Apakah Hepatitis Akut Mudah Menular di Kolam Renang? Yuk Cari Tahu

Do It Yourself | Rabu, 18 Mei 2022 08:13

Reporter : Mutia Nugraheni

Virus ini diketahui banyak menyerang anak-anak usia 1-16 tahun.

Dream - Penyakit menular memang tak ada habisnya. Kali ini yang membuat panik banyak orangtua adalah hepatitis akut yang penyebabnya masih misterius karena jenis virus hepatitisnya belum diketahui secara detail.

Virus ini diketahui banyak menyerang anak-anak usia 1-16 tahun. Bagi yang belum tahu penyakit ini menimbulkan gejala muntah, sakit perut hingga tubuh yang menguning.

Penting untuk tetap waspada dalam situasi seperti sekarang, terutama jika membawa si kecil ke tempat yang banyak orang seperti kolam renang umum. Lalu bagaimana penularan hepatitis akut di kolam renang?

Akun Instagram yang berisi edukasi kesehatan @pandemictalks membahas hal tersebut. Hal yang penting diketahui adalah penyakit hepatitis akut misterius pada anak diperkirakan dapat menyebar lewat saluran pencernaan dan saluran pernapasan.

- Penyebaran saluran pencernaan (fecal oral)
Memakan atau meminum sesuatu yang telah terkontaminasi oleh kotoran atau tinja orang yang telah terinfeksi virus

- Penyebaran saluran pernapasan
Kontak dengan percikan air liur orang yang terinfeksi atau melalui percikan droplet kecil yang ada di udara.

 

Apakah Hepatitis Akut Mudah Menular di Kolam Renang? Yuk Cari Tahu
Anak Berenang
2 dari 5 halaman

Penularan di kolam renang

Untuk kemungkinan penularan hepatitis di kolam renang, sebenarnya risikonya sangat kecil. Hal ini karena air kolam renang mengandung klorin yang menghancurkan kuman sehingga tidak menularkan penyakit.

Risiko penularan justru terjadi saat menyentuh mainan di kolam renang, bola, kursi hand railing, knop pintu, dan lainnya yang sering dipegang banyak orang. Juga ketika jajan sembarangan, makan makanan dan minuman yang terkontaminasi dan tidak dimasak dengan matang.

Penting untuk memperhatikan kebersihan makanan dan minuman. Tetap lakukan protokol kesehatan yaitu mencuci tangan dengan sabun atau pakai hand sanitizer, jika memegang sesuatu. Menjaga kebersihan jadi hal utama dalam pencegahan berbagai penyakit.

3 dari 5 halaman

Perbedaan Keluhan Diare Anak karena Rotavirus dan Hepatitis

Dream - Kasus hepatitis akun yang disebabkan virus hepatitis yang belum diketahui jenisnya, tak dipungkiri membuat banyak orangtua cemas. Pasalnya virus ini banyak menyerang anak-anak dan beberapa pasien anak dilaporkan meninggal dunia.

Salah satu gejala penyakit ini adalah diare. Dikutip dari KlikDokter, menurut badan kesehatan dunia (WHO), anak dengan hepatitis akut mengalami gejala sering BAB dengan tinja bertekstur cair diduga akibat terinfeksi adenovirus serotype 41.

Virus tersebut umumnya menyerang saluran pencernaan dan mengakibatkan muntaber (gastroenteritis), khususnya pada anak. Gejala yang ditimbulkan oleh adenovirus ini mirip dengan infeksi rotavirus, yaitu jenis patogen yang sering menyerang saluran cerna anak.

Gejalanya memang mirip yaitu diare disertai muntah. Lalu apa perbedaan diare pada anak penderita hepatitis akut dengan diare akibat rotavirus?

 

4 dari 5 halaman

Diare pada Hepatitis Akut

Adenovirus, terduga penyebab hepatitis akut, sering menginfeksi saluran pencernaan anak usia di bawah 5 tahun. Meski begitu, menurut Stanford Children's Health, AS, anak dari segala rentang usia bisa juga terinfeksi virus itu, terutama yang berada di tempat penitipan anak.

Gejala infeksi saluran cerna umumnya muncul sekitar 3-10 hari setelah terjangkit adenovirus. Gejala ini dapat berlangsung selama 1-2 pekan. Gejala utamanya adalah diare yang umumnya disertai mual hebat dan muntah.

Anak penderita hepatitis akut mengalami demam ringan. Demam terjadi karena tubuh si kecil merespons peradangan hati mendadak yang diduga disebabkan oleh infeksi adenovirus.

Kenaikan suhu tubuh pada anak penderita hepatitis akut lebih ringan, dibandingkan infeksi rotavirus. Karena organ hati mengalami pembesaran, gejala hepatitis akut pada anak juga membuat mengalami nyeri perut dan lemas.

 

5 dari 5 halaman

Diare Akibat Rotavirus

Rotavirus sering menjangkiti anak berusia 3-35 bulan. Anak yang terinfeksi rotavirus biasanya akan mengalami gejala sekitar dua hari setelah terjangkit.

Infeksi virus tersebut biasanya didahului dengan demam tinggi. Demam akibat rotavirus bisa mencapai 38,9 Celsius atau lebih. Setelah demam, anak akan mengalami mual dan muntah, lalu keesokan harinya diare.

Tekstur feses anak yang terinfeksi rotavirus biasanya sangat cair. Selain itu, ciri-ciri lain kotorannya yaitu berbau asam, berwarna gelap, dan ada darah atau nanah.

Menurut penelitian yang dimuat Journal Nature Reviews Disease Primers, hal itu disebabkan rotavirus merusak enterosit, yaitu sel-sel epitel usus kecil yang berfungsi menyerap nutrisi.

Rotavirus juga mengubah struktur mukosa (lapisan tipis) usus halus. Akibatnya, kemampuan tubuh dalam mempertahankan komposisi air dan garam di dalam cairan tubuh, mencerna karbohidrat, maupun menyerap nutrisi pun terganggu. Diare khas infeksi rotavirus akhirnya terjadi.

Diare biasanya berlangsung selama 3-7 hari, disertai nyeri perut. Gejala dehidrasi juga muncul. Kondisi ini menyebabkan mulut kering, mata terlihat cekung, mudah mengantuk dan haus, menangis tanpa air mata, serta penurunan kesadaran.

Membedakan diare akibat rotavirus dengan diare pada hepatitis akut memang tidaklah mudah. Perlu pemeriksaan lanjutan oleh dokter dan pemeriksaan laboratorium.

Jika anak mengalami gejala diare dan muntah selama 3 hari segera periksakan ke dokter. Penjelasan selengkapnya baca di sini.

Dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan, mendiagnosis penyebab diare, dan menentukan metode pengobatan yang tepat untuk si kecil.

Penjelasan selengkapnya baca di sini.

Join Dream.co.id