6 Penyebab BAB Berdarah pada Anak yang Patut Diwaspadai

Do It Yourself | Senin, 15 Juli 2019 16:05

Reporter : Siwi Nur Wakhidah

Buang Air Besar anak disertai darah? Ketahui penyebabnya sebelum bertambah parah.

Dream - Sistem pencernaan pada anak, terutama usia bayi dan balita masih sangat rawan, hal ini membuat Buang Air Besar (BAB) anak terkadang bercampur dengan darah. Faktanya, hal ini sangat umum terjadi.

Dilansir dari laman Health Line, anak yang mengalami sembelit rawan terkena masalah BAB yang bercampur darah. Kondisi ini disebabkan oleh robekan kecil pada anus yang diakibatkan dari feses yang keras.

Terkadang, makanan, minuman atau obat yang dikonsumsi anak juga bisa membuat warna feses berubah menjadi seperti darah. Jangan terkecoh dengan kondisi yang seperti ini. Karena kasus BAB berdarah sangat jarang terjadi dalam kondisi sehat.

Namun, apabila feses anak bercampur darah, penyebabnya ada beragam. Berikut beberapa penyebab BAB berdarah pada anak yang wajib diketahui oleh para orangtua:

6 Penyebab BAB Berdarah pada Anak yang Patut Diwaspadai
Sumber: Pixabay
2 dari 7 halaman

Fisura Anus

Kebanyakan kasus BAB berdarah pada anak disebabkan oleh fisura anus, atau celah pada anus. Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, robekan pada anus ini jadi penyebab BAB berdarah pada anak yang sangat umum.

Selain karena sembelit, fisura anus juga bisa disebabkan oleh diare, yang bisa mengiritasi lapisan anus dan anus terluka.

Tanda anak mengalami fisura anus, adalah munculnya garis-garis merah darah terang pada feses-nya, atau tisu yang digunakan untuk menyeka. Selain menyebabkan BAB berdarah, fisura anus juga menyebabkan rasa sakit dan gatal di sekitar anus.

3 dari 7 halaman

Infeksi

Penyebab BAB berdarah pada anak yang kedua adalah infeksi bakteri, virus, dan parasit di saluran pencernaan anak.

Infeksi ini bisa menyebabkan diare yang bercampur dengan darah pada anak. Bakteri-bakteri yang jadi penyebab BAB berdarah pada anak adalah:

-    Salmonella
-    E. Coli
-    Shigellosis

Selain bakteri, virus juga bisa menyebabkan infeksi, salah satunya Rotavirus. Dan, ada juga BAB berdarah yang disebabkan oleh parasite Giardia Lamblia, yang bisa menyerang segala usia, tidak hanya pada anak-anak saja.

Tanda-tanda anak mengalami infeksi saluran pencernaan ada banyak, seperti BAB yang berdarah, demam tinggi, lesu, dan sakit pada bagian perut hingga anus.

4 dari 7 halaman

Peradangan Usus atau Inflammatory Bowel Disease (IBD)

Kondisi ini merupakan kondisi yang kronis, dan terjadi karena adanya peradangan pada usus. Inflammatory Bowel Disease (IBD) ini juga bisa jadi penyebab BAB berdarah pada anak. Peradangan usus ini ada dua jenis yang melibatkan sistem kekebalan tubuh, yaitu:

-    Crohn, kondisi yang dapat mempengaruhi bagian manapun dari saluran pencernaan hingga seluruh organ pencernaan bagian dalam.

-    Kolitis Ulserativa, kondisi ini terjadi karena peradangan yang terjadi pada bagian usus besar.

IBD biasanya diderita oleh anak usia remaja, namun tidak menutup kemungkinan terjadi pada anak usia balita. Gejala umum IBD biasanya meliputi, diare yang berdarah, keluar lender dari anus, penurunan berat badan, lemas, dan kram pada perut.

5 dari 7 halaman

Anal Asbes dan Fistula

Anak yang memiliki riwayat terkena diare atau sembelit, sangat berpotensi untuk mengalami kondisi ini, anal asbes dan fistula. Anal asbes biasanya terjadi apabila rongga pada anus mengalami infeksi yang disebabkan oleh bakteri, dan bernanah.

Sedangkan fistula, terjadi ketika asbes tidak kunjung sembuh, dan nanah yang ada dalam rongga anus pecah. Kedua kondisi ini akan menimbulkan rasa sakit dan nyeri pada bagian anus.

Selain jadi penyebab BAB berdarah pada anak, anal asbes dan fistula juga akan menyebabkan pembengkakan dan muncul benjolan di sekitar anus.

6 dari 7 halaman

Polip Usus

Walau polip usus lebih sering terjadi pada anak, namun tidak menutup kemungkinan terjadi pada anak-anak. Dan, jenis polip yang sering terjadi pada anak adalah polip juvenile, yang mana polip akan tumbuh dan berkembang di usus besar sebelum usia 10 tahun.

Polip juvenile ini jadi salah satu penyebab BAB berdarah pada anak usia remaja, dan biasanya polip sudah berkembang ketika anak berusia balita dari usia 2 hingga 6 tahun.

Selain menyebabkan BAB berdarah, anak yang mengalami kondisi ini akan merasakan sakit pada bagian perut.

7 dari 7 halaman

Diare dan Lendir Mucus

Selain penyebab BAB berdarah pada anak, ada dua kondisi lain yang bisa menyebabkan anak BAB bercampur darah, yaitu anak yang sedang diare dan anak yang mengalami mucus, atau lendir yang keluar dari anus.

Dua kondisi ini disebabkan oleh bakteri dan virus yang mengganggu sistem pencernaan pada anak. Untuk mengatasi masalah BAB berdarah yang disebabkan oleh kondisi-kondisi di atas, orang tua bisa melakukan konsultasi dengan dokter anak.

Untuk mengantisipasinya, orang tua juga bisa melakukan beberapa hal, seperti:
-    Memberi asupan serat yang cukup pada anak
-    Menjaga kebersihan lingkungan sekitar anak
-    Menggunakan salep resep dokter

Semoga bermanfaat!

Join Dream.co.id