Cara Praktis Bikin Rumah Selalu Rapi Jelang Hari Raya

Decor | Senin, 10 Mei 2021 16:04

Reporter :

Tak ada salahnya terapkan trik-trik berikut.

Dream - Tidak terasa saat ini kita tinggal menghitung hari menuju Hari Raya Idul Fitri. Lebaran setiap tahunnya menjadi momen penting yang selalu dinantikan kehadirannya oleh umat muslim.

Salah satu cara membuat momen hari raya menjadi lebih nyaman adalah dengan memastikan rumah dalam kondisi bersih dan rapi. Bagi sebagian orang, membersihkan rumah jadi hal yang sulit karena setiap anggota keluarga mempunyai aktivitas dan kesibukan masing-masing, ditambah lagi, hampir semua kesibukan ini dilakukan dari rumah.

Maka dari itu, bebersih rumah akan cukup merepotkan jika dilakukan sendiri, sedangkan ada banyak perabotan dan sisi-sisi rumah yang harus dibersihkan dan dirapikan. Untuk membantu para ibu, berikut ada beberapa solusi yang dapat dilakukan agar rumah tetap bersih, rapi dan nyaman sebelum hari raya Idul Fitri.

Jangan menunda waktu beberes
Sahabat Dream pasti pernah merasa rumah sangat berantakan dan malas untuk merapikannya. Supaya rumah tetap bersih dan rapi, jika ada yang berantakan segera bereskan. Bila ada yang kotor langsung sapu.

Ingat, kunci agar rumah selalu bersih dan nyaman adalah dengan langsung membereskan benda-benda yang baru saja digunakan. Dengan begitu, pekerjaan tidak akan menumpuk dan lebih cepat selesai. Terapkan juga hal ini pada seluruh anggota keluarga.

 

Cara Praktis Bikin Rumah Selalu Rapi Jelang Hari Raya
Ilustrasi
2 dari 7 halaman

Langsung kembalikan barang setelah digunakan

Salah satu kebiasaan buruk yang biasanya sering terjadi adalah meletakkan barang sembarangan setelah digunakan. Beberapa contohnya yang kerap kali terjadi dalam keseharian adalah menaruh handuk di sofa, menaruh remote TV di kasur, menaruh laptop di meja makan hingga menaruh gelas di meja ruang tamu.

Walaupun terkesan mudah untuk dibereskan nanti, namun jika keseringan dilakukan dan menjadi kebiasaan, bisa lupa dan membuat rumah sangat berantakan. Dengan selalu mengembalikan barang ke tempat semula, seluruh anggota keluarga akan semakin terbiasa untuk hidup rapi dan teratur.

 

3 dari 7 halaman

Penempatan Barang yang Pas

Prioritaskan barang yang sering digunakan di tempat terjangkau
Jika merasa kurang bisa dalam membersihkan dan mengatur barang, tak ada salahnya untuk mencoba solusi ini. Caranya adalah selalu tempatkan barang-barang yang sering digunakan di rak atau tempat penyimpanan paling depan. Tujuannya, agar ketika kalian butuh dapat dengan mudah menjangkau dan mengembalikannya tanpa membuat barang yang jarang digunakan menjadi berantakan.

Layanan jasa bersih-bersih rumah
Jika tidak memiliki sumber daya untuk membereskan rumah, Sahabat Dream bisa duduk manis dan memesan jasa pembersih secara online, bala bantuan akan segera datang dan siap membantu membersihkan seluruh bagian rumah.

Mulai dari general cleaning hingga cuci sofa dan kasur, semua tersedia dengan mudah dan terjangkau. Salah satunya ada KliknClean, yang menawarkan berbagai jasa layanan kebersihan.

" Petugas pembersih (cleaners) dilatih terlebih dahulu sebelum melakukan pengerjaan di rumah atau di kantor. Jasa layanan yang kami tawarkan dibekali dengan pakaian serta terapan untuk mengindahkan protokol kesehatan dan juga kami melakukan swab secara berkala," kata Hendra Tjong sebagai CEO dari KliknClean dalam keterangan resminya.

4 dari 7 halaman

Alasan Penting Anak Harus Dibiasakan Rapikan Mainan

Dream - Kebiasaan buruk bisa memengaruhi keharmonisan di rumah. Untuk itu, anak-anak perlu belajar tentang kerapian dan keteraturan. Penting bagi buah hati untuk memiliki rutinitas merapikan.

Kita tidak selalu punya waktu untuk merapikan rumah, asisten rumah tangga pun tak selalu ada. Itu sebabnya setiap anggota keluarga harus ikut andil untuk menjaga kenyamanan rumah.

Tidak ada yang lebih buruk dari kekacauan di rumah. Mencurahkan waktu untuk bekerja, keluarga, dan waktu luang merupakan hal yang umum, tetapi penting juga untuk menyisihkan waktu untuk pekerjaan rumah. Jika selalu mengambil apa yang ditinggalkan orang lain di lantai, inilah saatnya untuk mengubah dinamika keluarga," kata. Tamar Chansky, psikolog dan juga penulis buku “ Freeing Your Child from Anxiety" .

Rutinitas merapikan harus dibentuk sejak dini. Biasakan anak merapikan tempat tidur, mengatur pakaian, dan mengatur mainan mereka. Jika ingin rumah dalam kondisi nyaman bagi semua orang, penting untuk mengembangkan kebiasaan yang meningkatkan kesejahteraan keluarga.

 

5 dari 7 halaman

Berdampak Saat Dewasa

" Kerapian adalah kunci. Anak-anak perlu belajar meletakkan segala sesuatu pada tempatnya. Mereka membutuhkan ruangnya sendiri. Ini menghindari barang-barang berserakan di seluruh lantai," kata Chansky.

Jika anak-anak belajar menjaga rumah tetap rapi dan memahami pentingnya keharmonisan di rumah, mereka akan menjadi bertanggung jawab dan teratur. Kamar tidur anak-anak adalah ruang pribadi mereka. Untuk itu, mereka membutuhkan rutinitas kerapian agar tetap bersih dan teratur.

" Penting untuk mengajari mereka kebiasaan sehat. Ini akan berdampak positif pada kehidupan mereka sebagai orang dewasa," ujar Chansky.

6 dari 7 halaman

Dibelikan Mainan Mahal tapi Si Bayi Lebih Suka Main Kardusnya, Mengapa?

Dream - Orangtua memang selalu ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya. Termasuk juga ingin membelikan mainan berkualitas yang harganya cukup mahal. Setelah dibelikan, si kecil malah tak terlalu tertarik dan lebih suka kardus kemasannya.

Pernah mengalami hal ini, Sahabat Dream? Saat disodori mainan, anak malah mengambil kertas pembungkus, kardus atau benda lain yang bisa mereka dapatkan, memasukkan semuanya ke dalam kotak dan membuang semuanya lagi. Bayi akan melakukan ini berulang kali.

Perlu diketahui, para ahli perkembangan anak mengatakan bahwa anak-anak balita sebenarnya belajar saat mereka bermain dengan kotak kardus yang ada di sekitarnya. Mereka tidak hanya belajar tentang diri mereka sendiri, tetapi mereka juga menemukan dunia di sekitar mereka.

" Ketika bayi belajar cara duduk, kita akan melihat bahwa mereka akan mulai tertarik untuk mengisi wadah dengan barang-barang kecil dan kemudian membuang benda-benda tersebut. Sekitar usia 7 hingga 8 bulan, mereka mulai membuang yang ada di depannya menjelajahi lingkungan dengan cara yang berbeda," ujar Jana Beriswill, seorang terapis okupasi di Rumah Sakit Anak Wolfson di Jacksonville.

 

 

7 dari 7 halaman

Belajar Banyak

Hal itu adalah perkembangan utama kognitif mereka dan bisa jadi tanda kalau anak mulai memahami bahwa mereka dapat memengaruhi lingkungannya. Saat anak mengeksplorasi dan bereksperimen dengan objek di sekitarnya, dia sudah menggunakan indera dan fisiknya untuk memperluas pemikirannya.

" Ini memperkenalkannya pada konsep dan penemuan baru, termasuk bagaimana objek berhubungan satu sama lain dan sebab dan akibat. Di otaknya penuh rasa penasaran 'kotak apa ini dan apa yang dapat saya lakukan dengannya? Akankah tangan saya muat di dalam? Apa lagi yang bisa saya masukkan ke dalamnya? Apa yang akan terjadi jika saya membalik kotak itu?," kata Beriswill.

Bayi memang sebenarnya tak memerlukan mainan mahal, tapi lebih kepada stimulus dari orangtuanya. Selalu mendampingi mereka, membiarkan anak bereksplorasi dan belajar dengan memanfaatkan barang-barang sekeliling yang ada di rumah dan tentu saja aman untuknya.

Sumber: SmartParenting

Join Dream.co.id