Masya Allah, Ustaz Fadhlan Berdakwah Lewat Sabun Mandi

Orbit | Rabu, 4 Mei 2016 12:13
Masya Allah, Ustaz Fadhlan Berdakwah Lewat Sabun Mandi

Reporter : Puri Yuanita

Bertekad ingin mengubah kehidupan masyarakat Papua menjadi lebih baik melalui jalur dakwah, muncullah sosok ustaz yang sangat inspiratif, yaitu Ustaz Fadhlan Rabbani Al-Garamatan.

Dream - Papua kerap mendapat julukan sebagai salah satu provinsi tertinggal di Indonesia. Sumber daya alamnya melimpah namun masyarakat di sana justru hidup miskin bahkan banyak penduduk aslinya yang masih tinggal di pedalaman.

Bertekad ingin mengubah kehidupan masyarakat Papua menjadi lebih baik melalui jalur dakwah, muncullah sosok ustaz yang sangat inspiratif, Ustaz Fadhlan Rabbani Al-Garamatan.

Dengan cara dakwah yang inovatif, Ustaz Fadhlan telah berhasil menyentuh masyarakat Papua. Ia menceritakan pengalamannya kepada jemaah Kajian Asmaul Husna, Dompet Peduli Ummat (DPU) Daarut Tauhiid beberapa waktu lalu.

Mengenalkan Islam pada masyarakat Papua melalui sabun mandi. Perlu diketahui, sebelum mengenal Islam, orang Papua terbiasa mandi dengan melumuri minyak babi ke tubuh.

Katanya, untuk menghindari nyamuk dan udara dingin. Dan sejak berkenalan dengan sabun mandi, masyarakat Papua kini tak lagi menggunakan lemak babi.

Tak hanya sabun mandi, Ustaz Fadhlan juga mengajarkan masyarakat Papua yang selama ini hanya mengenakan koteka, secara bertahap mulai mengenakan pakaian.

" Awalnya kami kenalkan mereka celana kolor, mereka tertawa. Namun ketika memakainya dan lama-lama enjoy, malah akhirnya malu untuk melepasnya. Lalu kami bawakan cermin. Ketika masih telanjang, mereka takut melihat bayangannya sendiri. Setelah memakai celana dan baju, mereka merasakan perbuahan dalam dirinya. Ternyata lebih bagus, dan akhirnya mereka masuk Islam," jelas Ustaz Fadhlan seperti dikutip dari situs Daaruttauhiid.org.

Diakui ustaz, saat berdakwah ia juga kerap menghadapi banyak tantangan. Tidak hanya soal kondisi alam, tetapi juga respons penduduk setempat.

" Terkadang ada juga yang melemparkan tombak bahkan panah. Ya, itu sudah biasa kami alami. Itu belum seberapa dibandingkan perjuangan Rasulullah. Beliau bahkan diusir dari negerinya (Mekah), karena ketidaksukaan penduduknya menerima dakwah. Namun beliau tetap sabar, kami pun harus sabar," ujarnya. (Ism) 

Bikin Geleng-geleng Kepala, 3 Mobil Ini Sukses Terjang Banjir
Join Dream.co.id