Menguak Rumah Paling Sepi di Dunia, Lokasinya di Islandia

Decor | Rabu, 16 Desember 2020 08:02

Reporter : Mutia Nugraheni

Ingin tinggal di sana?

Dream - Sebuah foto rumah putih yang berdiri di atas bukit beredar di internet dan membuat banyak orang penasaran. Siapakah yang tinggal di dalamnya, apakah bisa hidup menyendiri tanpa tetangga dan fasilitas lainnya?

Sahabat Dream mungkin pernah melihatnya di media sosial. Rumah tersebut dijuluki " rumah paling sepi di dunia" . Lokasinya ada di kepulauan Vestmannaeyjar, Elliðaey (atau Ellirey), merupakan pulau yang paling timur laut.

Dikutip dari Oddity Central, ini adalah tempat yang sangat indah yang tak berpenghuni sejak 1930-an. Dari kejauhan, tampak keberadaan bangunan terawat baik. Selama bertahun-tahun, rumor dan teori tentang rumah sepi di Pulau Elliðaey, telah beredar di internet.

Ada informasi yang beredar kalau rumah tersebut dibangun oleh seorang pengusaha eksentrik sebagai tempat penampungan saat kiamat. Ada juga yang mengatakan rumah adalah milik seorang fanatik beragama.

 

Menguak Rumah Paling Sepi di Dunia, Lokasinya di Islandia
Foto: Wikimedia Vestmannaeyjar
2 dari 5 halaman

Ternyata...

Ternyata, rumah itu hanya sebuah pondok istirahat untuk para pemburu yang dibangun pada 1950-an oleh Asosiasi Berburu Elliðaey. Anggotanya menggunakan tempat itu saat mereka datang ke pulau terpencil untuk berburu burung puffin. Tidak jelas bagaimana pulau itu bahkan memiliki asosiasi berburu, mengingat tidak ada yang tinggal di sana.

Menariknya, segelintir keluarga benar-benar tinggal di Pulau Elliðaey hingga 1930-an. Mereka akhirnya memutuskan untuk pindah ke wilayah yang lebih padat di Islandia, untuk mencari peluang yang lebih baik.

 Rumah paling sepi di dunia
© Rumah paling sepi di dunia

Meskipun pondok berburu Elliðaey terus dipertahankan dalam kondisi baik oleh asosiasi berburu pulau, itu tetap bukan rumah ternyaman di dunia. Hidup di antah berantah memang memiliki keistimewaannya, tetapi listrik, air ledeng, atau pipa ledeng dalam ruangan jelas tidak ada.

Jika ingin mengagumi keindahan alam tempat ini, perusahaan tur yang beroperasi di kepulauan Vestmannaejar menawarkan perjalanan sehari ke beberapa pulau terpencil ini. Rumah paling sepi di dunia ini memang sangat sepi, tapi tidak ada hal lain yang benar-benar istimewa darinya.

Laporan Komarudin/ Sumber: Liputan6.com

3 dari 5 halaman

Arsitektur Rumah Atap Kebun Sayur Raih Penghargaan

Dream - Sebuah rumah di Vietnam beratap kebun dengan warna merah bata, tampak sangat menonjol. Jika sekelilingnya hanya tampak hitam, abu-abu dan berupa material rumah pada umumnya, rumah ini penuh dengan daun sayur.

Dirancang oleh biru arsitek TAA Design, rumah bernama Red Roof baru saja mendapat penghargaan dari Dezeen Awards 2020 untuk kategori Architecture Project of The Year. Dikutip dari Archdaily, rumah ini berdiri di atas lahan seluas 80 m2.

Lokasinya di jalan utama desa. Urbanisasi telah mengubah arsitektur dan ruang hidup di desa ini. Rumah-rumah baru dengan gaya yang mudah ditemukan di kota-kota besar telah mengganggu lanskap dan gaya hidup para masyarakatnya.

 The Red Roof
© TAA Design

Foto: TAA Design via Archdaily

Rumah beratap kebun ini dirancang bagi pasangan suami istri berusia di atas 50 tahun yang telah tinggal di daerah pedesaan ini sejak mereka lahir. " Dalam pencarian tipologi baru yang sesuai untuk konteksnya, kami yakin bahwa mengadaptasi arsitektur baru berdasarkan gaya hidup budaya tradisional suami istri ini adalah tugas yang paling penting," pernyataan dari TAA Design.

 

4 dari 5 halaman

Dapur Tradisional

Rumah ini memiliki kebun sayur di bagian atap, ada juga taman bermain dan ruang penghubung. Untuk lantai dasar memiliki banyak fungsi yang kompleks, termasuk ruang perbaikan sepeda, ruang tamu, dapur, tungku kayu tradisional, kamar tidur, toilet, tempat pengeringan padi, gudang beras dan masih banyak lagi.

 The Red Roof
© TAA Design

Foto: TAA Design via Archdaily

Dibuat halaman kecil di bagian depan, tengah dan belakang rumah, untuk menghubungkan ruang dalam ruangan luar. Alih-alih memiliki pekarangan yang luas seperti rumah-rumah lain di desa, dibuat banyak pekarangan dengan ketinggian berbeda-beda, sesuai dengan tinggi struktur rumah.

 The Red Roof
© TAA Design

 

5 dari 5 halaman

Interaksi Sosial

Di lantai mezanin terdapat pekarangan kecil yang terhubung dengan pekarangan di tengah rumah. Kebun atap bersebelahan dengan halaman di lantai mezzanine, menciptakan taman bermain dan kebun sayur yang menghubungkan atap ke lantai dasar.

 The Red Roof
© TAA Design

Foto: TAA Design via Archdaily

Hasil dari kebun bisa langsung dimasak untuk makanan sehari-hari, segar dan selalu tersedia. Pasangan suami istri pemilik rumah sangat senang dengan kondisi kebun di atap rumah. Hasilnya bukan hanya untuk dimakan sendiri tapi juga dibagikan ke tetangga.

 The Red Roof
© TAA Design

Tanpa diduga, arsitektur rumah menghasilkan interaksi sosial komunitas. Taman atap juga berperan sebagai penyekat rumah. Suhu pun jadi berkurang secara signifikan jika dibandingkan dengan suhu rumah beratap baja. Menarik, bukan?

Join Dream.co.id