ASI, Sumber Gizi Terbaik di Daerah Bencana

Konseling untuk ibu menyusui di Pos Pengungsian Dusun Sidera (Foto: AIMI).
DO IT YOURSELF  |  28 Januari 2019 14:11

Pendampingan oleh konselor sangat dibutuhkan para ibu menyusui di daerah bencana.

Reporter : Mutia Nugraheni

Rumah Dede Rata dengan Tanah

Dede melahirkan anak keempatnya dalam segala keterbatasan di pengungsian. Rumahnya rata dengan tanah, pada saat gempa dan likuifaksi mengguncang Sigi, Palu dan Donggala.

Setelah melahirkan, ia pun menyusui anaknya. Dulu ia menyusui ketiga anak sebelumnya hingga masing-masing berusia lebih dari 2 tahun.

“Awalnya saya hanya coba-coba, karena saya dapat susu formula dari bantuan. Saya berikan susu botol, dia mau. Setelah 1 minggu saya berikan susu botol, saya coba teteki lagi, anaknya masih mau. Tapi saya khawatir ASI saya basi, sudah tidak bagus, karena sudah 1 minggu tidak diteteki,” cerita Dede.

Ia mendapatkan formula bayi beserta botol dan dotnya melalui bantuan yang dikirim ke Sigi. Ia menyiapkan formula bayi untuk anaknya tanpa pendampingan dari tenaga kesehatan. Botol pun dibersihkan seadanya, seperti ia mencuci peralatan masak lainnya, dengan spons, sabun dan air.

Dede tak tahu bahwa penggunaan formula bayi, botol dan dot memiliki risiko tinggi. Apalagi dalam keadaan di pengungsian seperti ini, di mana tidak mudah menyediakan air bersih, peralatan memasak serta sanitasi yang memadai.

Ia tidak menyadari tingginya risiko kontaminasi, pencemaran air serta tata cara pemberian yang tidak tepat.

Selanjutnya : Memberi Susu Formula Lebih Berisiko
Istri Akui Cemburuan, Daus Mini: Coverboy Sih Nggak ya
Join Dream.co.id
Anda Perlu Tahu :
Tips Menikah dengan Bule Ala Melanie Ricardo
Komentar Anda :
Jangan Lewatkan :