Pandji Pragiwaksono: Stand Up Comedy, Indonesia, dan Mimpinya

Orbit | Selasa, 19 Juli 2016 16:14
Pandji Pragiwaksono: Stand Up Comedy, Indonesia, dan Mimpinya

Reporter : Maulana Kautsar

Pandji tengah mencoba mengenalkan publik Indonesia ke mata dunia dengan menggelar tur bertajuk Juru Bicara.

Dream - Dalam beberapa tahun belakangan, stand up comedy menjadi hiburan yang digemari publik Indonesia. Genre ini menawarkan sejumlah tema berat mengenai fakta sosial yang dikemas dengan model lawakan bergaya satir.

Genre ini awalnya marak digemari publik luar negeri. Adalah Pandji Pragiwaksono, sosok di balik dikenalnya stand up comedy di Indonesia.

Komika (julukan untuk stand up comedian) yang terkenal sebagai penyiar radio ini kerap membawakan tema-tema politis bernada satir. Dengan gaya itu Pandji sukses menyampaikan keresahan yang dia rasakan mengenai lingkungan sekitarnya. Dalam tur pertamanya yang bertajuk ‘Mesakke Bangsaku’.

Kini, Pandji tengah mencoba mengenalkan publik Indonesia ke mata dunia dengan menggelar tur bertajuk ‘Juru Bicara’. Tur ini digelar di 24 kota dan lima benua. Meski begitu, dia memilih untuk tetap menggunakan bahasa Indonesia dan menjadi ‘juru bicaranya’ seluruh kalangan.

" Mana yang lebih membanggakan, mendunia dengan bahasa Inggris atau menggunakan bahasa Indonesia? Mengapa kita tidak bangga dengan bahasa kita dan berkarya sebaik-baiknya hingga dunia mempelajari bahasa Indonesia?" ucap dia.

Berikut wawancara lengkap jurnalis Dream, Maulana Kautsar dengan Pandji Pragiwaksono saat ditemui di Addict Tea Cafe, Gunawarman, Jakarta Pusat, Kamis, 14 Juli 2016,

Bagaimana persiapan tur 24 kota 5 benua itu?

Ada dua persiapan. Persiapan ke materi stand up-nya, ada pula persiapan turnya. Kalau materi itu dilatih dan ditulis selama enam bulan sejak November 2015. Kalau persiapan turnya sudah agak lama dan bekerjasama dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) sejak pertengahan tahun lalu.

Tur ini, uniknya, termotivasi untuk membuktikan anak kecil yang dulu bodoh dan nakal dapat meraih mimpinya. Kenapa?

Apapun pencapaian yang saya dapat itu, sesungguhnya untuk mengembalika kepercayaan diri si anak sekolahan itu, yang selama SD hingga SMA mendapat ranking terbawah.

Untuk anak yang baru berusia delan tahunan itu dianggap terbodoh di kelasnya itu ada sisanya di hatinya. Jadi ketika dewasa, ranking yang didapat di sekolah itu bukan takdir dan kita masih dapat mengubah keadaan yang dulu itu.

Saat tur nanti ada materi khusus pendidikan?

Di tur ‘Mesakke Bangssku’, tema pendidikan sudah pernah dibahas. Tapi, di tur ‘Juru Bicara’ itu, ada materi khusus bahwa kunci dari pendidikan itu adalah rasa penasaran yang dihauskan dengan ilmu. Pendidikan sekarang kan baru hafalan apa segala macam.

Jadi, konsen tema tur ‘Juru Bicara’ ingin menyampaikan apa?

Nggak ada tema spesifik. Tapi gagasannya, si Pandji ini ingin menjadi juru bicara untuk banyak orang. Orang-orang yang ingin melakukan sesuatu tapi nggak pernah kedengaran suaranya.

Ambil contoh, teman-teman yang melakukan aksi Kamisan, teman-teman yang sudah 18 tahun menuntut keadilan atas kasus Trisakti atau satwa yang punah karena habitatnya rusak atau orang yang mulai sebal melihat tontonan di televisi, semua orang ini menitipkan ke khalayak ramai.

Kalau ditulis itu berapa lembar?

Kalau ditulis lengkap dengan argumen, ada kali 100 halaman. Hahaha.

Bagaimana cara mengakali perbedaan kultur tawa?

Sebenarnya, saya nggak benar-benar tahu. Sebab, ada beberapa destinasi yang saya nggak tahu selera komedinya. Apalagi stand up comedy besar. Karena enggak tahu bagaimana mengakalinya, saya berusaha menulis joke sebaik yang saya bisa. Teorinya, kalau saya bisa menulis set komedi yang bagus, orang di mana saja bisa tertawa. Dan sejauh ini, sejauh ini bisa pecah. Artinya, banyak persamaan yang menyatukan kita, ketimbang perbedaan yang membelah-belah kita.

 

2 dari 3 halaman

Berdiri di Dunia, Bicara Soal Indonesia

Anda pernah menyampaikan materi komedi terkait potret kehidupan umat beragama seperti meminta-minta untuk pembangunan tempat ibadah. Apakah potret semacam itu patut menjadi bahan?

Di tur dunia ‘Juru Bicara’ ini dibahas. Sebetulnya, Tuhan enggak salah secara gagasan, agama pun demikian. Tapi, agama diturunkan ke manusia yang sejatinya tidak mungkin luput dari kesalahan. Nah, yang jadi masalah itu.

Itulah kenapa saya membicarakan agama melalui stand up. Rasa resah dengan praktik beragama. Salah satunya meminta-minta sumbangan. Memang, di Islam dianjurkan untuk berdema bahkan saling membantu. Tapi, tidak serta merta kita meminta-minta. Sebagai umat Muslim kita harus punya harga diri dong. Jangan seperti, " Ya bapak-bapak, ibu-ibu,..."

Mengenai dua jenis khatib, yang satu sering menakuti dan satu lebih lucu, itu berangkat pengalaman Guru Agama SD saya, Ibu Rosdiah. Dia bilang, ngajarin agama itu jangan nakut-nakutin. Jangan membuat orang itu takut sama agama dan Tuhan. Justru diajarinnya dengan cara yang damai.

Membawakan materi komedi mengenai kerukunan agama masyarakat Indonesia di luar negeri, bagaimana tanggapan mereka?

Selama tur stand up comedy di luar negeri kan selalu ada orang lokal yang menonton. Ada orang Jerman, Polandia, Afrika Selatan, yang nonton. Mereka terkejut, sebab setahu mereka di Indonesia membicarakan agama itu tabu. Sehingga, muncul pemahaman baru jika masih ada orang yang toleran dan berpikiran terbuka. Jadi saya senang, orang-orang di sana tahu Islam di Indonesia tidak semuanya garis keras gitu.

Apa respon yang Anda dapat saat manggung di Pretoria?

Positif. Yang nonton Pak Dubes, istri dan staf hingga para pesantren Darul Ulum ikut menonton. Beberapa warga setempat yang bisa berbahasa Indonesia itu semua terhibur. Setelah penampilan banyak yang nyamperin dan mengungkapkan persetujuan itu. Dan itu satu-satunya stand up yang digelar di tempat terbuka. Padahal, syarat untuk stand up comedy itu sebetulnya tempat tertutup agar tawa yang dihasilkan penonton itu terkurung.

Ada kabar menyebut stand up comedy akan diawasi oleh MUI dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Ada tanggapan?

Wajar saja kalau MUI dan KPI diskusi mengenai stand up comedy. Sebab, saya juga pernah diundang KPI untuk menjadi fasilitator. Saya diminta berbagi mengenai stand up comedy. Dan di situ saya bilang jika stand up comedy memang ngomongin isu-isu seperti ini karena kita membicarakan keresahan. Kalau ada yang membicarakan soal agama, berarti nih anak resah mengenai kehidupan beragama, misal hukum syariah. Jadi jangan menyerang si anak ini, tapi pahami lingkungan dari dia datang.

Yang perlu diperhatikan adalah keputusannya, apakah bersifat pengekangan atau moderasi. Di Indonesia, tipis perbedaannya.

Kalau muncul pengaturan yang ketat?

Seorang seniman akan memunculkan cara untuk mengekspresikan dirinya.

Anda aktif di sosial media. Edukasi di sosial media mengenai stand up comedy?

Sejak saya terlibat stand up, edukasi kepada masyarakat mengenai stand up rasanya tidak pernah putus. Mulai dari buku ‘Merdeka dalam Bercanda’, sampai video tutorial mengenai stand up. Saya menerangkan secara khusus seperti apa dan mengapa kami melakukan ini. Bahkan kalau bikin steller, kadang-kadang isinya teknis dan materi stand up. Edukasi terhadap masyarakat tidak pernah putus sih, soalnya masih muda.

Keresahan Pandji sebagai juru bicara itu apa sih?

Resahnya sampai pada level ingin mengubah keadaannya saja. Saya mulai percaya peran saya mengubah Indonesia itu melalui kesenian ini. Sejauh pengalaman saya, stand up comedy yang paling efektif mengubah mindset orang ketimbang buku yang saya tulis atau lagu rap atau acara tv yang saya buat.

Ketika ditanya anak cowok saya mengenai mengapa banyak satwa di Indonesia punah, saya jujur kesulitan untuk menemukan jawaban.

Kekhawatiran mengenai vaksin palsu jadi materi stand up comedy?

Enggak. hahaha. Sebab itu muncul setelah selesai materi penulisan. Terus terang. Saya kesulitan mengungkapkan keresahan di dunia medis. Itu lebih mengerikan ketimbang keresahan kepada pemerintah. Saya butuh data lengkap untuk mengkritik. Kalau tidak nanti takutnya saya diserang sama IDI (Ikatan Dokter Indonesia) atau kalau ke dokter nanti malah diserang, " Oh ini si Pandji yang dulu kritik." Saya butuh nemu celahnya.

Anda punya dua anak. Bagaimana tanggapan Anda mengenai peredaran vaksin palsu?

Ngeri. Tapi, saya dan istri memilih dokternya yang terpercaya. Seharusnya sih baik-baik saja. Dokter keluarga saya itu dokter turun temurun. Dia yang menangani istri saya sejak masih muda.

Kembali soal tur. Berapa penonton yang menjadi target?

Kalau di luar negeri kami enggak bisa pasang target. Kami serahkan sepenuhnya pada panitia lokal. Di Afrika Selatan misalnya, alasan manggung ketika Lebaran karena menurut mereka satu-satunya hari pada saat orang Indonesia berkumpul adalah saat Lebaran. Itu pun hanya 100 orang.

Untuk target di setiap kota nasional itu 1.000 orang. Asal lebih dari 300 orang, itu sudah senang.

Untuk tur show penutup di Jakarta?

Persiapan untuk ‘Juru Bicara’ Jakarta yang menjadi perhatian itu promosi. Sebab, 3.000 penonton itu banyak. Terakhir membuat acara dengan 1.200 penonton itu tiga tahun yang lalu.

Kami ingin menjual 3.000 tiket, namun waktunya sudah mepet. Untuk itu, kami sudah pre-sale tiket pertama pada 17 Agustus 2016. Untuk itu perlu seoptimal mungkin. Untuk selengkapnya teman-teman yang ingin berburu tiket dapat mengunjungi laman jurubicara.id.

 

3 dari 3 halaman

Menebar Sukses Stand Up Comedy Indonesia

Seperti apa perkembangan stand up comedy di Indonesia sejauh ini?

Ragamnya itu banyak sekali. Dari materi yang serius sampai yang ecek-ecek dan itu sangat sehat.

Apa pesan Anda untuk meningkatkan kualitas para komika baru?

Kuncinya ada tiga. Kerja keras, ambisi, dan disiplin. Dan itu berlaku umum di semua kesenian.

Apa ambisi lain dari Pandji selain menjadi komika?

Saya ingin berkontribusi di dunia film.

Sudah dihubungi MURI untuk pencapaian ini?

Belum. Tapi ternyata, biasanya orang ngehubungi MURI. Saya untuk saat ini belum ada rencana untuk menghubungi. Belum tahu anak-anak manajemen.

Seandainya ditawari jabatan politik sebagai Juru Bicara Presiden misalnya, Anda bersedia?

Kalaupun jabatan politik yang saya ingin di dunia politik sepertinya hanya itu, jadi juru bicara. Tapi, saya ingin jadi juru bicara yang lucu biar wartawan senang saat press conference.

Bagaimana jika Anda ditawari jadi anggota DPR?

Sudah sering ditawari untuk jadi anggota DPR. Tapi, untuk saat ini rasanya belum karena belum ada panggilan dan rasa penasaran untuk menyelesaikan masalah di dalam DPR. Itu karena keinginan untuk berkarya di luar.

BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie
Join Dream.co.id