8 Kondisi yang Menyebabkan Ibu Hamil Harus Istirahat Total

Do It Yourself | Jumat, 11 Oktober 2019 14:05

Reporter : Tantiya Nimas Nuraini

Terdapat beberapa kondisi yang mengharuskan ibu hamil untuk istirahat total.

Dream – Melakukan aktivitas fisik sebenarnya tak dilarang bagi ibu hamil, justru disarankan untuk olahraga rutin. Olahraga bisa memperlancar peredaran darah yang sangat baik kesehatan ibu dan janin.

Tak hanya itu, olahraga juga bisa membuat emosi ibu lebih stabil. Sayangnya pada beberapa ibu hamil, kondisinya tak memungkinkan.

Aktivitas fisik bisa jadi sangat berisiko karena bisa memicu masalah pada kehamilan atau kesehatan ibu sendiri. Terdapat beberapa kondisi yang mengharuskan untuk istirahat total atau bed rest selama waktu yang ditentukan.

Bed rest pada dasarnya yaitu pembatasan yang diterapkan selama kehamilan dari segala aktivitas yang kerap dilakukannya. Lantas kondisi apa saja yang membuat ibu hamil harus istirahat total? Yuk simak informasinya berikut ini.

8 Kondisi yang Menyebabkan Ibu Hamil Harus Istirahat Total
Shutterstock.com
2 dari 6 halaman

1. Preeklampsia

Preeklampsia sering juga disebut sebagai toksemia,gejala yang paling sering terjadi yaitu tekanan darah yang sangat tinggi. Gejala lainnya yaitu  adanya protein di dalam urine, kaki membengkak, tangan membengkak serta wajah yang juga ikut membengkak.

Jangan menyepelekan kondisi ini, sebab preeklampsia termasuk golongan penyakit yang berbahaya. Jika sudah terindikasi, diharuskan untuk melakukan ‘bed rest’ selama waktu yang ditentukan. 


2.  Masalah pada Serviks

Selain preeklampsia, kondisi serviks juga bisa membuat ibu hamil menjalani ‘bed rest’ selama beberapa saat. Penipisan, pelunakan, pemendekan serviks merupakan sedikit dari sekian banyak gangguan yang bisa terjadi.

Jika diketahui adanya pembukaan serviks sebelum waktu kelahiran maka diharuskan untuk menjalani ‘bed rest’ hingga waktu yang telah ditentukan. Tujuannya agar tidak menimbulkan kelahiran prematur atau terjadi masalah yang lebih serius.

3 dari 6 halaman

3. Kehamilan Bayi Kembar

‘Bed Rest’ akan sering dilakukan apabila mengandung anak kembar. Beban  yang ditanggung oleh tubuh ibu bisa dengan mudah membuat tubuh menjadi lelah.

Kondisi inilah yang nantinya bisa membahayakan keselamatan janin yang sedang dikandung. Bisa jadi dokter menyarankan untuk ‘bed rest’ sesering mungkin terlebih bila dirasa tubuh sudah lelah. Hal ini untuk mencegah risiko terjadi komplikasi ataupun kelahiran prematur.


4. Pendarahan

Terjadi pendarahan memang mengharuskan ibu hamil untuk menjalani ‘bed rest’. Bukan tanpa alasan, pendarahan selama masa kehamilan bisa menjadi suatu tanda terjadinya solusio plasenta atau plasenta previa. Jika kondisi ini terjadi pada saat usia kandungan di trimester dua dan tiga maka dokter hanya akan meminta untuk ‘bed rest’ sejenak. 

4 dari 6 halaman

5. Diabetes Gestasional

Setiap ibu hamil yang terindikasi menderita diabetes gestasional diharuskan untuk menjalani ‘bed rest’. Hampir samua dokter pasti akan menyarankan sang ibu untuk ‘bed rest’ selama waktu yan ditentukan dan tidak jarang hingga si kecil lahir. 

6.   Plasenta Previa

Plasenta pervia merupakan suatu kondisi dimana plasenta melekat pada bagian bawah rahim. Jangan dianggap sepele, kondisi ini akan menghalangi serviks serta jalan tempat bayi nantinya dilahirkan.

Salah satu cara mengatasinya adalah dengan melakukan ‘bed rest’ untuk mencegah plasenta mengalami ketegangan hingga si kecil siap dilahirkan ke dunia.

5 dari 6 halaman

7. Cairan Ketuban

Cairan ketuban memiliki peranan penting untuk melindungi janin dari segala kondisi yang membahayakan. Ketuban akan memberikan perlindungan terhadap benturan dan tali pusat yang mengering.

Sayangnya, dalam beberapa kasus kadar cairan ketuban mengalami penurunan. Ini merupakan salah satu kondisi yang bisa berakibat fatal pada janin. Jika terindikasi mengalami masalah ini, dokter akan langsung menyuruh ibu hamil untuk ‘bed rest’ hingga cairan kembali normal.



6 dari 6 halaman

8. Riwayat Komplikasi

 

Alasan penting lainnya yang mengharuskan Bunda untuk ‘bed rest’ yaitu adanya riwayat komplikasi. Komplikasi di sini bisa berupa keguguran dan kelahiran prematur.

Selain itu, jika didapati kondisi janin yang kurang berkembang dan lemah, dokter akan meminta ibu istirahat total, perbanyak makanan bergizi dan mengatur level stres. (mut)
 
 
 
(Sumber: Boldsky)

Join Dream.co.id