Alice Norin Harus Transfusi Darah Setelah Melahirkan, Ketahui Sebabnya

Do It Yourself | Rabu, 16 September 2020 10:03

Reporter : Mutia Nugraheni

Ia mengalami dua masalah plasenta sekaligus yang membuatnya mengalami pendarahan hebat.

Dream - Perjuangan Alice Norin untuk melahirkan anak keduanya benar-benar antara hidup dan mati. Alice rupanya mengalami masalah plasenta yang menyebabkanya mengalami pendarahan hebat setelah melahirkan.

Lewat akun Instagramnya beberapa hari lalu, ia mengungkap kalau mengalami Placenta Previa Totalis Accreta. Kondisi tersebut ternyata cukup jarang terjadi sehingga Alice harus ditangani oleh beberapa dokter.

 Unggahan Alice Norin
© Instagram Alice Norin

" I'm a Placenta Previa Totalis Accreta survivor. Di awal kehamilan, aku didiagnosis mengalami kondisi placenta previa yang mengharuskan aku untuk konsultasi dengan beberapa dokter ahli. Setelah beberapa kali konsul, ternyata ada kondisi accreta juga, dimana kasus accreta ini jarang terjadi," ungkap Alice.

Kondisi tersebut membuat Alice mengalami pendarahan hebat. Harus dirawat di ICU dan menjalani transfusi darah. Ia mengingatkan bagi para ibu untuk melakukan pemeriksaan rutin untuk mengetahui kondisi plasentanya karena bisa membahayakan nyawa ibu.

Apa yang dimaksud dengan plasenta previa totalis accreta?

 

Alice Norin Harus Transfusi Darah Setelah Melahirkan, Ketahui Sebabnya
Alice Norin Dan Keluarga (Foto: Alice Norin)
2 dari 7 halaman

Plasenta Previa

Dikutip dari HaloDoc, plasenta previa adalah kondisi ketika letak plasenta rendah, sehingga menutupi bagian mulut rahim. Pada ibu hamil, terbentuk plasenta yang menempel pada bagian dinding rahim dan terhubung langsung janin melalui tali pusar sebagai jalur untuk menyalurkan oksigen dan zat nutrisi. Tali pusar ini untuk menunjang perkembangan janin, juga sebagai saluran pembuangan zat sisa.

Pada kehamilan normal, plasenta mengalami perkembangan dan pelebaran dengan arah menjauhi serviks atau leher rahim. Namun, jika plasenta tidak berpindah atau tetap berada di dekat mulut rahim, maka jalur lahir janin terhalangi. Ini yang dinamakan dengan plasenta previa.

 

3 dari 7 halaman

Pendarahan

Tanda plasenta previa yang sering muncul adalah perdarahan, tetapi tidak diikuti dengan rasa nyeri atau sakit yang terjadi pada trimester ketiga kehamilan. Volume perdarahannya beragam dan berhenti dengan sendirinya, tetapi akan kembali terjadi selang beberapa hari kemudian. Meski begitu, tidak semua ibu hamil mengalami perdarahan walau didiagnosis mengidap plasenta previa.

 

4 dari 7 halaman

Plasenta Akreta

Plasenta akreta adalah kondisi ketika ari-ari atau pembuluh darah pada plasenta bertumbuh pada dinding rahim terlalu dalam. Normalnya, plasenta ikut terlepas dari dinding rahim usai ibu melahirkan.

Pada ibu, ketika mengalami plasenta akreta, plasenta tetap menempel pada dinding rahim setelah ibu melahirkan, baik sebagian atau seluruhnya. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini akan menyebabkan ibu mengalami perdarahan hebat setelah melahirkan.

Belum diketahui dengan pasti yang menyebabkan ibu mengalami kelainan plasenta akreta. Namun, beberapa ahli mengaitkan adanya bekas operasi caesar pada persalinan sebelumnya sebagai salah satu penyebab terjadinya kelainan ini. Pada beberapa kasus, ditemukan kondisi ketika ibu hamil yang mengidap plasenta akreta mengalami perdarahan hebat pada trimester ketiga.

Alice Norin mengalami dua masalah plasenta tersebut, yaitu previa dan akreta. Jika tak ditangani dengan tepat, nyawa ibu jadi taruhannya. Untuk itu jika terjadi pendarahan terus menerus saat hamil dan ada masalah plasenta, jangan segan untuk melakukan konsultasi lebih intensif dengan dokter kandungan.

Sumber: HaloDoc

5 dari 7 halaman

5 Fakta Mengagumkan Plasenta, 'Teman Hidup' Bayi Selama di Rahim

Dream - Janin dan plasenta tumbuh bersamaan di dalam rahim. Plasenta merupakan organ milik ibu dan janin, bagian dari kehidupan yang tak bisa dilepaskan.

Saat bayi lahir, tali plasenta diputus dan kemudian bayi hidup 'mandiri' dengan organnya.Sumber oksigen, darah, dan nutrisi bagi janin adalah plasenta. Betapa menakjubkannya organ satu ini, tiap ibu hamil akan tumbuh dan 'hidup' menemani bayi di rahim.

Dalam Islam, plasenta seperti juga organ tubuh lainnya, harus dikuburkan setelah keluar bersamaan dengan janin. Dicuci bersih lalu dikubur dengan layak. Ketahui lima fakta mengagumkan plasenta yang mungkin belum Sahabat Dream ketahui.

1. Fungsinya seperti multiorgan

Bentuk plasenta seperti payung di atas bayi, berfungsi seperti beberapa organ. Bertindak sebagai paru-paru bayi dengan menyediakan oksigen dari ibu, sebagai ginjalnya untuk menyaring kotoran, serta juga menjadi sistem pencernaan dan kekebalan dengan memberikan nutrisi dan antibodi.

Plasenta juga membuat suplai darah ibu terpisah dari janin, tapi bisa membantu meneruskan nutrisi. Plasenta inilah yang memungkinkan janin tumbuh sehat sebelum lahir.

 

6 dari 7 halaman

2. Plasenta berkomunikasi dengan ibu menggunakan eksosom

Salah satu kesulitan terbesar bagi dokter adalah plasenta tidak dapat dipantau pertumbuhannya secara detail selama kehamilan. Jika pembuluh darah tidak bekerja dengan benar, akan membatasi aliran darah ke plasenta, yang dapat menyebabkan preeklamsia, atau plasenta menembus terlalu dalam ke dinding rahim, suatu kondisi yang disebut plasenta akreta.

Para peneliti baru-baru ini menemukan bahwa eksosom (vesikula kecil yang disekresikan oleh organ tubuh) yang dilepaskan oleh plasenta mungkin menawarkan cara non-invasif untuk memantau pertumbuhan plasenta. Studi tersebut menemukan bahwa pada saat melahirkan, konsentrasi eksosom plasenta berkorelasi dengan berat plasenta. Analisis darah bisa jadi dikembangkan untuk memantau kondisi plasenta ibu.

3. Ibu yang tinggal di dataran tinggi, kerja plasentanya lebih efisien

“ Tekanan evolusioner pada plasenta sangat besar. Ini adalah tekanan evolusioner yang jauh lebih serius daripada perubahan kecil pada struktur tulang perempuan, ”kata Stacy Zamudio, ilmuwan senior dan direktur penelitian di Hackensack University Medical Center.

Untuk menunjukkan betapa sensitifnya plasenta terhadap kekuatan lingkungan, Zamudio mempelajari perempuan yang tinggal di dataran tinggi di Andes. Ditemukan bahwa plasenta mereka menghasilkan bayi yang lebih besar daripada wanita yang baru saja pindah ke komunitas dataran tinggi. Wanita yang telah tinggal di dataran tinggi selama beberapa generasi lebih efisien dalam mengambil oksigen dari udara tipis, yang pada gilirannya berdampak pada plasentanya.

 

7 dari 7 halaman

4. Plasenta memberikan imunitas ibu pada janin

Manusia dan primata tingkat tinggi lainnya (seperti kera dan simpanse) mulai mentransfer kekebalan tubuh ke janin melalui plasenta, sehingga bayi dilahirkan dengan konsentrasi antibodi darah dua kali lipat seperti ibunya. Ini berarti bayi memiliki perlindungan kekebalan hingga enam bulan setelah lahir. Setelah itu, mereka harus mulai menghasilkan antibodi baru sendiri.

 5. Obesitas berdampak efek negatif pada plasenta

Ibu yang mengalami obesitas saat hamil memiliki peningkatan risiko berbagai komplikasi terkait plasenta. Risikonya antara lain lebih mungkin menderita preeklamsia dan diabetes gestasional, plasenta kurang efektif dalam mentransfer zat besi dari ibu ke janin, dan berat badan yang lebih tinggi meningkatkan peradangan di plasenta. Untuk itu sangat dianjurkan menjaga berat badan ideal selama hamil agar plasenta dalam kondisi baik dan janin tumbuh optimal.

Sumber: MentalFloss

Join Dream.co.id