.

Perusahaan mengumumkan pada akhir Maret bahwa mereka akan meminta FDA memperluas otorisasi penggunaan darurat untuk memungkinkan anak yang lebih muda menerima vaksin. Hal ini karena uji klinis menunjukkan vaksin tersebut menghasilkan " kemanjuran 100% dan tanggapan antibodi yang kuat" pada remaja dari usia 12 hingga 15 tahun.

Pfizer sedang melakukan studi pediatrik untuk menentukan keamanan dan manfaat pemberian vaksinnya kepada anak-anak. Perusahaan berencana untuk mengajukan dua permintaan otorisasi penggunaan darurat baru pada September, dengan satu permintaan untuk anak-anak berusia 2 hingga 5 tahun dan yang kedua berlaku untuk usia 5 hingga 11 tahun. Kumpulan hasil studi untuk anak-anak yang usia 6 bulan hingga 2 tahun, diharapkan sudah keluar pada kuartal keempat.

" Kami juga mengharapkan data keamanan Fase 2 dari penelitian kami yang sedang berlangsung pada wanita hamil pada akhir Juli / awal Agustus," kata Bourla.

Ia mengatakan bahwa akhir bulan ini, Pfizer akan meminta FDA untuk memberikan persetujuan penuh - bukan hanya otorisasi darurat - untuk memberikan vaksin kepada orang yang berusia 16 tahun ke atas. Pfizer juga mempelajari bagaimana suntikan penguat ketiga dapat membantu melindungi orang yang telah mendapatkan dua dosis.

" Pfizer dan BioNTech, berharap dapat menghasilkan setidaknya 3 miliar dosis pada 2022," ungkap Bourla.

Join Dream.co.id