Jaga Kualitas Udara di Rumah Saat Ada yang Isolasi Mandiri

Decor | Senin, 19 Juli 2021 12:05

Reporter : Mutia Nugraheni

Green Building Councill Indonesia memberikan panduan.

Dream - Penularan covid-19 di lingkungan keluarga saat ini termasuk kasus yang banyak terjadi. Banyak orang merasa aman karena hanya berada dalam rumah dan tak pergi ke mana pun.

Penting diingat, virus covid-19 tak terlihat dan akan mudah menular. Saat ada keluarga di rumah yang masih sering keluar rumah, risiko tertular selalu ada. Lalu bagaimana jika ada keluarga yang positif dan isolasi mandiri di rumah?

Green Building Councill Indonesia lewat akun Instagram @gbcindonesia memberikan panduan. Hal yang pertama harus diperhatikan adalah pastikan ruangan untuk isolasi mandiri pasien memiliki ventilasi yang cukup.

" Tidak dianjurkan AC menyala sepanjang hari, tidak dianjurkan ruangan selalu tertutup. Pada kondisi tertutup udara akan berputar dan terjebak dalam ruangan. Semakin lama virus akan menumpuk dan ruangan akan bertekanan tinggi. Saat pintu dibuka (mengantar makanan, obat dll) udara akan terhembus keluar dan mengontaminasi ruangan lain," tulis @gbcindonesia.

Ada hal yang sangat dianjurkan untuk dilakukan di rumah, yaitu membuka ventilasi. Jangan selalu menyalakan AC dan menutup ventilasi.

" Dianjurkan jendela terbuka dengan ventilasi memadai, matikan AC saat membuka pintu agar udara tak berputar. Nyalakan kipas angin ke arah jendela agar udara langsung terhembus keluar," pesan @gbcindonesia.

 

Jaga Kualitas Udara di Rumah Saat Ada yang Isolasi Mandiri
Buka Jendela/ Foto: Shutterstock
2 dari 5 halaman

Tak Boleh Abai, Jaga Kualitas Udara dalam Rumah

Dream - Aktivitas seluruh keluarga selama pandemi kini berpusat di rumah. Bekerja, sekolah dan hal lain dilakukan secara online. Saat ini memang di rumah saja dan keluar hanya untuk kebutuhan mendesak jadi langkah paling aman demi mengurangi risiko tertular Covid-19.

Penting untuk mengkondisikan rumah selalu nyaman dan sehat. Terutama dalam hal kualitas udara. Setiap hari, tubuh membutuhkan oksigen agar organ bisa bekerja dengan baik.

Jaga asupan oksigen atau udara di rumah agar selalu bersih agar aman dihirup oleh seluruh anggota keluarga. Lalu, bagaimana menjaga kualitas udara dalam rumah? Dokter Maydie Esfandiari, spesialis paru, dalam acara peluncuran Puressentiel Purifying Air Spray pada 21 Januari 2021 secara virtual, memberikan penjelasan.

" Pentingnya udara segar untuk kesehatan, karena tubuh membutuhkan oksigen dari udara untuk kelangsungan metabolisme. Dengan metabolisme yang baik, oksigen akan terkirim ke seluruh tubuh. Bagaimana udara yang baik? Terdapat banyak ion negatif dan tak tercemar virus, bakteri, jamur, debu, gas, asap, gas," kata dr. Maydie.

Ia juga menjelaskan ciri-ciri udara bersih, yaitu tidak berwarna, berbau, dan berasa. Juga terasa segar bila dihirup, serta tidak bercampur dengan benda asing misalnya debu.

 

3 dari 5 halaman

Ventilasi

Ada beberapa hal yang penting dilakukan menurut dr Maydie untuk menjaga kualitas udara dalam rumah. Antara lain harus memperhatikan sirkulasi udara, letakkan ventilasi di ruangan yang tepat, gunakan pembersih udara yang aman.

Hal lain yang bisa dilakukan untuk menjaga udara dalam rumah dan ruangan bebas dari virus dan bakteri berbahaya adalah dengan menggunakan disinfektan spray. Salah satunya Puressentiel Purifying Air Spray ang baru saja diluncurkan pada 21 Januari 2021 kemarin.

 Puressentiel Purifying Air Spray
© Puressentiel Purifying Air Spray

“ Puressentiel Purifying Air Spray telah bersertifikasi Ecocert dan memiliki 11 uji efikasi yang terbukti secara ilmiah dapat mencegah dan menghancurkan sumber kontaminasi ditambah 4 uji toleransi sehingga aman untuk semua anggota keluarga termasuk yang memiliki alergi dan penderita asma kategori ringan hingga sedang," kata Nurhayatini, Product Manager, PT Natural Nutrindo.

Produk Puressentiel Purifying Air Spray ini hadir dalam ukuran 75 ml hingga 200 ml. Harganya mulai dari Rp300 ribu.

4 dari 5 halaman

Rumah Hadap Utara atau Selatan Dianggap Ideal, Ketahui Alasannya

Dream - Lokasi rumah terhadap matahari seringkali jadi pertimbangan saat memilih rumah. Hal ini tentu bukan tanpa alasan, sebagian besar orang memilih rumah yang menghadap utara atau selatan.

Mengapa? Panas dari cahaya matahari jadi pertimbangan utama. Panas oleh radiasi matahari dapat merusak dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Oleh sebab itu, gelombang cahaya matahari ini harus disaring untuk sebelum masuk ke ruangan.

Hal ini dilakukan untuk memunculkan penerangan yang cukup sekaligus tidak menimbulkan suhu yang berlebihan. Cahaya yang masuk ke dalam ruang dapat diatur sedemikian rupa dengan memperhatikan arah hadap/orientasi bangunan itu sendiri.

Supaya sinar matahari yang didapat optimal, maka harus dibuat bukaan yang tepat untuk menentukan kualitas cahaya matahari yang masuk ke dalam rumah. Sumber cahaya alami seharusnya jadi faktor utama penentu dalam menyusun dan menata ruang.

Kendati demikian, membawa cahaya ini ke dalam rumah harus dilakukan dengan hati-hati. Sebagai penerang alami, sifat penerangan yang diberikan oleh matahari adalah penyinaran merata dan terjadi terus menerus.

 

5 dari 5 halaman

Level Radiasi

Perlu diketahui bahwa angka radiasi setiap orientasi ini memiliki besaran yang berbeda. Angka radiasi untuk utara adalah 130, timur laut 113, timur 112, tenggara 97, selatan 97, barat daya 176, barat 243, dan barat laut 211.

Oleh karena itu, sebaiknya tinggi peletakan dan bentuk bukaan perlu diperhatikan agar sudut cahaya matahari yang tajam di pagi atau sore hari tidak mengganggu. Agar sinar matahari yang didapat optimal, maka harus dibuat bukaan yang tepat.

Hal ini pula yang mendasari kebanyakan orang untuk memilih rumah dengan arah hadap utara atau selatan. Rumah dengan bukaan yang cukup di posisi ini akan mendapatkan cahaya matahari yang terbaik, karena jalur lintasan matahari dari timur ke barat tidak akan menyetorkan panasnya secara langsung yang dapat membuat rumah menjadi kurang nyaman.

Penjelasan selengkapnya baca di Diadona.id

Join Dream.co.id