6 Bulan Pasca Melahirkan Hormon Baru Kembali Normal

Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
DO IT YOURSELF  |  11 November 2020 14:05

Fluktuasi emosi akan dialami ibu karena peruahan hormon yang drastis.

Reporter : Mutia Nugraheni

Penurunan level vitamin dan mineral

Merasa gemetar dan kelelahan cukup umum terjadi dalam beberapa minggu pertama setelah melahirkan. Gejalala ini juga dapat dikaitkan dengan kadar zat besi yang rendah. 

“Ibu berisiko lebih tinggi mengalami kekurangan zat besi setelah melahirkan, karena kehilangan darah selama persalinan,” kata Sarah O’Hara, seorang pakar gizi.

Tetap minum multivitamin kaya sat besi setelah melahirkan dan menyusui. Perbanyak makanan kaya zat besi, seperti daging merah, produk biji-bijian yang diperkaya, kacang-kacangan, lentil, dan sayuran hijau. Ibu merasa lebih baik dalam beberapa minggu setelah meningkatkan asupan zat besi.

Uterus, vagina dan vulva

Rahim mengalami banyak perubahan saat hamil, melahirkan dan setelahnya. Pemulihan persalinan pervaginam (normal) dan operasi caesar memang berbeda, tapi memiliki persamaan.

Ibu tetap akan mengalami nyeri, yang terasa seperti kram menstruasi, dimulai segera melahirkan dan berlangsung selama dua atau tiga hari. Kontraksi pun akan terus berlanjut terus selama beberapa minggu ke depan. Ini membantu rahim menyusut ke kondisi sebelum melahirkan. Selama sekitar enam minggu, rahim akan berkontraksi ke ukuran aslinya, akhirnya turun ke belakang tulang kemaluan.

Ibu juga akan mengalami keluarnya cairan berdarah, yang disebut lokia, hingga enam minggu setelah melahirkan. Darah dan lendir itu, yang warnanya menjadi lebih terang dan mengalir seiring waktu, berasal dari area tempat plasenta menempel pada otot rahim.

Sumber: Todays Parent

BERANI BERUBAH: Ketika Bisnis dan Beramal Bersatu
Join Dream.co.id
Anda Perlu Tahu :
Detik-Detik Ustaz Zacky Mirza Pingsan Saat Ceramah
Komentar Anda :
Jangan Lewatkan :