Anak Positif Covid-19 Tanpa Gejala, Sediakan Hal Ini Saat Isolasi Mandiri

Do It Yourself | Minggu, 1 Agustus 2021 10:39

Reporter : Mutia Nugraheni

Pantau terus kondisi anak dan lakukan telemedicine.

Dream - Covid-19 varian delta diketahui sangat mudah menular. Bukan hanya pada orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Pada anak, banyak kasus yang tanpa gejala.

Tak ada demam, batuk maupun anosmia, tetapi saat dilakukan tes PCR hasilnya positif. Kondisi ini membuat anak juga tetap harus menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah. Lalu pada anak yang bergejala ringan dan tak memiliki penyakit bawaan, juga dianjurkan untuk melakukan isoman.

Lalu vitamin, obat dan perlengkapan kesehatan apa saja yang harus disiapkan jika anak harus isoman di rumah? Profesor Aman Pulungan, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memberikan penjelasan.

" Yang kita rekomen, ini untuk yang di rumah ya, pertama vitamin D, vitamin C, Zinc, tiga ini aja, yang ada rekomendasi saintifiknya. Siapkan juga obat panas di rumah tentunya dan oximetry," kata Profesor Aman dalam akun Instagram IDAI.

Ia juga mengingatkan para orangtua agar tetap melakukan konsultasi dengan dokter. Lakukan telemedicine via aplikasi atau jika memungkinkan melakukan video call dengan dokter anak.

 

Anak Positif Covid-19 Tanpa Gejala, Sediakan Hal Ini Saat Isolasi Mandiri
Ilustrasi
2 dari 6 halaman

Pantau Suhu dan Keluhan yang Muncul

" Sekarang kita gampang video call atau WA call dan lain-lain, paling tidak kasih lihat lah keadaan anaknya itu ke dokternya. Dan yang paling penting lagi, ini orangtuanya pasti tahu kalau anak kita not doing well. Not doing well inilah tanda-tanda yang paling harus kita amati," ungkap Profesor Aman.

Kondisi anak dikatakan tidak baik dan harus segera mendapat pertolongan medis adalah jika saat isoman demamnya tinggi sampai 39 derajat. Sangat penting untuk sedia termometer di rumah dan pantau suhu anak.

" Kalau dia demam tinggi sampai 39 sampai muntah-muntah, sampai dehidrasi, sampai diare sampai tidak mau makan," ungkap Prof. Aman.

3 dari 6 halaman

Sembuh dari Corona, Ini Waktu Paling Tepat Bagi Anak Vaksin Covid-19

Dream - Jumlah anak Indonesia yang terpapar Covid-19 di Indonesia menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) paling tinggi seasia-pasifik. Dari data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 pada 16 Juli 2021 terdapat 351.336 kasus positif Covid-19 terjadi pada usia anak 0 – 18 tahun.

Salah satu cara pencegahan dan mengurangi risiko kondisi parah saat terpapar Covid-19 adalah vaksinasi. Saat ini anak-anak usia 12 hingga 18 direkomendasikan IDAI untuk mendapat vaksin Covid-19 dari Sinovac.

Vaksin bisa diberikan saat anak dalam kondisi sehat. Bagi yang memiliki riwayat penyakit tertentu, bisa melakukan konsultasi lebih dulu dengan dokter sebelum vaksin. Lalu bagaimana dengan anak yang baru sembuh dari Covid-19?

Menurut Prof. Dr. Cissy B. Kartasasmita, Ph.D, Sp.A(K), Ketua Satgas Imunisasi IDAI dalam Live Instagram bersama IDAI beberapa waktu lalu, anak harus dipastikan sembuh. Vaksin Covid-19 yang diberikan setelah sembuh untuk meningkatkan antibodinya.

" Kalau dia terkena covid seperti juga laporan menyatakan bahwa anak atau siapa yang kena Covid, dia masih membutuhkan tambahan untuk mem-push antibodinya. Dikatakan bahwa pada setiap orang pada anak yang pernah kena Covid, dia harus diberikan imunisasi tambahan," kata Dr. Cissy.

 

4 dari 6 halaman

Tunggu Hingga 3 Bulan

Untuk waktunya, Dr. Cissy mengungkap akan lebih baik menunggu hingga 3 bulan setelah sembuh seperti juga orang dewasa. Hal ini agar tubuhnya benar-benar dalam kondisi fit saat diberikan vaksin.

" Mungkin satu kali cukup tapi itu semua dapat dilakukan setelah anak itu dinyatakan sembuh. Dikatakan anak terkena covid itu sesudah 3 bulan karena kita takut ada long covid," ujarnya.

5 dari 6 halaman

Vaksin Covid-19 untuk Anak di Bawah 12 Tahun Baru Keluar 6 Bulan Lagi

Dream - Uji klinis dan produksi vaksin Covid-19 terus digencarkan sejumlah perusahaan farmasi dunia, salah satunya Pfizer-BioNTech. Saat ini di Amerika Serikat, anak-anak usia 12 hingga 18 tahun sudah diberikan vaksin Covid-19 dari Pfizer.

Hingga saat ini belum ada vaksin Covid-19 untuk anak di bawah usia 12 tahun karena masih dalam tahap uji klinis. Menurut badan regulator obat Amerika Serikat FDA (Food and Drug Administration) kemungkinan izin penggunaan darurat vaksin Covid-19 dari Pfizer untuk anak di bawah usia 12 akan dikeluarkan dalam waktu enam bulan lagi atau awal hingga pertengahan musim dingin di akhir 2021.

Sebelumnya, Moderna dan Pfizer-BioNTech melakukan uji coba vaksin Covid-19 untuk anak di bawah 12 tahun pada bulan Maret 2021. Hasil diharapkan keluar dalam waktu dekat, dan pejabat FDA akan membutuhkan waktu untuk meninjau keamanan dan efektivitas vaksin.

FDA meminta empat hingga enam bulan data uji klinis sebagai tindak lanjut keamanan untuk anak-anak di bawah usia 12 tahun. Data tambahan tersebut dapat mempermudah proses pemberian persetujuan penuh.

 

6 dari 6 halaman

Butuh Waktu Lebih Lama

Pfizer mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada NBC News bahwa pihaknya mengantisipasi hasil uji klinisnya pada anak-anak usia 5 hingga 11 sekitar bulan September, dan kemudian dapat mengajukan permohonan otorisasi penggunaan darurat. " Data untuk anak-anak berusia 2 dan di bawah 5 tahun dapat tiba segera setelah itu," dalam pernyataan resminya.

Diperkirakan hasil data uji klinis vaksin pada anak-anak usia 6 bulan hingga 2 tahun mungkin tidak akan dirilis hingga Oktober atau November 2021. Kondisi ini juga dialami Moderna.

" Hasil pada anak-anak berusia 5 tahun ke bawah mungkin membutuhkan waktu lebih lama. Masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan," ujar dr. Buddy Creech, salah satu peneliti utama untuk uji klinis Moderna KidCOVE, yang mencakup anak-anak berusia 6 bulan.

Sumber: NBC News

Join Dream.co.id