Kenali Tanda Jika Tanaman Disiram Air Terlalu Banyak

Decor | Selasa, 1 Desember 2020 16:02
{IMAGE_NORMAL}

Reporter : Mutia Nugraheni

Banyak yang menyadari kalau tanaman kesayangan ternyata terlalu sering disiram.

Dream - Memelihara tanaman jadi salah satu cara untuk meredakan stres selama di rumah saja karena pandemi Covid-19. Sahabat Dream termasuk kolektor tanaman? Jika iya, tentu akan merawatnya dengan rutin agar tanaman selalu sehat.

Salah satu aktivitas yang menyenangkan saat memelihara tanaman adalah menyiramnya. Sayang, pada beberapa kondisi penyiraman dilakukan secara berlebihan dan malah membuat tanaman jadi bermasalah.

Apa yang terjadi pada tanaman yang terlalu banyak air? Saat disiram, maka tanaman tidak dapat bertukar gas dengan baik atau menyerap semua nutrisi yang dibutuhkannya. Proses ini dikenal sebagai asfiksia akar.

Akibat lain dari kelebihan air dan kekurangan oksigenasi adalah jamur dapat mempengaruhi akar tanaman. Hal ini biasanya tidak terdeteksi dalam waktu yang lama. Pada saat terdeteksi, bahkan fungisida terbaik pun tidak dapat menyelamatkan tanaman.

 

{IMAGE_PAGING}
2 dari 6 halaman

Kondisi yang Muncul

Ada gejala yang muncul pada tanaman jika terlalu banyak disiram. Perhatikan beberapa kondisi berikut:

- Tidak ada tunas baru yang muncul
- Tanaman jadi lemah
- Daunnya tumbuh sangat lambat
- Muncul warna kekuningan atau kecokelatan
- Beberapa daun dan bunga rontok
- Lapisan bawah tanah tampak padat dan bisa berubah menjadi kehijauan

Sebelum melakukan tindakan drastis, sebaiknya periksa keadaan tanah. Untuk melakukan ini, masukkan jari sedalam mungkin untuk memeriksa apakah lapisan tanah basah atau kering.

Bila ternyata sangat basah, hal pertama yang perlu dilakukan adalah menghilangkan kelembapan berlebih. Caranyam keluarkan dari pot dan buang semua lapisan tanah yang menempel di akarnya. Biarkan mengering selama sekitar 12 jam. Dengan cara ini, tanaman baru bisa bernapas.

Setelah mengurangi kelembapan berlebih, periksa keadaan akarnya. Ini adalah kunci, karena tanaman bisa bertahan atau tidak bergantung pada keadaan akar. Jika akarnya berwarna putih, tanaman dalam kondisi sehat.

Sebaliknya, jika akar menghitam atau sudah mulai membusuk, harus memangkasnya sebelum ditanam kembali. Direkomendasikan untuk menanamnya di pot baru, karena pot lama memiliki jamur.

Sumber: Decortips

3 dari 6 halaman

Cuaca Panas, Jangan Sampai Tanaman Kesayangan Kering dan Mati

Dream - Cuaca saat ini begitu panas dan terik. Baik Sahabat Dream yang beraktivitas di luar rumah maupun di rumah saja pasti merasakan suhu yang lebih tinggi dari biasanya.

Dalam cuaca panas seperti sekarang, bagi yang memilii koleksi tanaman mungkin sedikit khawatir. Terutama yang baru saja membuat taman hijau. Dibutuhkan perawatan dan perhatian yang ekstra untuk menjaga taman dan tanaman agar tetap bertahan dalam cuaca terik.

Apa yang penting dilakukan untuk menjaga tanaman kesayangan?

Siram rumput hingga dalam
Untuk area taman yang memiliki rumput, tetap harus disiram rutin. Pastikan menyiraminya secara mendalam dan menyeluruh setiap satu atau dua minggu untuk mendorong akar yang dalam dan halaman yang lebih tahan kekeringan.

Tanaman dalam pot
Tanaman dalam pot cepat mengering, terutama terakota. Pertimbangkan untuk memindahkan tanaman ke tempat yang lebih teduh selama periode terpanas. Siram di pagi hari dan pada hari-hari yang panas ekstrem, mungkin juga perlu menyiram di sore hari.

Tutupi tanaman pot dengan kain pelindung dan keranjang gantung yang lebih rendah ke tanah. Tempatkan pot di piring yang diisi dengan pasir basah dan kasar. Ini memasok kelembapan dan mencegah akar yang membusuk. Berikan cairan pembasah tanah untuk membantu tanaman pot bertahan lebih lama di antara penyiraman.

 

4 dari 6 halaman

Pengairan

Tanaman sayur
Untuk tanaman sayur, panen hasil di pagi hari. Menyiram di pagi hari juga meminimalkan penyakit jamur. Jaga media tanam dengan baik. Pasang kain pelindung di atas terutama di area yang panas dan kering. Gunakan pupuk larut dua minggu sekali, tepat setelah penyiraman.

Periksa irigasi
Hindari penanaman, pemindahan dan pemangkasan berat dalam cuaca panas. Jika pemupukan, gunakan bentuk larut atau pastikan tanah disiram dengan baik sebelum dan sesudah pupuk diberikan. Jaga agar tanah tetap tertutup lapisan mulsa 30-50mm. Pada hari-hari gelombang panas, tanaman di tanah yang lembap akan lebih sedikit mengalami kerusakan. Periksa sistem irigasi dari kebocoran dan penyumbatan.

Sumber: Homes to Love

5 dari 6 halaman

Kunci Merawat Tanaman dalam Pot Selalu Sehat dan Subur

Dream - Tak memiliki lahan untuk menanam atau tinggal di apartemen, membuat kita harus penuh trik jika ingin memelihara tanaman. Pot tentunya jadi andalan untuk menghadirkan tanaman segar dalam ruangan.

Bisa berupa pot kecil yang ditempatkan jendela, pot besar dengan penyangga besi atau mungkin taman vertikal di tembok yang terdiri dari banyak pot-pot kecil yang disusun. Memelihara tanaman dalam pot ini agak sedikit berbeda dengan menanam di lahan.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar tanaman tumbuh sehat dan subur. Bagi Sahabat Dream yang memiliki banyak tanaman dalam pot di rumah, pastikan melakukan hal-hal berikut.

Lokasi sesuai dengan kebutuhan tanaman
Tanaman tumbuh sehat dan subur jika ditempatkan sesuai dengan kebutuhannya. Misalnya, tanaman yang membutuhkan banyak sinar matahari tidak akan tumbuh subur di dalam ruangan, apa pun jenis tanah yang dipilih.

Jadi pastikan tanaman di dalam ruangan yang ada di rumah memang cocok untuk area indoor. Jika pun membutuhkan sinar matahari, tidak terlalu sering. Bisa menjemurnya sesekali dan menyiramnya secara rutin.

 

6 dari 6 halaman

Faktor air

Sesuaikan juga kebutuhan air tiap tanaman karena berbeda-beda. Ini juga tergantung dari jenis tanah yang digunakan. Pada tanaman yang lebih suka kondisi kering misalnya, pastikan tidak menyiramnya terlalu sering.

Pastikan juga pot memiliki lubang drainase di alasnya dan agak ditinggikan sehingga alasnya tidak bertumpu pada tanah. Gunakan kaki pot atau hanya beberapa batu bata atau gumpalan untuk mengangkat pot.

Repotting

Tanaman juga perlu ditanam kembali atau repotting secara teratur. Penanaman kembali dapat dilakukan dengan memindahkan tanaman ke dalam pot yang sedikit lebih besar, atau mengambilnya dari pot yang sudah ada, memotong akarnya, memperbarui campuran pot dan menanamnya kembali di dalam pot yang sama.

Bisa juga mengganti tanah dengan yang baru. Pilih tanah yang lebih bernutrisi dan sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Sumber: Homes to Love

 

 

Join Dream.co.id