Warak Kayu di Semarang Menang Building of the Year Awards 2021

Decor | Minggu, 21 Februari 2021 10:38

Reporter : Mutia Nugraheni

Merupakan bangunan perpustakaan dan pusat kegiatan komunitas.

Dream - ArchDaily, situs arsitektur yang mengkurasi karya para arsitek dunia setiap tahunnya menggelar penghargaan Building of the Year Awards. Pada 2021 kali ini, salah satu bangunan di Indonesia jadi pemenang dalam kategori Publik and Landcape Architecture.

Bangunan tersebut merupakan perpustakaan publik yang berlokasi di Semarang, Jawa Tengah yang dikenal dengan Warak Kayu yang dibuat oleh biro arsitek Shau Indonesia. Kemenangan ini juga melibatkan suara dari para membaca Archdaily yang mencapai 200.00 suara.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, para pemenang menampilkan spektrum luas dari berbagai jenis bangunan, memberikan wawasan tentang betapa beragamnya profesi ini dalam beberapa dekade terakhir. Shau Indonesia dengan Warak Kayu dianggap telah mendemonstrasikan kemampuan mereka untuk membuat perubahan yang nyata dan positif di tempat yang dibutuhkan.

 Warak Kayu
© KIEARCH.com

Foto: KIEARCH.com

Bagaimana detail bangunan perpustakaan ini? Perpustakaan Mikro Warak Kayu adalah proyek yang dibangun kelima dalam sebuah inisiatif untuk meningkatkan minat baca dengan menciptakan ruang komunitas multi-fungsi yang berkinerja sosial dengan desain dan bahan yang sadar lingkungan. Merupakan persembahan Yayasan Arkatama Isvara untuk Kota Semarang.

 

Warak Kayu di Semarang Menang Building of the Year Awards 2021
Warak Kayu/ Foto: KIEARCH.com
2 dari 6 halaman

Adaptasi Rumah Panggung

Perpustakaan mikro tidak memungut biaya masuk dan dijalankan oleh Harvey Center - sebuah kelompok amal lokal di Semarang - berkoordinasi dengan pemerintah daerah.
Secara arsitektural, bangunana dianggap mewakili eksperimen desain, material, dan tipologi pasif untuk suasana konteks tropis.

Bentuknya mengadaptasi rumah panggung tradisional karena tidak hanya berfungsi sebagai perpustakaan tetapi menambah nilai dengan menjadi lingkungan dan pusat komunitas Pada saat yang sama digunakan untuk mempromosikan produk kayu rekayasa dan kemampuan manufaktur Indonesia.

Perpustakaan Mikro Warak Kayu kini jadi lanskap arsitektur ikonik Semarang. Dibangun di Taman Kasmaran, lapangan umum di pusat kota dengan jarak langsung dengan sungai dan memiliki pemandangan indah ke Kampung Pelangi.

Sumber: Archdailly

3 dari 6 halaman

Desain Kreatif, Rumah Jadi Asri Meski Letaknya di Gang Sempit

Dream - Terobosan desain arsitektur yang saat ini sangat mencuri perhatian adalah desain rumah kecil di tanah yang tidak luas, lokasinya bukan di komplek perumahan tapi di area pemukiman padat penduduk. Kreativitas tim arsitek sangat dibutuhkan untuk membuat hunian tetap nyaman bagi penghuninya.

Salah satu yang mungkin bisa menginspirasi adalah rumah yang bernama Jalousie di kota Hue, Vietnam. Rumah ini berdiri di lahan sempit dan padat. Ukurannya 7m (menghadap barat) dan 14m (menghadap selatan).

 Jalousie Home
© Quang Dam

Foto: Quang Dam via Archdaily

Dikutip dari Archdaily, rumah di kawasan Hue sangat padat dan berdempetan. Kondisinya cenderung kekurangan udara dan cahaya karena sisi-sisinya saling menempel dengan tetangga.

" Hue juga salah satu tempat dengan curah hujan terbesar di Vietnam. Terletak di iklim ini, kami membuat trik arsitektur dengan 'melapisi' satu sama lain, menciptakan celah ventilasi dan kedap air," ungkap tim arsitek dari Limdim House Studio.

 

4 dari 6 halaman

Skema Layering

Desain arsitektur menggunakan skema layering, yaitu daun jendela kaca dengan pola lipat dinding pada fasad dan yang lainnya adalah sistem blok angin di bagian belakang.

 Jalousie Home
© Quang Dam via Archdaily

Jalousie Home/ Foto: Quang Dam via Archdaily

Dinding berpola lipat pada fasad menghalangi sinar matahari dan membantu rumah mengatasi hujan di musim dingin, tetapi tetap membiarkan udara masuk dan keluar dengan lancar. Tak hanya itu, lipatan-lipatan tersebut turut membentuk bangunan, menjadikannya istimewa, menonjol namun terlihat apik.

 

5 dari 6 halaman

Dinding Berlubang

Terdapat dinding berlubang di bagian belakang untuk memungkinkan angin tetap masuk optimal dan memaksimalkan pencahayaan alami. Dinding ini juga mencegah efek panas di musim panas dan mengurangi level dingin saat musim hujan datang.

 Jalousie Home
© Quang Dam

Jalousie Home/ Foto: Quang Dam via Archdaily

Sistem ini dipadukan dengan skylight dan pintu kaca di fasad untuk memastikan sinar matahari terdistribusi dengan baik di siang hari.

 

6 dari 6 halaman

Pendingin Alami

Ada juga area taman untuk menciptakan suasana asri. Taman ini berfungsi sebagai pendingin ruangan alami, menjadikan udara lebih sejuk dan bersih sebelum masuk ke dalam rumah sekaligus mengurangi panas matahari.

 Jalousie Home
© Quang Dam

Jalousie Home/ Foto: Quang Dam via Archdaily

Taman ini juga memberikan pemandangan hijau terbuka dari kamar tidur dan kamar mandi, memberikan pemilik rumah perasaan rileks. Selain itu ada juga rumput karpet hijau di balkon lantai 2. Bisa untuk bersantai di malam hari.

Terkait
Join Dream.co.id