ASI, Sumber Gizi Terbaik di Daerah Bencana

Konseling untuk ibu menyusui di Pos Pengungsian Dusun Sidera (Foto: AIMI).
DO IT YOURSELF  |  28 Januari 2019 14:11

Pendampingan oleh konselor sangat dibutuhkan para ibu menyusui di daerah bencana.

Reporter :

Dream - Senyum Dede Suryati (37 tahun) mengembang lebar. Air susunya masih keluar, padahal ia sudah tidak menyusui Muhammad Amanusa Abimanyu (3 bulan) sejak 2 bulan lalu. Meski begitu, ia masih takut untuk memberikan air susunya kepada anak keempatnya.

“ Saya takut ASI saya sudah basi, karena sudah lama tidak menetek,” ungkap Dede di Pos Pengungsian Dusun Sidera 2, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu pada Selvie Amalia, seorang konselor laktasi.

Selvie bersama rekan-rekannya dari Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), Sentra Laktasi Indonesia (SELASI) , dan UNICEF, mendampingi para ibu menyusui di Sigi, daerah yang terkena bencana gempa dan likuifaksi beberapa waktu lalu. Menurutnya, masih banyak para ibu yang ragu untuk memberikan ASI pada bayinya.

“ Apakah ASI saya tidak basi, Bu? Apakah tidak apa-apa menyusu lagi setelah 2 bulan saya berhenti menyusui? Apa ASI saya masih bagus?” berbagai pertanyaan pun dilontarkan Dede pada konselor.

Para konselor laktasi pun menjelaskan bahwa ASI dalam payudara ibu selalu bagus dalam kondisi apapun. Dede pun dibantu menemukan posisi dan pelekatan yang tepat saat menyusui lagi pada Abimanyu. Abimanyu pun sempat mau menyusu kembali.

" Abimanyu yang sudah berusia 3 bulan saat ini, memerlukan susu lebih banyak dibandingkan 2 bulan yang lalu. Sedangkan produksi ASI Dede sudah menurun karena tidak menyusui 2 bulan ini," ujar Elisabethesti.

Produksi ASI Dede perlu ditingkatkan untuk mengejar kebutuhan menyusu Abimanyu. Oleh karena itu, Dede pun diberitahu bagaimana cara meningkatkan produksi ASI. Inti meningkatkan produksi ASI adalah dengan mempersering keluarnya ASI, bisa dengan menyusui bayi secara langsung dan juga memerah ASI.

Diimbangi dengan semangat dan keinginan kuat sang ibu untuk menyusui anaknya, maka menyusui kembali setelah dua bulan tidak menyusui adalah hal yang sangat bisa terjadi.

Menyusui kembali juga dapat mengurangi risiko infeksi karena lingkungan yang masih tidak stabil.

Baca cerita lengkapnya di sini 

Selanjutnya : Rumah Dede Rata dengan Tanah
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie
Join Dream.co.id
Anda Perlu Tahu :
Terungkap, Ini Harga Cicilan Apartemen Nikita Mirzani
Komentar Anda :
Jangan Lewatkan :