Raditya Dika Perlihatkan Kamar Baru Putrinya, Berdesain Elegan

Decor | Senin, 25 Januari 2021 08:04
Raditya Dika Perlihatkan Kamar Baru Putrinya, Berdesain Elegan

Reporter : Mutia Nugraheni

Berbeda dari kamar balita biasanya.

Dream - Raditya Dika baru saja melakukan renovasi besar-besaran di rumahnya. Hal ini lantaran kehadiran anak keduanya, Aksara, dan banyak sekali area di rumah yang tidak ramah anak.

Awal membangun rumah yang berlokasi di Jakarta Selatan itu, Radit memang masih melajang dan tak berpikiran menikah apalagi punya anak. Sehingga dibutuhkan penyesuaian agar tiap sudut rumah aman bagi kedua putra putrinya.

Ia juga membuat kamar tambahan, dan berdampingan untuk Alea sang putri dan Aksara. Sebuah video baru saja diunggah Radit di YouTube chanelnya, " Room Tour" kamar Alea.

 Kamar Alea
© Youtube Raditya Dika

(YouTube Raditya Dika)

Biasanya, kamar anak-anak penuh dengan ornamen seru, wallpaper atau desain dengan warna ceria dan mencolok. Berbeda dengan kamar Alea yang justru berdesain elegan. Didominasi warna putih, mulai dari cat, kasur hingga lemari.

 

2 dari 6 halaman

Connecting Door

Tampaknya konsep minimalis yang dianut Radit juga diterapkan ke kamar buah hatinya. Kamar terasa sangat nyaman dan simpel namun elegan. Lemari penyimpanan dibuat senada dengan tembok sehingga terlihat rapi.

Kamar Alea bersebelahan dengan kamar Aksara yang terkoneksi lewat pintu. Menurut Radit jika kedua anaknya besar, pintu tersebut akan ditutup tembok.

 Kamar anak Raditya Dika
© Youtube Raditya Dika

(YouTube Raditya Dika)

" Ini adalah area punya adeknya, kalau sini adalah area punya Alea," kata Radit.

 

3 dari 6 halaman

Lihat Videonya

Kamar Alea memiliki banyak penyimpanan sehingga seluruh barang tampak rapi. Terutama di bagian lemari yang ditata dengan baik. Detail bagian dalam lemari pakaian Alea juga menarik karena ditambah dengan aksen LED.

Seperti apa detail kamar Alea? Yuk lihat videonya.

 

4 dari 6 halaman

Curhat Raditya Dika, Anak Keduanya Harus Jalani Fototerapi

Dream - Raditya Dika dan Anissa Aziza, sang istri baru saja dikaruniai anak kedua yang diberi nama Aksara Asa Nasution. Buah hati mereka lahir pada 4 November 2020 lalu.

Setelah melahirkan, Anissa berharap segera pulang ke rumah dan berkumpul bersama anak pertamanya, Alea. Setelah pulang dan untuk melakukan kontrol, ternyata dari hasil laboratorium, level bilirubin anak mereka sangat tinggi atau kerap disebut jaundice/ bayi kuning.

Angkanya mencapai 18,9, sementara level yang normal adalah 10-12. Awalnya mereka tak menyadari hal tersebut, namun setelah mendapat penjelasan dokter, pasangan ini baru menyadari.

Radit pun berusaha mencari informasi di internet yang membuatnya malah tambah panik. Anissa yang baru melahirkan dengan level hormon yang masih tak stabil, menangis. Hal ini diceritakan Radit dan Nisa di YouTube Raditya Dika.

" Gua sebagaimana lazimnya seorang bapak yang khawatir google dong, penyakit yang kita google kan jadinya 300 persen jadi lebih parah daripada sebenarnya, kena ke otak, inilah, itulah, makin panik gue lah," kata Radit.

 

5 dari 6 halaman

Terapi Sinar

Akhirnya Aksa harus menjalani fototerapi, tapi ternyata di hari pertama tak berjalan mulus. Bayi tersebut sangat rewel dan selalu digendong Anissa, hal ini membuat terapi tak optimal.

Angka bilirubin yang diharapkan bisa turun, hanya menurun 2 poin. Terapi pun berlanjut di hari kedua yang ternyata bilirubin belum menurun signifikan.

" Untuk dokternya kasih tahu kita, tenang saja. Ini mungkin dari menyusui juga," kata Radit dalam YouTube channelnya.

Akhirnya setelah hari ketiga, level bilirubin Aksa menurun ke angka normal dan dibolehkan pulang. Mereka pun bersyukur buah hatinya sudah sehat kembali.

 

6 dari 6 halaman

Masalah Bilirubin Pada Bayi

Dikutip dari KlikDokter, bilirubin merupakan hasil produk dari pemecahan sel darah merah yang akan dibawa oleh darah menuju organ hati. Saat itu terjadi proses kimiawi yang menghasilkan pigmen hijau dan dikeluarkan melalui empedu. Pada orang dewasa, bilirubin ini akan dikeluarkan dari tubuh saat buang air besar.

Selama masa kehamilan, organ hati ibu akan menyaring bilirubin keluar dari darah yang berada di sekitar janin. Setelah lahir, proses ini kemudian diambil alih oleh organ hati si Kecil yang baru lahir.

Karena organ hati pada bayi baru lahir masih belum sempurna, sehingga butuh waktu untuk mengeluarkan bilirubin tersebut. Akibatnya, bilirubin menumpuk dalam darah dan menyebabkan warna kuning pada permukaan kulit si Kecil.

Sering kali, peningkatan kadar bilirubin tidak menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Namun, kadar bilirubin yang sangat tinggi atau tidak berfungsinya terapi dapat menyebabkan hilangnya pendengaran dan kerusakan otak pada bayi baru lahir.

Join Dream.co.id