5 Trik Terapkan Smart Home Bagi Pemula, Mau Coba?

Decor | Jumat, 27 Mei 2022 11:12

Reporter : Cynthia Amanda Male

Ketahui juga kelebihan dan kekurangannya.

Dream - Jika ingin membangun atau merenovasi hunian, biasanya seseorang akan melihat tren warna serta desain agar suasananya semakin nyaman dan aman.

Dengan perkembangan zaman, kini semakin banyak hunian yang menerapkan 'smart home'. Smart home sendiri merupakan konsep hunian yang lebih mudah dikontrol menggunakan berbagai peralatan teknologi.

Contoh sederhananya, pemakaian smart bulb atau lampu yang bisa dikontrol dari ponsel dan berganti warna. Konsep tersebut juga kerap digambarkan dengan pagar rumah yang bisa dibuka menggunakan remote dan masih banyak contoh lainnya.

 Smarthome© Shutterstock

Secara global, konsep tersebut telah diterapkan sejak beberapa tahun silam. Sedangkan di Indonesia sendiri, konsep tersebut baru menjadi tren beberapa waktu terakhir.

5 Trik Terapkan Smart Home Bagi Pemula, Mau Coba?
Mengontrol Hunian Dari Ponsel. (Source: Shutterstock)
2 dari 8 halaman

Tak Harus dengan Koneksi Internet

 Rumah Berkonsep Smart Home© Pexels

Foto: Pexels

Meski identik dengan pemakaian teknologi, konsep smart home tidak selamanya harus terhubung dengan internet. Beberapa jenis lampu bisa menyala dan mati secara otomatis menggunakan sensor cahaya.

Ada juga beberapa perangkat yang bisa dikontrol dengan menggunakan timer. Sehingga, kamu tidak memerlukan koneksi internet untuk menggunakannya.

3 dari 8 halaman

Pemanfaatan Ruang Maksimal

 Konsep Smart Home© Shutterstock

Foto: Shutterstock

Secara luas, smart home juga digambarkan dengan pemanfaatan ruangan yang terbatas untuk bisa menyimpan barang sekaligus ditinggali dan tetap terlihat rapi.

Cara tersebut umum dilakukan oleh orang di luar negeri yang harga hunian maupun lahannya tinggi, seperti Korea. Hunian di Korea tidak jarang menggunakan dipan atau meja yang bisa dilipat, barang multifungsi, serta tempat penyimpanan barang estetik.

4 dari 8 halaman

Kelebihan dan Kekurangan Konsep Smart Home

 Konsep Smart Home© Pexels

Foto: Pexels

Tidak hanya mempermudah dan membuat penghuni lebih nyaman, berdasarkan penuturan Arsitek Revano Satria, konsep smart home juga dapat menghemat listrik.

Hal tersebut dikarenakan mudahnya mengontrol sistem kelistrikan melalui ponsel dari jarak jauh. Penghuni juga tidak perlu mengandalkan asisten rumah tangga atau membuang tenaga untuk mengontrol kondisi rumah dan memastikan sistem kelistrikan telah dimatikan ketika meninggalkan rumah maupun tidur di malam hari.

Terlepas dari kelebihannya, konsep ini pun memiliki kelemahannya tersendiri, yaitu harga yang cukup mahal walaupun pilihan perabot maupun alat berharga terjangkau semakin banyak dijual di pasaran.

Penghuni juga perlu mempelajari berbagai hal untuk bisa membangun hunian dengan konsep smart home yang sesuai keinginan dan budget. Berikut beberapa hal yang harus diketahui sebelum menerapkan konsep smart home pada hunianmu.

5 dari 8 halaman

1. Mencari Tahu Harga dan Fungsi Perabot Berkonsep 'Smart'

" Riset dulu karena barangnya sangat banyak dan fungsinya sangat banyak. Mungkin, beberapa barang juga tidak diperlukan," kata Revano dalam acara BincangShopee 6.6 'Hunian Pintar Ramah Kantong', Selasa 25 Mei 2022.

Revano juga menegaskan bahwa tidak semua perabot yang bersifat 'smart' selalu dibutuhkan. Tipe perabot juga perlu disesuaikan dengan gaya hidup dan jenis hunian agar kondisinya tetap ideal.

2. Mengenali Berbagai Sistem Operasi

 Memakai Smart Assistant© Pexels

Foto: Pexels

Biasanya, hunian dengan konsep smart home dilengkapi dengan smart atau voice assistant, seperti Alexa, Google Home, Siri, dan lain-lain.

Berbagai perangkat tersebut memiliki sistem operasi yang berbeda-beda. Untuk bisa menggunakannya lebih nyaman, kamu perlu menyamakan sistem operasi pada berbagai perangkat yang digunakan.

" Kalau beda ekosistemnya akan repot," ungkap Revano.

Tapi, pemakaian smart assistant juga bukan hal yang wajib diterapkan pada konsep hunian tersebut. " Diperkirakan dulu, benar-benar perlu atau nggak. Kalau dibelanjai semua jadi mahal. Tidak perlu juga semuanya dikontrol dan jadi smart home. Cukup beberapa yang signifikan saja dan disesuaikan dengan budget," jelasnya.

6 dari 8 halaman

3. Mencoba Barang Berharga Terjangkau dan Berkualitas

 Memakai Robot Vakum© Pexels

Foto: Pexels

Jika kamu baru pertama kali mencoba menerapkan konsep smart home pada hunianmu, tidak ada salahnya mencoba produk berharga terjangkau dan tetap berkualitas.

Kamu bisa menemukan berbagai pilihan perlengkapan rumah tangga berkonsep smart home dengan harga terjangkau. Mulai dari smart bulb, robot vakum, dan lain-lain.

" Pemakaian robot vakum bisa menggabungkan beberapa fungsi dan terlihat lebih sleek. Kalau dulu, pemilik rumah selalu sedia cabinet room untuk perlengkapan pel dan lain-lain. Sekarang, perabotnya memiliki desain lebih futuristik," kata Revano.

7 dari 8 halaman

4. Menggunakan Kotak Penyimpanan Estetik

 Menggunakan Kotak Penyimpanan Estetik© Pexels

Foto: Pexels

" Smart home secara desain itu nggak melulu gadget. Ukuran hunain yang nggak begitu besar, mereka (penghuni) harus benar-benar smart. Di mana kita bisa punya storage untuk membuat rumah kelihatan rapi, cantik, dan nggak berantakan," ujar Revano.

8 dari 8 halaman

5. Memperhatikan Segi Keamanan

 CCTV© Pexels

Foto: Pexels

Salah satu kelebihan konsep smart home adalah kemampuan mengontrol setiap sudut rumah lewat ponsel atau jarak jauh. " Sebagai pemiliki rumah, kita harus tahu kondisi rumah. Sekarang, CCTV, kunci rumah, semuanya sudah otomatis," ujar Revano.

Kamu tidak perlu pergi keluar kamar untuk memastikan pagar atau pintu depan rumah telah terkunci sebelum tidur dengan menggunakan teknologi smart lock.

Jadi jika ingin menerapkan konsep tersebut, mulailah dengan hal yang sederhana dan mempelajari berbagai perangkatnya agar pemakaiannya lebih mudah di kemudian hari. Pastikan juga kamu tidak melakukan pembelian barang atau perangkat yang kurang efisien untuk digunakan sehari-hari.

Join Dream.co.id