Alhamdulillah, Bayi 1 Bulan di Thailand Sembuh dari Covid-19

Do It Yourself | Kamis, 23 April 2020 16:02
Alhamdulillah, Bayi 1 Bulan di Thailand Sembuh dari Covid-19

Reporter : Mutia Nugraheni

Penanganan pasien bayi sangat berbeda dengan orang dewasa.

Dream - Baru saja dilahirkan ke dunia, seorang bayi di Thailand tertular virus Covid-19. Di usianya yang masih 1 bulan, ia harus berjuang untuk hidup dan diisolasi.

Alhamdullilah pengobatan berjalan baik dan bayi itu dinyatakan sembuh. Kabar bahagia ini disampaikan Visal Moolasar, seorang dokter anak yang merawat bayi tersebut di Bamrasnaradura Infectious Diseases Institute di Bangkok.

Perawatan pasien Covid-19 termuda di Thailand ini ditangani langsung oleh tim dokter. Mereka memutuskan untuk menggunakan empat obat antivirus untuk menyembuhkan bayi.

" Strategi yang digunakan untuk merawat anak ini adalah memberinya obat selama 10 hari," kata Visal, 22 April lalu, seperti dikutip dari Channel News Asia.

 

2 dari 5 halaman

Pemulihan Bertahap

Meskipun ada tantangan dalam merawat bayi di bawah satu tahun karena pembatasan pada obat-obatan tertentu, Visal mengatakan gejala pada anak-anak cenderung tidak terlalu parah dibandingkan orang dewasa. Namun pengawasan intensif tetap harus dilakukan.

" Kami melakukan pemeriksaan kesehatan kepadanya setiap hari dan tiga sampai lima hari setelah itu, sinar-X-nya menunjukkan tanda-tanda pemulihan bertahap," ungkap Visal.

Hingga kini kasus Covid-19 di Thailang mencapai 2.826 kasus positif dengan 49 korban meninggal.

3 dari 5 halaman

Melahirkan Saat Koma, Pasien Covid19 Baru Bertemunya Bayinya Setelah 12 Hari

Dream - Perjuangan untuk hidup di tengah pandemi memang tidak mudah. Virus covid-19 bisa menyerang siapa pun dan membuat keadaan tubuh jadi memburuk dalam waktu cepat. Seperti yang dialami Yanira Soriano, yang tengah hamil 34 minggu dan tertular covid-19.

Kondisinya memburuk dengan cepat. Ia mengalami sesak napas hebat. Dokter menyarankan untuk membuatnya koma dan menjalani persalinan caesar demi kesehatan dirinya dan janin dalam kandungan.

Keluarga menyetujui dan prosedur pun dilakukan. Operasi dilakukan di Southside Hospital, saat kandungannya memasuki 34 minggu. Yanira mengalami kesulitan bernapas, hal ini membuatnya harus menggunakan ventilator.

" Dalam kebanyakan kasus, ketika ibu melahirkan bayi maka bisa langsung memeluknya. Dalam kondisi ini karena ibunya sangat sakit, dia harus memakai ventilator dan ditidurkan tepat sebelum bayinya lahir," kata dr Benjamin Schwartz dari Southside Hospital kepada ABC 7 News.

 

4 dari 5 halaman

Sambutan Haru dan Bahagia

Pada 3 April 2020 lalu, sang putra yang diberi nama Walter lahir dengan sehat. Bayi itu langsung diisolasi dan tak bisa berada dalam dekapan ibunya. Pasalnya Yanira masih positif Covid-19 dan sangat berisiko menulari Walter.

" Dia (Yanira) tidak bangun ketika bayinya lahir dan tidak mendengar bayinya menangis atau memiliki kesempatan untuk bertemu dengannya tepat setelah kelahirannya," ungkap Schwartz.

 

 

5 dari 5 halaman

Video Detik-detik Yanira Keluar RS

Akhirnya pada 15 April 2020 lalu, Yanira diperbolehkan pulang. Ia sudah negatif dari Covid-19. Bayinya juga menjalani tes Covid-19 dan hasilnya negatif.

Saat keluar dari rumah sakit, para tim medis memberinya semangat dan tepukan membahana. Ia juga langsung ditemani dengan suami dan mendekap putranya yang baru saja dilihatnya.

Simak video detik-detik Yanira keluar dari rumah sakit dan dilepas oleh tim medis dengan sangat hangat.

 

 

Sumber: Huffingtonpost

Join Dream.co.id