Beri Sentuhan Alam Pada Hunian dengan 4 Langkah

Decor | Senin, 19 Oktober 2020 12:02
Beri Sentuhan Alam Pada Hunian dengan 4 Langkah

Reporter : Mutia Nugraheni

Selain tanaman dalam ruangan, ada banyak cara untuk membuat rumah jadi lebih bernuansa alam.

Dream - Pandemi membuat kita tak bisa bebas keluar rumah. Untuk itu buat hunian senyaman mungkin dengan memasukkan unsur-unsur alam. Tentunya demi membuat rumah jadi lebih segar, asri dan membuat kita tetap betah selama karantina.

Selain tanaman dalam ruangan, ada banyak cara untuk membuat rumah jadi lebih bernuansa alam. Mulai dari pemilihan dekorasi, perpaduan tekstur hingga tata letak. Beberapa langkah ini mungkin bisa dicoba.

1. Tekstur campuran
Jangan terlalu matching dalam memadukan warna atau tekstur di dalam ruangan. Misalnya padukan kayu kasar dan halus untuk furnitur dan dekorasi. Pilih tekstur yang saling melengkapi dengan sangat baik. Bebatuan mungkin bisa dipadukan dengan rumput sintetis. Taruh juga kain-kain selimut halus motif alam di ruangan keluarga untuk memanjakan kulit.

2. Perangkat keras
Baja tahan karat dan krom kuningan, tembaga dan timah adalah logam saat ini. Pilih tema, dan coba gunakan aksen ini di mana saja mulai dari dapur hingga kamar mandi. Perangkat keras dengan warna asli yang khas akan menimbulkan kesan alam yang asli dan lebih sedap dipandang mat.

 

2 dari 6 halaman

Material dan Detail Dekorasi

3. Pilih material alami
Kursi rotan, meja kayu, tikar bambu atau dekorasi berupa tanaman hidup bisa jadi pertimbangan. Gaya dekorasi ini mempertegas keindahan alam. Hasil akhirnya pun jika ditata dengan baik akan membuat hunian jadi lebih berkesan natural dengan dominan.

 Dekorasi
© Shutterstock

4. Dekorasi alami
Kayu apung, bebatuan kasar, kulit kayu, dan dedaunan yang ditemukan saat jalan-jalan bisa jadi sangat ideal untuk membuat elemen dekoratif sendiri. Cari inspirasi untuk menatanya agar lebih terlihat apik.

Sumber: Homes to Love

3 dari 6 halaman

Sumber Polusi Udara di Rumah yang Sering Tak Disadari

Dream - Selama ini kita menganggap kalau polusi udara berasal dari asap kendaraan, pabrik, pembakaran di luar atau zat kimia dari material. Sumber polusi sebenarnya bukan hanya dari luar rumah, bisa juga berasal dari barang-barang yang sering kita gunakan dalam rumah.

Dalam situasi pandemi seperti sekarang, sangat penting untuk menjaga kualitas udara dalam rumah. Mulai dengan membuka jendela setiap pagi agar udara berganti. Bisa juga menaruh tanaman pembersih udara atau mesin purifier.

Penting diketahui kalau polusi udara mungkin lebih buruk di dalam rumah daripada di luar. Senyawa organik yang mudah menguap (VOC), misalnya, merupakan gas yang dikeluarkan oleh banyak produk rumah tangga.

Polusi ini dapat menyebabkan masalah seperti sakit kepala, mual, dan iritasi pada mata dan tenggorokan. Polusi dalam ruangan sangat berbahaya bagi anak-anak. Apa saja sumber polusi di rumah dan cara menguranginya? Yuk, cari tahu.

Karpet 
Banyak orang mengeluhkan sakit kepala, ruam, serta iritasi mata dan tenggorokan saat karpet dipasang. Karpet, bantalan, dan perekat baru mengeluarkan gas yang berpotensi berbahaya. Pilih karpet dengan VOC rendah dan minta agar dibuka gulungannya dan dibiarkan terbukan sebelum dikirim ke rumah. Tetap keluar dari rumah Anda selama pemasangan dan jaga agar tetap berventilasi baik selama beberapa hari sesudahnya. Untuk anak-anak dengan alergi dan asma, pertimbangkan opsi lantai lainnya.

 

4 dari 6 halaman

Cat

Cat dan penghapus cat dapat mengeluarkan gas berbahaya. Untuk meminimalkan risiko kesehatan, pilih cat VOC rendah dan biarkan jendela tetap terbuka saat mengecat dan selama beberapa hari selama cat mengering.

Usahakan untuk tidak menyimpan kaleng cat dalam rumah karena gasnya bisa bocor, bahkan dari wadah yang tertutup rapat. Jika harus menyimpan cat, simpanlah di tempat yang berventilasi baik, jauh dari ruang keluarga utama.

 

5 dari 6 halaman

Alat masak dengan bahan antilengket

Memasak dengan peralatan masak antilengket dapat mengeluarkan asap beracun pada suhu yang sangat tinggi. Lapisan antilengket mengeluarkan bahan kimia saat dipanaskan di atas 500 derajat.

Jangan gunakan di oven yang sangat panas atau panaskan di atas kompor, dan selalu gunakan kipas angin. Sebagai gantinya, pertimbangkan untuk menggunakan panci dan wajan besi cor atau baja tahan karat.

 

6 dari 6 halaman

Pakaian dari dryclean

Mencuci dengan cara dry clean paling sering menggunakan perkloroetilen, bahan kimia yang diketahui menyebabkan kanker pada hewan.

Saat membawa pakaian yang baru dicuci dry clean ke dalam rumah, keluarga mungkin menghirup bahan kimia yang berpotensi berbahaya ini. Angin-anginkan pakaian di garasi selama beberapa hari sebelum memakainya atau cuci pakaian dengan tangan atau di mesin cuci.

Join Dream.co.id