Santher, Sabun Lumpur Buatan Mahasiswa UGM

Orbit | Senin, 8 Juni 2015 15:43
Santher, Sabun Lumpur Buatan Mahasiswa UGM

Reporter : Sandy Mahaputra

Memiliki aroma cendana, kopi dan greentea. Bisa digunakan untuk mengobat penyakit kulit seperti bekas luka, jerawat dan ketombe.

Dream - Sabun mandi selama ini dikenal terbuat dari minyak atau lemak. Namun, sabun kreasi mahasiswa UGM ini berasal dari limbah lumpur geothermal.

Sabun ini diciptakan oleh empat mahasiswa jurusan Teknik Kimia UGM, yaitu Radinda Blan Zaqina, Salma Inayatun Farida, Fariz Azwar Azri, dan Rakan Romi Arsalam. Sabun yang diberi nama Santher (Sabun Geothermal).

Lumpur geothermal yang merupakan bahan baku dari Santher ini memiliki kandungan mineral yang bermanfaat bagi kulit, yaitu silika 26,0449 ppm dan sulfur 9,9979 ppm.

Silika bermanfaat membuat kulit lembut sedangkan sulfur mengandung antibakterial serta anti jamur sehingga bisa digunakan untuk mengobat penyakit kulit seperti bekas luka, jerawat dan ketombe.

" Manfaat lain dengan adanya Santher ini bisa memajukan potensi wisata kawasan geothermal serta menciptakan produk khas yang dapat mencirikan kawasan geothermal," kata Radinda dikutip Dream dari laman UGM.ac.id, Senin 8 Juni 2015.

Proses pembuatan Santher menggunakan lumpur limbah geothermal dari kawah Sikidang di Dieng, Wonosobo. Namun, kandungan ion logam yang ada di lumpur sudah dihilangkan.

Lumpur ini kemudian dicampur dengan NaOh, VCO, dana aroma kemudian diaduk dan diperam selama 2 minggu. Sabun ini cukup aman karena telah melalui sejumlah pengujian, seperti EDX dan stabilitas.

" Sabun ini punya tingkat kadar air dan kadar asam lemak bebas sesuai dengan baku mutu sabun mandi di Indonesia," katanya.

Tantangan terbesar dalam penelitian mereka adalah membuat komposisi sabun yang tepat sehingga serbuk lumpur yang berkhasiat bisa tersebar merata dalam sabun.

Selain itu, diperlukan pula pemahaman karakteristik kimia dan fisika agar membuat sabun beraroma wangi, tidak berbau belerang yang menyengat. Setelah melewati sejumlah proses sabun ini akhirnya berhasil dibuat menjadi beberapa aroma, yaitu cendana, kopi dan greentea.

" Enam bulan prosesnya dan diperoleh komposisi yang tepat berupa sabun dengan tekstur halus, busa lembut dan aroma teh hijau," ujar Rakan Romi Arsalam menambahkan.

PKM-Penelitian mahasiswa UGM ini terbukti dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai paduan dalam membuat lumpur geothermal menjadi sabun.

Sabun geothermal berpotensi dijadikan produk unggulan daerah wisata geothermal, karena dirancang untuk menghasilkan standar proses pembuatan sabun melalui teknologi sederhana dan tepat guna. (Ism)

Terkait
Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'
Join Dream.co.id