Ada Konsultasi Menyusui Gratis Selama Pandemi Covid-19

Do It Yourself | Selasa, 21 April 2020 14:02

Reporter : Mutia Nugraheni

Penting bagi ibu untuk mencari bantuan dengan berkonsultasi dengan konselor jika mengalami masalah menyusui.

Dream - Masa awal menyusui membutuhkan banyak penyesuaian, baik bagi ibu maupun bayi. Sederet masalah kerap muncul, seperti puting lecet hingga berdarah, bayi selalu rewel saat menyusu, ibu mengalami nyeri punggung dan masih banyak lagi.

Penting bagi ibu untuk mencari bantuan dengan berkonsultasi dengan konselor laktasi. Biasanya, di rumah sakit atau klinik ibu dan anak, terdapat konselor laktasi bersertifikat.

Sayangnya dalam situasi pandemi seperti sekarang, ibu dan bayi sebaiknya tidak berkunjung ke RS jika tidak mendesak. Konsultasi laktasi bisa dilakukan secara hotline. Salah satu yang menyediakan konsultasi menyusui adalah Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Pusat.

" Mengingat permintaan yang besar di area DKI Jakarta yg memerlukan layanan konseling di masa Pandemi #COVID19, AIMI Pusat membuka layanan konseling menyusui via telp/WA Call GRATIS untuk mereka di area DKI JAKARTA & sekitarnya. Mohon dicatat lagi bahwa area layanan AIMI Pusat di saat normal dan pandemi adalah DKI Jakarta & sekitarnya," tulis AIMI di akun Instagram resminya.

 

Ada Konsultasi Menyusui Gratis Selama Pandemi Covid-19
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
2 dari 7 halaman

Hubungi Nomor Berikut

Bagi para ibu yang sangat membutuhkan konsultasi laktasi, bisa menghubungi nomor 0812-9432-5526 untuk mengatur jadwal konseling. Proses pendaftaran dapat dilakukan hari Senin hingga Jumat pukul 10.000 - 17.00 WIB.

 Konsultasi menyusui gratis AIMI
© AIMI

(Sumber: AIMI Pusat)

Tetap semangat menyusui, para Bunda!

3 dari 7 halaman

Bila Ibu Terinfeksi Virus Corona, Bolehkah Menyusui?

Dream - Masuknya virus corona (Covid-19) ke Indonesia, pastinya menimbulkan kekhawatiran. Terutama para ibu yang masih menyusui dan baru saja melakukan perjalanan dari negara-negara dengan kasus corona yang cukup tinggi.

Mungkin banyak yang penasaran, bagaimana bila ibu menyusui terkena virus corona. Apakah harus tetap menyusui? Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) dan AyahASI membuat panduan singkat bila ada kasus ibu menyusui yang positif corona, berdasarkan informasi dari UNICEF.

Semua ibu yang terdampak dan berada di wilayah berisiko serta menunjukkan gejala demam, batuk atau kesulitan bernapas, harus segera mencari bantuan medis dan mengikuti petunjuk dari petugas kesehatan.

 

4 dari 7 halaman

Lakukan Pencegahan

Karena pertimbangan bahwa menyusui dan ASI tidak memiliki peran signifikan dalam penyebaran virus pernapasan lain, maka ibu dapat terus melanjutkan menyusui, sambil melakukan semua tindakan pencegahan yang diperlukan.

Untuk ibu yang memiliki gejala tapi masih bisa menyusui, tindakan pencegahan yang dimaksud adalah memakai masker ketika berada di sekitar anak. Termasuk ketika sedang menyusui), mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan kontak dengan anak (termasuk menyusui), dan membersihkan/memberi desinfektan pada permukaan yang terkontaminasi.

 Panduan AIMI
© AIMI

Hal tersebut sebagaimana seharusnya dilakukan untuk tiap kali seseorang yang telah dikonfirmasi atau dicurigai terkena COVID-19 berinteraksi dengan orang lain, termasuk anak anak.

Jika kondisi ibu terlalu payah atau harus diisolasi maka disarankan untuk memerah ASI dan memberikannya ke anak melalui cangkir dan/atau sendok bersih. Tetap jaga kesehatan, Sahabat Dream!

Sumber: AIMI

5 dari 7 halaman

Efek Mengerikan Bagi Bayi Bila Ibu Menyusui Pecandu Narkoba

Dream - Selama menyusui, ibu harus lebih hati-hati dan selektif dalam mengonsumsi makanan dan minuman. Hal ini untuk menghindari paparan zat negatif yang bisa dikonsumsi bayi melalui air susu ibu (ASI).

Bukan hanya asupan sehari-hari, begitu juga obat medis. Selalu konsultasikan dengan dokter jika ingin mengonsumsi obat tertentu. Pasalnya, zat dalam obat bisa langsung berdampak bayi.

Bagaimana dengan ibu menyusui yang memakai narkoba? Seperti kasus Medina Zein, pengusaha yang baru saja melahirkan 9 September 2019 lalu. Melalui pemeriksaan polisi, ia diketahui positif mengonsumsi sabu-sabu.

Padahal, bayinya yang masih berusia 3 masih butuh ASI. Lalu apa dampaknya jika seorang ibu yang menyusui, memakai narkoba?

 

 

6 dari 7 halaman

Cenderung Tak Bisa Merawat dengan Baik

Dikutip dari KlikDokter, sabu atau metamfetamin dan senyawa turunananya yaitu amfetamin dapat menyebabkan sederet gejala yang sangat fatal. Antara lain, halusinasi, agitasi, kejang, psikosis, hipertensi, hipertermia, jantung berdetak lebih cepat, bergantung dengan dosis yang digunakan.

Efek samping obat tersebut menyebabkan ibu yang mengkonsumsi metamfetamin cenderung tidak bisa merawat bayinya.

Metamfetamin dapat dikeluarkan melalui air susu ibu ke bayi dalam jumlah besar. Jika tak ingin bayi juga terpapar metamfetamin, jarak antar menyusui dengan dosis terakhir metamfetamin harus setidaknya 48 jam.

 

7 dari 7 halaman

ASI Berkurang

Konsentrasi narkotika jenis ini mencapai 2,5 x lebih banyak saat dikeluarkan di air susu daripada jumlah di dalam cairan tubuh ibu. Pernah terdapat satu kasus kematian bayi setelah menyusu dari ibu pengguna metamfetamin.

Amfetamin senyawa turunan metamfetamin dapat menurunkan kadar hormon prolaktin sehingga menyebabkan produksi air susu ibu berkurang.

Bayi yang menyusu dari ibu pecandu narkotika jenis ini cenderung lebih sering gelisah, rewel dan sering menangis. Metamfetamin tidak aman dipergunakan saat kehamilan karena dapat menyebabkan bayi lahir prematur dan berat badan bayi lahir rendah.

Selengkapnya baca di sini.

Join Dream.co.id