Anak dengan Autisme Bisa Jadi Lebih Pintar, Ketahui Faktanya

Do It Yourself | Jumat, 30 Juli 2021 08:04

Reporter : Mutia Nugraheni

Pada beberapa kondisi, anak dengan autisme juga sangat unggul dalam bidang tertentu.

Dream - Anak-anak yang memiliki gangguan autisme cenderung sangat sulit berkomunikasi. Hal ini karena mereka memiliki gangguan dalam perkembangan saraf serta otaknya.

Pada beberapa kondisi, anak dengan autisme juga sangat unggul dalam bidang tertentu. Mereka bahkan bisa dibilang sangat jenius dan di atas rata-rata. Dengan gangguan perkembangan saraf, mengapa hal itu bisa terjadi?

Gracia Ivonika, seorang psikolog menjelaskan kalau ada tipe autisme tertentu yang memungkinkan pengidapnya memiliki kemampuan berpikir yang lebih baik.

“ Anak dengan autisme memang memiliki hambatan dalam berelasi, berkomunikasi, berperilaku namun, terdapat hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa anak dengan autisme memiliki perbedaan di struktur otaknya, sehingga bisa punya keunggulan di beberapa bidang,” kata Gracia, dikutip dari KlikDokter.

 

 

Anak dengan Autisme Bisa Jadi Lebih Pintar, Ketahui Faktanya
Ilustrasi
2 dari 5 halaman

Ingatan Lebih Kuat

Sejumlah keunggulan yang dimiliki anak autisme berkat perbedaan di struktur otaknya, antara lain:

1. Konsentrasi Tinggi
Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa anak dengan autisme memiliki keunggulan dalam hal konsentrasi. Disinyalir, konektivitas berlebih di area otak dapat meningkatkan perhatian dan persepsi pada anak dengan autisme.

Hal tersebut membuat sebagian besar anak dengan autisme dapat memaksimalkan fungsi otaknya untuk menekuni bidang tertentu yang disenangi, seperti matematika, fisika, musik, kesenian, dan lainnya.

Konsentrasi tinggi pada suatu hal juga menyebabkan anak dengan autisme mudah mengabaikan instruksi maupun aktivitas lain yang tidak menarik baginya. Kondisi tersebut juga membuat mereka lebih peka, sehingga mudah terganggu dengan suara tertentu.

Meski demikian, konektivitas berlebih di area otak anak autisme diibaratkan seperti pedang bermata dua. Kondisi ini dapat pula menyebabkan mereka sulit bersosialisasi dengan orang lain.

2. Ingatan yang Kuat
Kondisi khusus pada otak anak autis juga membuat mereka memiliki ingatan yang luar biasa. Penelitian mengungkapkan, kondisi tersebut membuat anak autis lebih mudah mengingat sejumlah informasi, baik dalam bentuk verbal maupun non-verbal.

Sebagai contoh, ada anak dengan autisme yang sanggup mengingat rumus, banyak nomor telepon, skoring musik, ataupun jenis teks tertentu yang sulit dipahami oleh orang pada umumnya.

 

3 dari 5 halaman

Detail dan Logis

3. Fokus Pada Detail
Peneliti menemukan fakta menarik lain soal kelebihan anak dengan autisme, yaitu mereka sangat memperhatikan detail.Fokus pada detail membuat anak autis lebih peka pada hal-hal yang tidak diperhatikan banyak orang. Pada beberapa kasus, kondisi ini membuat mereka memiliki keunggulan dalam bidang visual.

Kelebihan ini membuat anak dengan autisme cenderung abai pada hal lain. Seperti enggan terlibat kontak mata dan sulit membaca bahasa tubuh.

4. Sangat Logis
Kesulitan anak autisme untuk berkomunikasi dan berhubungan sosial juga tidak lepas dari cara mereka mengambil keputusan. Mengutip Scientific American, sebuah penelitian yang dilakukan King's College London mengungkapkan bahwa anak dengan autisme cenderung mengedepankan logika dibandingkan perasaan ketika mereka mengambil sebuah keputusan.

Penelitian itu menemukan, anak dengan autisme umumnya bersikap lebih rasional ketimbang orang pada umumnya. Mereka dapat memecahkan masalah maupun membaca peluang dengan mengolah informasi numerik, dan mengenyampingkan hal-hal yang bersifat emosional.

Selengkapnya baca di sini.

4 dari 5 halaman

Gejala Autisme Bisa Terlihat Saat Anak Main 'Ciluk-Ba'

Dream - Autisme atau autism spectrum disorder (ASD) pada anak, seringkali terlambat diketahui. Hal ini karena banyak orangtua menganggap keterlamabatan anak dalam berkomunikasi dan bersosialisasi hanya masalah biasa dan bakal teratasi seiring pertambahan usia.

Pemeriksaan lebih lanjut baru dilakukan saat terdapat masalah yang cukup besar dan saat usia anak terus bertambah. Padahal semakin cepat ASD diketahui semakin baik, dalam artian terapi dan pengobatan bisa dilakukan lebih cepat agar bisa menekan gejala-gejalanya.

" Mengidentifikasi pola perkembangan perilaku yang nantinya dapat dikaitkan dengan ASD adalah penting, karena ini akan memungkinkan dokter untuk menawarkan intervensi lebih awal," ujar Dr. Sarah Lloyd-Fox, dari University of London, Inggris yang melakukan penelitian seputar deteksi ASD.

 

5 dari 5 halaman

Stimulus

Tim peneliti dari University of London melakukan dua pendekatan untuk mendeteksi ASD pada seorang anak. Cara pertama yaitu menggunakan stimulus non-sosial dengan mengukur gelombang otak pada anak usia kurang dari 6 bulan.

Jika hasilnya gelombang aktivitas sangat rendah saat anak dibeei stimulus sosial bisa jadi indikasi ASD. Stimulus sosial ini bisa berupa permainan, salah satunya permainan ciluk-ba.

" Meskipun tidak segera menandakan tanda-tanda awal autisme, tapi bisa menunjukkan bagaimana reaksi seorang anak saat kemampuan sosial dan interaksinya mulai berkembang," ungkap Fox.

Fox juga mengingatkan pada para orangtua, jika khawatir tentang kecenderungan perilaku anak, lebih baik bertindak lebih cepat daripada terlambat. Dengan mampu mengidentifikasi lebih awal, penangangan dan terapi dapat berdampak signifikan pada kualitas hidup dan pendidikan anak.

Sumber: Cafemom

 

Join Dream.co.id