Pilih Ukuran dan Jenis Pot yang Tepat untuk Tanaman Hias

Decor | Sabtu, 6 Februari 2021 10:30

Reporter : Cynthia Amanda Male

Ketahui kekurangan dan kelebihan masing-masing jenis pot.

Dream - Saat memelihara tanaman hias, terdapat beberapa aspek yang harus diperhatikan agar tanaman kesayangan tumbuh dengan sehat dan optimal. Salah satunya adalah pemilihan pot yang tepat.

Meskipun terlihat hanya seperti aksesori yang bisa dipilih sesuka hati, namun pemilihan pot sangat berpengaruh pada tanaman. Pot yang terlalu kecil bisa menghambat pertumbuhan tanaman dan membuatnya tidak subur atau bahkan mati.

Pot yang terlalu besar bisa membuat pemupukan, pemberian nutrisi atau penyiraman tanaman kurang merata dan efektif.  Hal ini membuat pertumbuhan tanaman malah bisa terhambat.

Masing-masing jenis pot memiliki ukuran, bahan serta ketahanan yang berbeda-beda. Dilansir dari Instructables.com, berikut tips memilih pot sesuai dengan kebutuhan tanamanmu.

 

 

Pilih Ukuran dan Jenis Pot yang Tepat untuk Tanaman Hias
Merawat Tanaman Hias. (Source: Shutterstock)
2 dari 6 halaman

Pot terakota

Pot terakota merupakan jenis yang paling disukai oleh banyak orang. Pasalnya, warnanya kontras dan cocok untuk berbagai tanaman daripada pot hitam biasa.

Bentuknya pun beragam sehingga lebih menarik ketika ditaruh sebagai dekorasi rumah. Pot terakota sangat cocok digunakan untuk menanam sukulen atau tanaman yang tidak membutuhkan media tanam lembap maupun basah.

Hal ini dikarenakan pot terakota sangat mudah menyerap air. Ketika sedang menyerap air, warna pot akan berubah menjadi lebih gelap. Sehingga, kamu lebih mudah mengetahui kapan harus menyiram tanaman.

Pot ini bisa berbahaya untuk tanamanmu ketika terlalu banyak menyerap air. Terutama, ketika cuaca panas dan tidak begitu lembap. Pot terakota juga bisa pecah ketika terjatuh dan retak jika terpapar suhu yang terlalu dingin.

3 dari 6 halaman

Pot plastik

Berbeda dengan pot terakota, pot plastik tersedia dalam bentuk dan warna yang lebih banyak. Sehingga, kamu bisa memilih sesuai dengan selera.

Pot plastik juga dijual dalam jumlah yang lebih banyak. Harganya pun lebih murah daripada pot terakota.

Bahan plastik membuat pot ini cukup ringan, tidak mudah pecah atau rusak serta mudah dibersihkan. Kamu bisa memakainya berkali-kali untuk berbagai tanaman meski warnanya dapat memudar seiring waktu.

Pot keramik

Jika ingin memiliki pot yang sedikit lebih unik, kamu bisa memilih pot keramik. Pot keramik tersedia dalam berbagai bentuk dan motif.

Pot ini sangat cocok untuk tanaman yang membutuhkan tanah lembap. Kamu juga bisa menaruhnya di tempat berangin agar tanaman tidak mudah jatuh.

Tapi pot ini cukup berat, terutama ketika memakai ukuran besar. Harganya pun lebih mahal daripada jenis pot lain.

4 dari 6 halaman

Pot tanpa lubang

Beberapa tanaman seperti teratai tidak membutuhkan lubang pada pot karena membutuhkan tanah yang tergenang.

Jika ingin mencoba memakai jenis pot ini, pastikan tanaman sudah cukup kuat atau dewasa. Kamu juga bisa memakai pot berlubang di dalam pot tanpa lubang untuk menjaga drainase tanaman.

Tips memilih jenis dan ukuran pot

Ketika ingin memindahkan tanaman ke pot atau repotting, pilih ukuran yang sesuai dengan besar akar.

Jangan sampai akarnya sesak ketika sedang mengalami pertumbuhan. Gantilah ukuran pot secara bertahap ketika tanaman mulai membesar.

Gunakan pot yang lebih dalam untuk tanaman berakar besar dan pakai pot lebih lebar untuk tanaman berakar kecil.

Ketika akar tanaman sudah menjalar ke luar pot, terlihat di dasar atau bagian atas pot, itu tandanya harus mengganti ukuran pot dengan yang lebih besar. (mut)

5 dari 6 halaman

Tanaman Melati Bisa Tumbuh Subur Meski dalam Ruangan

Dream - Sedang bingung memilih tanaman bunga untuk dirawat di dalam rumah? Pilih saja melati, bunga ini memiliki aroma yang begitu manis, menenangkan, klasik dengan tampilan yang romantis.

Perpaduan bunga putih dengan daun hijau yang lebat, sangat pas untuk menonjolkan suasana asri dalam rumah. Banyak yang tak tahu kalau melati bisa tumbuh subur meski ditaruh di dalam ruangan.

Tonya Barnett, pakar tanaman yang juga memiliki chanel YouTube memiliki trik untuk menanam melati di dalam rumah. Menurutnya melati memang harus diletakkan di sudut yang terpapar banyak sinar matahari.

" Melati bekerja paling baik di lokasi yang cerah dan panas, pot di tanah yang sedikit asam, dengan drainase yang baik dengan kandungan organik yang baik," kata Barnett, dikutip dari MarthaStewart.com.

Melati harus mendapatkan setidaknya enam jam sinar matahari setiap hari. Sinar pun harus kuat, meski cahaya tidak langsung. Jangan lupa untuk memastikannya ditanam di tanah yang tepat.

 

6 dari 6 halaman

Dipangkas Setelah Berbunga

" Penanaman gantung sangat populer, karena memungkinkan tanaman merambat mengalir dari wadah, menciptakan efek visual yang unik dan mencolok," kata Barnett.

Karena melati tumbuh pesat, pemangkasan akan menjadi langkah penting untuk menjaga tanaman tetap segar dan lebat, mendorong percabangan, dan membantunya berkembang. Waktu terbaik untuk memangkasnya adalah setelah berbunga.

Tak lama setelah tanaman melati dalam ruangan mulai berbunga, perlu dipangkas lagi sedikit. Setidaknya harus ada tiga hingga enam set daun di setiap cabang. Varietas melati yang paling pas untuk dalam ruangan adalah jasminum sambac, jasminum polyanthum dan jasminum grandiflorum.

Terkait
Join Dream.co.id