Perabot Rumah Mengandung Radioaktif Jadi Buruan Kolektor

Decor | Senin, 31 Mei 2021 12:08

Reporter : Mutia Nugraheni

Kini perabot unik tersebut tak lagi diproduksi.

Dream - Piring, gelas, cangkir jadi perabot penting untuk keperluan rumah. Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan, tapi beberapa juga jadi koleksi. Terutama yang memiliki desain unik, langka dan berbahan unik.

Seperti perabot yang mangandung uranium yang sempat membuat heboh salah satu sekolah di New Jersey, Amerika Serikat. Hal ini lantaran salah seorang murid membawa perabot yang diduga mengandung radioaktif.

 PErabot uranium
© Chelsea Lopez

(Foto: Chelsea Lopez)

Ia membawa ke sekolah untuk mengukurnya dengan alat pengukur radiasi. Perabot tersebut berujung pada kepanikan satu sekolah karena hasilnya menunjukkan kalau terdapat radiaktif di dalamnya.

 

Perabot Rumah Mengandung Radioaktif Jadi Buruan Kolektor
Foto: Dan/ Lisa Sawyer
2 dari 6 halaman

Tak lagi diproduksi

Untung saja petugas terkait mengungkap kalau radioaktif di perabot yang berpendar itu dalam level aman dan tak berbahaya. Rupanya, perabot tersebut jadi buruan para kolektor.

 PErabot uranium
© COURTESY OF DAN AND LISA SAWYER

(Foto: Dan/ Lisa Sawyer)

Perabot yang dikenal dengan nama Fiestaware ini memang mengandung uranium. Zat tersebut membuatnya berpendar dalam gelap. Kaca uranium kini tidak lagi diproduksi di Amerika Serikat.

Dulu, selama Perang Dunia II semua penggunaan uranium dibatasi untuk pengembangan senjata nuklir. Perabot tersebut kini lebih sering disimpan oleh para kolektor atau berada di toko-toko barang antik dan harganya juga cukup tinggi.


Laporan Radhika Nada/ Sumber: AtlasObscura

3 dari 6 halaman

Perabot Bahan Tembaga Bisa Kurangi Paparan Virus

Dream - Gagang pintu, kran air dan perabot di rumah yang selalu dipegang kini harus dibersihkan secara teratur. Virus Covid-19 bisa bertahan di permukaan dan mengkontaminasi orang yang menyentuhnya.

Muncul tren perabot dengan bahan tembaga dan kini jadi incaran banyak orang. Mengapa? Rupanya tembaga dan paduan tembaga seperti kuningan, perunggu, dan tembaga-nikel, telah lama dikenal memiliki manfaat kesehatan.

Logam-logam tersebut sebenarnya secara alami bersifat antimikroba. Beberapa penelitian bahkan telah menunjukkan bahwa tembaga membunuh virus tertentu saat bersentuhan. Artinya tembaga tidak dapat ditransfer ke orang berikutnya yang menyentuh permukaan berbahan tembaga.

Jenis transmisi kontak ini dianggap sebagai salah satu cara penyebaran virus corona baru dengan sangat cepat. " Kami telah melihat virus meledak begitu saja [pada tembaga. Virus mendarat di atas tembaga dan itu akan menurunkan kualitasnya," kata Bill Keevil, profesor perawatan lingkungan di Universitas Southampton, dikutip dari Dwell.

Apakah ini berarti kita semua harus segera mengganti perangkat keras kita dengan kuningan yang sedang tren? Ternyata tak semudah itu.

4 dari 6 halaman

Tetap Harus Dibersihkan Teratur

 Menurut American Society for Microbiology, penelitian menetapkan sifat antimikroba permukaan tembaga, dan EPA (Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat) telah mendaftarkan hampir 300 permukaan tembaga yang berbeda sebagai antimikroba.

" Sejumlah virus dan bakteri bisa mati setelah terpapar tembaga yang ditunjukkan oleh penelitian, termasuk MRSA, Staph, Influenza A dan E-Coli. Namun, lamanya waktu yang diperlukan untuk menjadi efektif sangat bervariasi, dari 30 detik hingga beberapa jam," ungkap Keevil.

Keevil lebih menekankan pada penggunaan di rumah sakit, day care atau panti jompo, di mana banyak orang yang rentan tertular penyakit dan bisa membahayakan nyawa mereka. Untuk penggunaan di rumah, bisa juga tapi pembersihan secara teratur tetap dilakukan.

Demi mendapatkan aspek artistik, cari perabot tembaga yang berwarna apik, seperti emas, rose gold atau kekuningan yang berdesain modern. Padukan juga dengan perabot di sekitarnya agar tampilan tak terlihat kaku.

5 dari 6 halaman

Hindari Kesalahan Saat Disinfektan Perabot di Rumah

Dream - Merebaknya virus Covid-19 di Indonesia, membuat kita harus ekstra dalam melakukan bersih-bersih rumah. Bukan hanya sekadar menyingkirkan debu, tapi juga melakukan disinfektan agar virus dan bakteri berbahaya tak berkembang biak di rumah.

Banyak cara untuk melakukan disinfektan yang bisa dilakukan sendiri. Salah satunya adalah dengan menggunakan formula bleaching atau pemutih yang biasa digunakan untuk membersihkan pakaian.

Campur dengan air lalu semprotkan ke perabot yang ingin didisinfektan. Mudah, bukan? Nah, agar pembersihan dengan larutan disinfektan efektif, ada dua hal yang perlu dihindari. Apa saja?

 

6 dari 6 halaman

Langsung dilap

Setelah menyemprotkan cairan disinfektan, jangan langsung dilap. Biarkan dulu selama sekitar lima menit agar formula aktifnya bisa membunuh virus dan kuman. Beberapa produk biasanya memiliki petunjuk sendiri.

Jika menggunakan produk tertentu, selalu baca panduan pemakaiannya. Dengan mendiamkannya selama beberapa menit akan membuat proses disinfektan jadi lebih efektif.

Disinfektan seluruh perabot

Sebagian besar disinfektan tidak memberikan perlindungan yang terus menerus. Virus dan kuman bisa datang dari mana saja, bahkan melalui angin yang berhembus ke dalam rumah. Permukaan yang didisinfektan bebas kuman sampai disentuh lagi (baik dengan tangan, terkena cairan kotor atau partikel udara).

Untuk itu sebaiknya lakukan disinfektan pada barang yang sering disentuh saja. Seperti ponsel, gagang pintu, meja dapur, remote televisi, kunci rumah. Pastikan juga rutin cuci tangan pakai sabun setelah memegang sesuatu. Ini akan sangat mengurangi kontaminasi virus dan kuman.

 

Terkait
Join Dream.co.id