5 Fakta Menarik Seputar Ovulasi yang Jarang Diketahui

Do It Yourself | Rabu, 21 Juli 2021 14:04

Reporter : Mutia Nugraheni

Penasaran?

Dream - Sebagian besar wanita memahami bahwa waktu paling subur mereka adalah saat mereka berovulasi. Itu sebabnya pasangan yang mencoba untuk hamil sering menggunakan alat pelacak ovulasi, agar lebih jelas mengetahui waktu ovulasi yang tepat agar kehamilan bisa terjadi.

Ovulasi adalah proses ketika sel telur yang sudah matang dikeluarkan dari ovarium ke tuba falopi untuk dibuahi. Seperti peluang tiap bulan dan menentukan waktu yang tepat meningkatkan kemungkinan pembuahan akan terjadi.

Ada beberapa fakta seputar ovulasi yang cukup mengejutkan. Sahabat Dream mungkin juga belum mengetahuinya.

Tubuh lebih nyeri
Setidaknya 20% wanita merasa tanda dari tubuh mereka yang menunjukkan ovulasi. Seperti sedikit rasa sakit atau sedikit kram perut. Beberapa orang juga mengalami nyeri payudara atau peningkatan keputihan.

Jutaan sel telur
Setiap wanita dilahirkan dengan jutaan sel telur yang belum matang. Proses pematangannya hanya menunggu ovulasi dimulai, tetapi biasanya hanya satu sel telur yang dilepaskan pada setiap siklus ovulasi.

 

5 Fakta Menarik Seputar Ovulasi yang Jarang Diketahui
Ilustrasi
2 dari 6 halaman

Sel Telur

Masa hidup sel telur matang
Sel telur yang matang masa hidupnya hanya selama 12 – 24 jam setelah meninggalkan ovarium. Jika telur yang dilepaskan tidak dibuahi, ia akan hancur dan diserap ke dalam lapisan rahim.

Pengaruh luar
Ovulasi dapat dipengaruhi oleh stres, penyakit, atau gangguan lain pada rutinitas normal. Saat stres, mengonsumsi obat karena pengobatan, bisa jadi menghambat terjadinya ovulasi.

Hasrat meningkat
Banyak wanita mengalami peningkatan hasrat seksual pada beberapa hari sebelum mereka berovulasi. Satu penelitian menyimpulkan bahwa wanita akan tampak lebih menarik selama ovulasi. Ini adalah cara alami untuk membantu menarik pasangan saat di masa paling subur.

Sumber: Momstatic

3 dari 6 halaman

#DreamTestPack, Dokter Jelaskan Usia Perempuan di Puncak Kesuburan

Dream - Masalah kesuburan bagi perempuan yang merencanakan kehamilan kerap membuat khawatir. Salah satu yang sangat berpengaruh pada kesuburan adalah usia. Tak dipungkiri, semakin bertambahnya usia membuat level kesuburan perempuan menurun.

Bagi Sahabat Dream dan pasangan yang tengah menjalani program hamil, mungkin penasaran apakah usia saat ini sedang berada di puncak kesuburan atau tidak. Dokter Shanty Olivia Jasirwan, Sp.OG-KFER dari RS Pondok Indah IVF, dalam program #DreamTestPack memberikan penjelasan.

" Seorang perempuan memiliki potensi kesuburan paling tinggi pada usia 20an hingga awal 30 tahun, karena pada usia tersebut mereka memiliki kuantitas maupun kualitas sel telur yang terbaik selain itu, angka kehamilan yang berisiko juga paling rendah pada usia tersebut," ujar dr. Shanty.

Disarankan, bagi yang sedang berada di rentang usia tersebut, untuk melakukan hubungan seksual secara rutin. Pasangan suami istri juga sebaiknya memperbaiki gaya hidup dan memenuhi asupan nutrisi dengan baik agar kehamilan bisa terjadi.

Hal yang juga sangat penting adalah mengetahui masa subur. Berhubungan intim pada masa subur akan meningkatkan kemungkinan hamil lebih tinggi. Bagaimana cara menghitungnya?

" Cara menghitung masa subur yang paling simpel adalah, ketahui dulu siklus haid kita, teratur atau tidak. Jadi pola haidnya yaitu jarak antar hari pertama hai dan ke haid berikutnya yang terbilang normal adalah 24 sampai 38 hari," kata dr. Shanty.

 

4 dari 6 halaman

Lihat penjelasan dr. Shanty selengkapnya

      View this post on Instagram

A post shared by Dream.co.id (@dreamcoid)

 

Punya pertanyaan seputar kesuburan? Isi saja formulir ini, nantinya para dokter pakar kesuburan akan menjawab pertanyaan kamu di Instagram @Dreamcoid

5 dari 6 halaman

#DreamTestPack, Level Stres Pengaruhi Keberhasilan Program Hamil

Dream - Menjalani program hamil memang bukan hanya harus menyiapkan kondisi fisik tapi juga psikis. Salah satu hal yang menghambat keberhasilan program hamil adalah level stres yang tinggi.

Bukan hanya pada calon ibu tapi juga calon ayah. Tak dipungkiri tubuh dan pikiran saling mempengaruhi. Saat level stres tinggi bisa berdampakn buruk pada kesuburan dan menghambat kehamilan. Hal ini disampaikan oleh dr. Aida Riyanti, Sp.OG, KFER, M.RepSc dari RSPI IVF Center dalam program #DreamTestPack

" Dari beberapa penelitian yang melihat bagaimana hubungan stres dengan berhasilnya program kehamilan menunjukkan bahwa memang terdapat hubungan antara level stres dengan berhasilnya dengan program kehamilan," kata dr. Aida.

Penelitian yang dilakukan di Amerika menunjukkan bahwa jika enzim stres pada wanita cukup tinggi, dapat menunda terjadinya kehamilan sebanyak 30 persen. Hal ini jika dibandingkan dengan wanita dengan enzim stres yang rendah.

" Kita tahu saat stres hormon kortisol akan meningkat sehingga dapat mempengaruhi proses ovulasi yang dapat mempengaruhi sinyal dari otak ke indung telur," ungkap dr. Aida.

6 dari 6 halaman

Lihat Penjelasan Lengkapnya

      View this post on Instagram

A post shared by Dream.co.id (@dreamcoid)

 Punya pertanyaan seputar kesuburan? Isi saja formulir ini, nantinya para dokter pakar kesuburan akan menjawab pertanyaan kamu di Instagram @Dreamcoid

Join Dream.co.id