Konsep Unik Arsitektur Rumah Terapi untuk Pemulihan

Decor | Rabu, 29 Juli 2020 14:06
Konsep Unik Arsitektur Rumah Terapi untuk Pemulihan

Reporter : Mutia Nugraheni

Rumah ini tak memiliki jendela tapi ada 37 titik cahaya alami.

Dream - Rumah bukan hanya sekadar tempat tinggal, tapi juga sumber ketenangan baik fisik maupun psikologis. Tak heran kalau banyak orang mengeluarkan banyak biaya demi membuat hunian senyaman mungkin.

Seperti sebuah rumah rancangan artsitek Tomoaki Uno, yang membuat rumah tanpa jendela di Nagoya, Jepang. Rumah ini dibuat Uno untuk seorang ibu yang membutuhkan ruang pribadi dan menenangkan diri demi proses pemulihan dari penyakit.

 Ogimichi House
© Ben Hosking

(Foto: Ben Hosking)

Rumah ini dinamani Ogimachi House yang dibangun dari materia kayu cedar dan cemara yang banyak digunakan di Jepang. Desain Tomoaki Uno Architects sengaja dibuat sederhana, dan dibangun hampir seluruhnya dari kayu karena memiliki manfaat fisik dan psikologis material.

" Pilihan bahan dan hasil akhir dibuat dari bahan alami sebanyak mungkin, dan saya bertujuan untuk membuat bangunan yang 'menyembuhkan' dalam semua aspek," kata pendiri studio, Tomoaki Uno, dikutip dari Dezeen.

 

2 dari 6 halaman

Privasi dan Kenyamanan

Ogimachi House memang dibangun tanpa jendela, sebagai gantinya bergantung ada 37 titik cahaya alami di bagian atas. Hal ini dibuat untuk membantu menjaga privasi pemilik rumah dari tetangga.

" Salah satu pertimbangan terpenting di rumah ini adalah bagaimana hubungannya dengan pribadi dan sosial. Ketika ibunya mulai tinggal di sana, kudengar dia sangat stres. Tapi aku lega mendengar dia sekarang sangat tenang." kata Uno.

 Ogimichi House
© Ben Hosking

(Foto: Ben Hosking)

Rumah ini dibangun menggunakan metode bangunan tradisional Jepang yang disebut Itakura, di mana papan tebal cedar padat bergabung tanpa paku untuk membentuk atap, dinding dan lantai.

Teknik ini berasal untuk pembangunan kura-kura, atau dikenal sebagai gudang, dan diketahui tahan terhadap api. Menarik, bukan?

3 dari 6 halaman

Rumah Apung Dibangun Hanya 2 Hari, Cocok Untuk Bersantai Saat Pandemi

Dream - Tak bisa liburan dan hanya di rumah saja berbulan-bulan memang sangat membosankan. Sahabat Dream ingin bersantai dan istirahat dengan tenang secara privat? Rumah apung ini mungkin bisa jadi inspirasi.

SysHaus, perusahaan properti berkelanjutan asal Brasil, baru saja membuat LilliHaus. Rumah ini merupakan rumah apung yang mungil dan bisa dibangun hanya dalam dua hari.

Terdiri dari 3 struktur yang bisa digabungkan dengan mudah. Dengan desain minimalis yang mandiri, rumah mungil ini bisa memenuhi kebutuhan penghuninya. Apa saja fasilitasnya?

 

4 dari 6 halaman

Ramah Lingkungan

Terdapat panel surya yang menyerap energi panas matahari. Energi itu terakumulasi dalam sistem baterai dan bisa digunakan kapan pun bila perlu. Untuk air minum, air di sekitar rumah juga bisa dimurnikan dan digunakan.

Rumah ini memiliki interior minimalis dengan lantai kayu, terdapat perapian mungil dan deck untuk bersantai sambil menikmati pemandangan. LilliHaus terbuat dari 100% bahan yang dapat didaur ulang.

Teknik inovatif dan teknologi pintar juga merupakan fitur utama dalam desain. LilliHaus memiliki bukaan di lantai dan langit-langit, untuk menciptakan sistem ventilasi alami yang memungkinkan udara panas keluar dari bagian atas dan udara segar masuk di bawah rumah.

Cocok bagi mereka yang ingin liburan secara privat. Bangun saja rumah dan mengapung di tengah danau.

Sumber: Dwell

5 dari 6 halaman

Sangkar Burung 'Diadaptasi' Jadi Rumah, Penasaran Isinya?

Dream - Bentuk rumah biasanya kotak persegi dan klasik. Nah, bagaimana jika ada rumah yang bentuknya terinspirasi dari sangkar burung?

Fujimori Daisaku, arsitek asal Jepang menjadikan sangkar burung sebagai inspirasinya untuk membuat sebuah hunian unik.

 Rumah sangkar
© Fujimori Daisaku

(Foto: FujimoriDaisaku.com)

Lewat proyek spesialnya ini, sebuah hunian sederhana dan beda dari biasanya tercipta. Meski demikian, hasilnya tetap berupan hunian yang nyaman dan hangat. Tampak depan rumah ini menyerupai teralis kayu yang biasa kamu temui pada sebuah sangkar burung.

 

 

6 dari 6 halaman

Garis pembatas yang unik tiap ruang

Unik dan tetap mencolok, daripada rumah pada umumnya. Ditambah lagi dengan sentuhan kayu dan aksen hitam, memberikan kesan rumah ini elegan. Tampilan ruang tamu hanya dilengkapi dengan tatami yang berbatasan degan area luar agar tamu dan penghuni bisa menghirup udara segar.

 Rumah sangkar
© Fujimori Daisaku

(Foto: FujimoriDaisaku.com)

Didominasi dengan kayu dan aksen berwarna putih, menjadikan ruangan tamu sekaligus ruang keluarga ini terlihat luas. Apalagi, area duduknya ditinggikan, bikin suasana hangatnya sangat terasa.

 Rumah sangkar
© (Foto: FujimoriDaisaku.com)

(Foto: FujimoriDaisaku.com)

Di balik tembok ruang tamu yang tadi kita lihat, ada dapur yang meskipun berukuran mini tapi nyaman. Lagi-lagi masih di ruangan yang sama, terdapat ruang makan sederhana untuk keluarga makan bersama. Lihat cerita selengkapnya di Diadona.id.

Join Dream.co.id