Anak Mulai Jerawatan Padahal Belum Puber, Ternyata Ini Sebabnya

Do It Yourself | Jumat, 27 November 2020 12:04
Anak Mulai Jerawatan Padahal Belum Puber, Ternyata Ini Sebabnya

Reporter : Mutia Nugraheni

Perhatikan hal-hal berikut.

Dream - Masalah jerawat selama ini umum dialami anak yang beranjak remaja atau dalam masa puber. Jerawat juga bisa terjadi pada orang dewasa yang memiliki masalah kulit serius atau hormon.

Sebenarnya, anak-anak yang belum memasuki usia puber juga bisa mengalami masalah jerawat. Bukan hanya di tempat terlihat seperti wajah, tapi bagian tubuh lain yang tertutup. Seperti punggung, leher, dada bahkan area sekitar organ intimnya.

Apa sebabnya muncul jerawat pada anak-anak? Dikutip dari MomJunction, jerawat terjadi ketika pori-pori kulit tersumbat oleh campuran sebum (minyak), sel kulit mati, dan bakteri. Perubahan hormonal menyebabkan kelenjar sebaceous (kelenjar minyak) memproduksi sebum (minyak) berlebih.

" Minyak yang berlebih menggumpal bersama sel kulit mati dan menyumbat pori-pori kulit sehingga menyebabkan timbulnya jerawat. Jika bakteri menyerang minyak yang terperangkap, maka dapat menyebabkan jerawat menjadi nyeri dan meradang," ujar dr. Bhagyashree Ketkar.

 

2 dari 7 halaman

Penyebab Jerawat Pada Anak

Ada beberapa faktor atau situasi yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon atau kelenjar sebaceous yang terlalu aktif, sehingga menimbulkan jerawat. Berikut ini adalah kondisi yang dapat menyebabkan timbulnya jerawat pada anak-anak.

- Produksi sebum yang berlebihan. Peningkatan produksi androgen di kalangan praremaja menyebabkan kelenjar sebaceous membesar dan memproduksi lebih banyak sebum. Anak yang lebih kecil mungkin memiliki lebih banyak sebum karena kelenjar sebaceous yang terlalu aktif.

- Folikel rambut tersumbat karena minyak dan sel kulit mati. Sebum dapat terperangkap di folikel rambut dan membentuk sumbat sebum yang terdiri dari sel kulit mati, yang menyebabkan munculnya jerawat.

-Infeksi bakteri dan jamur. Ini terjadi ketika bakteri atau jamur menyerang minyak yang terkumpul di dalam pori-pori atau folikel rambut, yang menyebabkan jerawat yang terinfeksi dan meradang.

- Kebiasaan makan. Beberapa makanan dapat mempengaruhi produksi sebum, yang pada akhirnya menyebabkan munculnya jerawat. Biasanya makanan yang mengandung minyak dan kalori tinggi.

- Obat-obatan tertentu. Beberapa obat dapat merangsang kelenjar sebaceous secara berlebihan atau menyebabkan perubahan hormonal yang pada akhirnya menyebabkan jerawat.

3 dari 7 halaman

Kondisi Gatal Pada Kulit Anak yang Tak Boleh Disepelekan

Dream - Anak-anak seringkali mengalami kulit kemerahan, disertai gatal, disertai rasa perih dan kulit mengelupas. Kondisi ini biasanya dikira alergi atau keluhan ringan yang bakal mereda dengan sendirinya.

Terutama setelah anak bermain di luar ruangan atau panas-panasan. Keluhan tersebut bisa jadi gejala Dermatitis Atopik (DA), terutama bila disertai dengan penebalan kulit.

Dermatitis atopik pada anak merupakan kondisi eksim pada kulit dengan jangka panjang yang umumnya terjadi pada saat masih kecil, tetapi terkadang juga dapat berlanjut hingga dewasa. Tim dari University of Rochester Medical Center menjelaskan bahwa dermatitis atopik biasanya muncul pertama kali pada usia 3-6 bulan.

Dermatitis Atopik biasanya disebabkan oleh faktor eksternal, seperti cuaca musim dingin, kering, suhu panas, dan kulit yang kurang lembap. Bisa juga disebabkan debu, serbuk kayu, serbuk gypsum, semen, dan deterjen.

Jika di rumah memiliki hewan peliharaan, bulu hewan peliharaan dan gigitan serangga atau tungau juga bisa menjadi pemicu. Tidak hanya itu, daya tahan tubuh, stres emosional juga sangat memungkinkan anak Anda terkena DA.

Selengkapnya baca di Diadona.id

4 dari 7 halaman

Waspada Penyakit Kulit yang Sering Menyerang Anak

Dream - Ada begitu banyak macam-macam penyakit kulit. Tidak hanya bisa terjadi pada orang dewasa, penyakit kulit juga bisa terjadi pada anak.

Sebagian besar penyakit kulit anak disebabkan oleh adanya jamur kulit yang hidup dan tumbuh di lapisan atas sel kulit. Umumnya, jamur ini berkembang di daerah tubuh yang lembap seperti selangkangan, pergelangan, dan bagian kulit lainnya.

Dilansir dari laman Children National Health System, beberapa infeksi yang disebabkan oleh jamur akan menyebabkan iritasi ringan pada kulit anak. Namun, ada beberapa infeksi jamur yang bisa menyebabkan macam-macam penyakit kulit lainnya.

Selain infeksi kulit dan iritasi karena jamur, ada beberapa macam penyakit kulit lainnya yang bisa dialami oleh anak karena infeksi virus, seperti penyakit kulit ini:

5 dari 7 halaman

Penyakit Kulit Kurap

Macam-macam penyakit kulit yang bisa terjadi pada anak salah satunya adalah kurap. Atau dalam bahasa medis disebuat dengan tinea infection.

Penyakit kulit yang satu ini berbeda dengan penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur pada umumnya. Kurap ditandai dengan bercak merah bersisik yang berbentuk bening dengan bagian tengahnya yang bening.

Kurap bisa tertular pada anak karena beberapa hal, seperti:
-    Kurang gizi
-    Lingkungan yang kurang bersih
-    Iklim yang hangat
-    Kontak langsung dengan orang lain yang berkurap
-    Tertular dari hewan yang berkurap
-    Pengaruh obat-obatan

Kurap sendiri memiliki banyak jenis, di antaranya tinea pedis atau kurap kaki, tinea cruris, tinea capitis, kurap kuku, dan masih banyak lagi macam penyakit kulit kurap.

6 dari 7 halaman

Penyakit Kulit Tinea Versicolor

Penyakit kulit yang satu ini terjadi karena infeksi jamur yang umumnya ditandai dengan bercak terang atau bercak yang lebih gelap dari bagian kulit lain di bagian dada dan punggung.

Walau lebih sering terjadi pada anak remaja dan dewasa, tidak menutup kemungkinan terjadi pada anak usia balita.

Penyakit kulit ini biasanya dikarenakan penggunaan sampo yang kurang bersih saat membilas. Tinea versicolor juga bisa hilang dan bisa muncul kembali. Untuk mengatasi penyakit kulit yang satu ini, biasanya dokter akan memberikan resep krip topikal, obat anti jamur, dan perawatan sampo khusus selama satu bulan.

Selain itu, penyakit kulit ini juga bisa menyebabkan perubahan warna kulit pada anak, dan untuk memperoleh warna kulit yang normal, butuh waktu beberapa bulan.

7 dari 7 halaman

Penyakit Kulit Herpes Zoster

Selain disebabkan oleh jamur, ada beberapa macam penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi virus, seperti herpes zoster. Penyakit kulit ini disebabkan karena reaktivitasi cirus varicella zoster atau cacar air.

Penyakit ini akan menyebabkan ruam kecil di seluruh bagian tubuh, dan terkadang disertai dengan rasa sakit dan perih. Herpes zoster, biasa muncul setelah anak sembuh dari cacar air, yang disebabkan karena sistem kekebalan tubuh yang lemah, sehingga membuat saraf dari virus ini hidup kembali.

Herpes zoster sering terjadi pada bagian belakang tubuh hingga pantat, lengan, kaki, bahkan wajah. Sedangkan gejala yang dialami anak yang terkenal penyakit ini bisa berbeda-beda, umumnya:
-    Hipersensitivitas kulit
-    Ruang ringan
-    Kulit yang melepuh
-    Dan ruam yang tak kunjung hilang

Join Dream.co.id