11 Sekolah di Jakarta Tutup karena Covid-19, PTM Didesak untuk Ditinjau Ulang

Do It Yourself | Jumat, 14 Januari 2022 12:07

Reporter : Mutia Nugraheni

Jangan sampai kasus meledak dan anak-anak menjadi korban.

Dream - Pembelajaran tatap muka (PTM) baru berlangsung sekitar 2 pekan di awal Januari 2022. Kebijakan PTM saat pandemi tersebut dikeluarkan melalui SKB (Surat Keputusan Bersama) 4 Menteri, mengingat pertimbangan learning loss pada generasi bangsa selama 2 tahun terakhir.

Rupanya, setelah berlangsung selama dua minggu, terjadi kasus Covid-19 di 11 sekolah. Hingga hari ini ada 11 sekolah di DKI Jakarta yang diketahui terdapat kasus Covid-19 dan terpaksa ditutup. Berikut daftar yang sekolah yang dihentikan PTM dan kembali dilakukan sekolah online karena ditemukan kasus Covid-19:

1. SDN Ceger 02 Pagi (3 peserta didik)
2. SDN Susukan 08 Pagi (1 peserta didik)
3. SDN Jati 01 Pagi (1 peserta didik)
4. SMP Islam Andalus (1 peserta didik)
5. SMP Labschool Jakarta (1 pendidik)
6. SMPN 252 Jakarta (1 peserta didik)
7. SMAN 71 Jakarta (1 peserta didik)
8. SMA Labschool Jakarta (2 peserta didik, 1 pendidik)
9. SMAN 20 Jakarta (1 peserta didik)
10. SMKS Malaka Jakarta (1 peserta didik)
11. SMP Azhari Islamic School Rasuna (1 peserta didik)

 

11 Sekolah di Jakarta Tutup karena Covid-19, PTM Didesak untuk Ditinjau Ulang
Sekolah Saat Pandemi/ Foto: Shutterstock
2 dari 3 halaman

PTM Ditinjau Ulang

Sejak SKB 4 Menteri dikeluarkan beberapa waktu lalu, sejumlah pihak mengkritisi keputusan tersebut. Seperti Ketua Satgas Covid IDI, Prof. Zubairi Djoerban, dan Ketua Umum IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), Dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K).

Menurut Prof. Zubairi dalam kondisi merebaknya Omicron seperti sekarang, PTM harus ditinjau ulang. Kehati-hatian sangat diperlukan dalam situasi sekarang, agar kasus tidak terus meningkat dan membuat kewalahan pelayanan kesehatan.

" Tatap muka ini karena sekarang ada perubahan yang tadinya omicronnya hanya satu, tau-tau kemarin kita sudah punya 152 kasus Omicron. Jadi menurut saya keputusan untuk tatap muka 100 persen perlu ditinjau kembali perlu disesuaikan dengan kondisi pandemi pada hari-hari terakhir ini," ujar Prof. Zubairi, dalam video yang diunggah di Instagram resminya, @profesorzubairi.

Ia juga mengingatkan agar tak boleh lengah apalagi sombong dengan situasi kasus Covid-19 di Indonesia saat ini, yang mulai mereda. Menurutnya kita harus belajar dari negara-negara lain yang kasus Omicronya meledak.

" Intinya kita wajib hati-hati. Kita perlu banget waspada namun tidak perlu panik, tidak boleh sombong. Kita juga belajar, dari negara tetangga kita," ujarnya.

 

3 dari 3 halaman

Buka Tutup Sekolah Ditentukan Kasus Covid-19

Sementara Dr. Piprim sebelumnya mengingatkan kalau hanya anak-anak yang sudah divaksin full dose saja yang boleh sekolah PTM. Saat ini anak usia SD 6-11 sebagian besar baru mendapatkan vaksin pertama, dan belum dosis penuh.

" Untuk membuka pembelajaran tatap muka 100% guru dan petugas sekolah harus sudah mendapatkan vaksin Covid-19. Anak dapat masuk sekolah adalah anak yang sudah diimunisasi Covid-19 lengkap dua kali dan tanpa komorbid," ujar Dr. Piprim, dalam video yang diunggah di Instagram resmi IDAI, @idai_ig.

Dokter Piprim juga memaparkan kondisi di negara lain di mana varian Omicron yang menular lebih cepat. Varian ini banyak menjangkiti anak-anak yang belum mendapat vaksinasi Covid-19.

" Data di negara lain yaitu Amerika Serikat, Eropa, Afrika terkait peningkatan kasus Covid-19 pada anak dalam beberapa minggu terakhir dan sebagian besar kasus anak yang sakit adalah anak yang belum mendapatkan imunisasi Covid-19," ungkapnya.

Penerapan PTM di sekolah juga harus dipastikan dilakukan dengan protokol kesehatan ketat. Buka tutupnya sekolah akan sangat ditentukan kasus Covid-19 di area tersebut dan tentunya, kondisi sekolah.

Join Dream.co.id