Anak Tak Sarapan, Nilainya Bisa Menurun

Do It Yourself | Selasa, 17 September 2019 08:03

Reporter : Cynthia Amanda Male

Pastikan perut buah hati sudah terisi saat memulai aktivitas di pagi hari.

Dream - Sarapan bagi anak-anak sebelum sekolah, adalah wajib. Jangan sampai perut anak kosong saat ke sekolah. Kondisi perut yang lapar membuat anak sulit berkonsentrasi saat belajar.

Sayangnya, di Indonesia, masih banyak anak-anak yang tak terbiasa sarapan. Bahkan menurut sebuah penelitian, sekitar 70 persen anak Indonesia tidak sarapan pagi.

" Salah satu cara pengembangan mutu anak adalah pemberian sarapan pagi, tapi 70 persen anak-anak nggak sarapan pagi," ungkap Bambang Hadi Waluyo, Kasubdit Kelembagaan dan Sarana Prasarana Kemdikbud dalam acara 'Program Edukasi Gizi Gerakan Nusantara 2019 Frisian Flag' di Kemendikbud RI, Jakarta Pusat Senin 16 September 2019.

Melalui hasil pre dan post test penyuluhan pada ratusan guru serta murid seputar sikap perilaku gizi, membuktikan bahwa sarapan bisa meningkatkan pengetahuan maupun sikap. Adapun sarapan pagi yang disarankan adalah gizi seimbang, terdiri dari berbagai kelompok makanan dan memenuhi 30 persen dari kebutuhan pangan harian.

 Anak Tak Sarapan, Nilainya Bisa Menurun
© MEN
2 dari 6 halaman

Tiga Warna di Piring

" Sesuai dengan isi piringku. Lebih lengkap lebih bagus. Kalau terlalu sederhana ya kurang. Minimal 3 warna di piring," kata Ahmad Syafiq, Pakar Gizi dari Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Universitas Indonesia.

Ia pun menganjurkan sarapan tidak lebih dari jam 9 pagi agar tidak mengantuk dan lebih bersemangat sekolah.

" Anak tidur 8-10 jam tidak mengonsumsi apapun, jadi butuh energi untuk beraktivitas. Teorinya, sarapan membuat orang tidak mengantuk, justru sebaliknya. Kalau sudah sarapan dan masih ngantuk, khawatir terkena anemia," kata Ahmad.

3 dari 6 halaman

Tiga Rekomendasi Sarapan untuk Anak dari Pakar Gizi

Dream - Memastikan anak-anak memulai hari dengan sarapan yang sehat, jadi hal yang tak mudah. Durasi yang pendek untuk menyiapkan makanan, ditambah si kecil belum semangat untuk makan, dan orangtua juga sibuk berkejaran dengan waktu.

Akhirnya, makanan instan tinggi lemak dan gula jadi pilihan utama. Kebiasaan sarapan tak sehat ini berkaitan erat dengan risiko penyakit diabetes, jantung dan penyakit lainnya di kemudian hari saat mereka dewasa.

Lalu apa menu sarapan praktis dan sehat untuk anak? Ahli gizi British Dietetic Association (BDA) dan ahli diet anak, Aisling Pigott, menyarankan tiga menu ini. Cepat disiapkan dan kaya gizi.

4 dari 6 halaman

1. Sereal

Jika sereal adalah hal yang paling disukai anak, cari yang rendah gula dan kadar seratnya tinggi. Ada juga yang yang kadar gulanya rendah, untuk itu selalu baca informasi gizi dalam kemasan.

" Sereal terbaik adalah yang berbasis bahan gandum. Padukan dengan susu dan potongan buah segar, cukup jadi bahan bakar anak untuk memulai hari," ujar Pigot, seperti dikutip dari Huffington.

5 dari 6 halaman

2. Bubur gandum dan buah

Pigott mengatakan sarapan yang ideal terdiri dari karbohidrat, protein dan buah-buahan dan sayuran. " Sarapan seimbang yang sangat sehat adalah gandum (tanpa tambahan), susu dan buah di atasnya, seperti pisang atau buah beri," katanya.

Tidak harus rumit menyiapkannya. Menu tersebut merupakan pilihan bagus dan akan membuat anak tetap berenergi sampai siang.

6 dari 6 halaman

3. Telur

Jika mencari menu yang kaya protein, olahan telur adalah jawabannya. Bisa membuat omelet atau menjadikannya isian roti. Jika punya cukup banyak waktu, bisa membuat campuran tahu telur kukus sayuran. Asupan protein yang tinggi akan membuat si kecil kenyang lebih lama dan penting untuk 'makanan' otaknya.

Join Dream.co.id