4 Cara Hemat Energi Agar Rumah Terasa Sejuk

Decor | Jumat, 4 September 2020 16:02

Reporter : Mutia Nugraheni

Konsumsi listrik karena AC di rumah selama pandemi cenderung naik drastis.

Dream - Bekerja di rumah seharian tentunya sangat berbeda dengan bekerja dari kantor. Kita tak mungkin menyalakan pendingin ruangan (AC) seharian. Belum lagi anak-anak juga sekolah di rumah dan mengerjakan tugas.

Membutuhkan akses listrik yang lebih, baik dari laptop maupun ponsel. Konsumsi listrik di rumah selama pandemi cenderung naik drastis. Penting bagi Sahabat Dream mencari tahu bagaimana membuat rumah tetap terasa sejuk tapi hemat energi.

Beberapa trik mudah ini mungkin bisa diterapkan di rumah. Tak ada salahnya dicoba.

Gunakan pakaian tipis
Saat di rumah dan cuaca panas, pilih pakaian yang tipis dan bahannya lembut di kulit. Dengan begitu kita tak cepat merasa gerah dan lengket, meskipun AC tak dinyalakan. Begitu juga pada anak-anak, kenakan pakaian berbahan ringan dan tak panas. Pakaian yang tebal cenderung membuat kita cepat gerah dan selalu ingin menyalakan AC.

 

4 Cara Hemat Energi Agar Rumah Terasa Sejuk
Rumah Sejuk (Foto: Shutterstock)
2 dari 7 halaman

Nyalakan AC di suhu 23-26 derajat

Usahakan untuk hanya menyalakan AC saat tidur. Saat menyalakan AC, tutup rapat pintu dan jendela agar dinginnya jadi lebih optimal. Setel AC di suhu 23-26. Ingat setiap penurunan derajat pendingan akan menambah 10 persen biaya listrik.

Jadi pastikan suhunya stabil saat AC dinyalakan. Servis dan pembersihan secara rutin akan membantu kerjas mesin AC lebih baik dan mengurangi konsumsi listrik.

 

3 dari 7 halaman

Kipas angin di langit-langit

Pertimbangkan untuk memasang kipas angin di langit-langit. Kipas langit-langit yang sederhana bisa sangat efektif saat panas terik. Efek pendinginan yang dirasakan bisa mencapai 6?C. Kipas ini memanfaatkan penguapan untuk membantu rumah terasa lebih sejuk. Harganya lebih terjangkau dan energi yang terpakai jauh lebih sedikit dari AC.

 

4 dari 7 halaman

Taruh tanaman dalam ruangan

Tanaman dalam ruangan tidak hanya mempercantik interior, beberapa varietas juga dapat membantu menurunkan suhu. Banyak tanaman dalam ruangan merupakan pendingin alami yang sangat baik, seperti lidah buaya, lidah mertua dan palem rhapis.

Cari tanaman yang mampu menyerap udara hangat dan melepaskan oksigen serta mendinginkan kelembapan ke lingkungan melalui proses transpirasi.

Sumber: Homes to Love

5 dari 7 halaman

Sumber Pemicu Alergi di Rumah, Bersihkan Secara Rutin

Dream - Reaksi alergi bisa muncul karena ada pemicunya. Bagi Sahabat Dream yang memiliki riwayat alergi atau memiliki anak dengan alergi, pasti akan lebih waspada dengan kondisi sekitar termasuk rumah.

Seringkali reaksi alergi ini bukan hanya sekadar gatal atau bersin, tapi juga sesak napas yang sangat menyiksa. Untuk itu pastikan rumah bebas dari pemicu alergi. Bagaimana caranya?

Lakukan bersih-bersih secara rutin, terutama pada sumber pemicu alergi. Berikut beberapa penyebab reaksi alergi yang sering memenuhi rumah.

Jamur
Kelembapan berlebih umumnya merupakan penyebab tumbuhnya jamur di dalam ruangan. Jamur berkembang biak dengan melepaskan spora kecil yang melayang di udara hingga mendarat di lokasi lain. Respons alergi terhadap jamur adalah hal yang sering terjadi.

Paparan terus menerus dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Untuk mengurangi jamur di rumah, biarkan jendela terbuka sedikit untuk meningkatkan aliran udara dalam rumah. Pastikan bahwa semua ventilasi tidak terhalang dan dibersihkan secara teratur untuk meningkatkan aliran udara yang bersih.

 

6 dari 7 halaman

Binatang peliharaan

Punya hewan peliharaan di rumah? Hewan, terutama yang berbulu seperti kucing, burung, kelinci akan mudah memicu alergi. Bulu serta sekresi cairan dan hewan mudah menyebar ke seluruh rumah dan menempel di perabot.

Sebaiknya hewan peliharaan ditaruh di ruang terpisah. Bersihkan kandang dan seluruh furnitur secara teratur. Lakukan juga vakum setiap hari untuk membersihkan bulu halus hewan peliharaan.

 

7 dari 7 halaman

Debu

Debu adalah pembawa utama dan sumber alergen di udara. Protein alergen dibawa pada partikel debu dengan ukuran mulai dari 1mm hingga 20mm (mikron). Karena alergen tersebar sebagai partikel debu, mengurangi konsentrasi debu di udara secara efektif mengurangi paparan alergen di udara.

Lakukan vakum secara teratur. Untuk memastikan bahwa debu yang dihisap tetap terperangkap di dalam vakum, pilih penyedot debu yang memiliki filter udara partikulat efisiensi tinggi (HEPA).

 

Join Dream.co.id