Mawar Putih Segar untuk Ainun

Orbit | Jumat, 5 Juni 2015 06:32
Mawar Putih Segar untuk Ainun

Reporter : Ahmad Baiquni

Di antara sekian banyak makam di TMP Kalibata, makam Ainun Habibie tampak berbeda. Di atasnya selalu terpajang bunga mawar putih segar.

Dream - Sekilas, makam di komplek Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata itu terlihat sama dengan makam lainnya. Di depan nisan, helm besi perak terpajang.

Tetapi, satu makam ini, yang pada nisan tertulis nama Hasri Ainun Habibie berbeda. Tiga vas bunga terjajar di atasnya, dua vas berisi mawar putih segar mengapit satu vas berisi air.

Bunga-bunga mawar itu tampak tidak pernah layu. Harumnya pun semerbak, pertanda selalu dalam keadaan segar.

Setiap dua kali seminggu, bunga-bunga itu memang selalu diganti sang suami tercinta, Presiden RI ke-3 Baharudin Jusuf Habibie. Mawar putih selalu menjadi pilihan Habibie untuk dipajang di pusara istrinya.

" Pak Habibie biasanya datang berziarah sambil mengganti bunga tersebut," tutur petugas keamanan TMP Kalibata, Lanan ketika berbincang dengan Dream.co.id.

 Mawar Putih Segar untuk Ainun

Habibie dan Ainun pertama kali bertemu ketika duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Tapi, mereka baru saling memperhatikan ketika keduanya sama-sama bersekolah di Sekolah Menengah Atas Kristen di Bandung. Keduanya memutuskan untuk mengikat cinta dalam ikatan pernikahan pada 12 Mei 1962.

Ainun meninggal pada 22 Mei 2010. Kala itu, Ainun tepat 48 tahun 10 hari menemani hari-hari lelaki bernama lengkap

Habibie yang ditinggalkan sosok Ainun sempat mengalami trauma berkepanjangan. Meski demikian, Habibie kemudian mampu bangkit dari rasa sedihnya.

Untuk mengobati rasa rindu pada istrinya, Habibie sering datang berkunjung. Biasanya dia datang ke makam istrinya setiap hari Jumat ditemani oleh ajudannya.

Sayangnya, pada bulan-bulan ini Habibie tak bisa mengunjungi makam Ainun. " Dia pulang kampung ke Jerman," kata Lanan.

Jika Habibie tidak bisa berziarah, dia akan digantikan keluarga atau ajudannya. " Biasanya keluarga atau ajudannya yang mengganti bunga-bunga tersebut," terang Lanan.

(Ism, Laporan: Maulana Kautsar)

2 dari 4 halaman

Kisah Lahan Kosong di Samping Makam Ainun

Kisah Lahan Kosong di Samping Makam Ainun

Dream - Makam itu terlihat bersih. Tiga vas berdiri tegak di atasnya. Dua berisi bunga segar dan satu dibiarkan kosong. Batu nisan setinggi paha tertanam di bagian utara makam. Terukir sebuah nama dari sosok yang ada di dalam puasara, Hasri Ainun Habibie.

Ainun, istri dari Presiden ketiga Indonesia, Baharudin Jusuf Habibie, terbaring selamanya di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan. Cinta BJ Habibie pada sang istri begitu mendalam, terwujud dalam bunga yang selalu tampak segar sehingga menimbulkan wangi yang semerbak.

Ainun mendapat tempat terhormat bukan hanya di hati BJ Habibie, melainkan seluruh rakyat Indonesia. Penghormatan itu diwujudkan dengan memakamkan Ibu Negara ini bersama para pahlawan dan tokoh yang berjasa bagi Indonesia di Taman Makam Pahlawan.

Makam ini terletak di beberapa pusara tokoh besar nasional. Makam Jenderal Besar Abdul Haris Nasution berada di sisi utara Ainun. Sisi barat, ada makam diplomat ulung mantan Menteri Luar Negeri era orde baru, Ali Alatas.

Di sisi selatan hamparan tanah lapang terlihat begitu menghijau. Serta di sisi timur makam Ainun, jenazah begawan ekonomi Widjojo Nitisastro ditempatkan di sana.

Tetapi, ada lahan kosong di antara makam Ainun dan Widjojo. Lahan makam itu telah dipesan khusus. Muncul pertanyaan siapakah sosok yang nantinya akan menempati lahan tersebut.

" Pak Habibie ingin dekat dengan makan istrinya," tutur Lani, pengurus lahan TMP Kalibata ketika berbincang dengan Dream.co.id di lokasi, Kamis, 4 Juni 2015.

Lani merupakan salah satu PNS yang bertugas mengurusi lahan pemakaman khusus milik negara itu, Taman Makam Pahlawan Kalibata. 

Wakil Kepala Bagian Kantor TMP Kalibata ini menuturkan, lahan kosong tersebut dipesan sendiri oleh Habibie. Memang, sebagai mantan presiden, Habibie memiliki hak untuk menentukan sendiri di mana dia akan dimakamkan.

Dan lahan kosong tersebut sengaja dipilihnya, sebagai perwujudan cinta sejatinya kepada wanita pujaannya. Rasa cinta Habibie itu juga tertuang dalam sajak untuk mengenang sang pujaan hati. 

3 dari 4 halaman

5 Fakta Kehebatan R80, Pesawat Anyar Besutan Habibie

5 Fakta Kehebatan R80, Pesawat Anyar Besutan Habibie

 

Dream - Pada usia senja mantan presiden ke-3 RI, Bacharuddin Jusuf Habibie, 78 tahun, siap membuat dunia dirgantara Indonesia kembali bergairah.

Ya..., pria yang pernah menjabat menteri riset dan tehnologi itu berencana membuat suksesor pesawat N250 produksi IPTN (saat ini PT Dirgantara Indonesia) yang pernah berjaya saat lahir pada 1995.

Pesawat kali ini diberi nama Regio Prop 80 (R80). Dia mengklaim teknologi yang diadopsi lebih efisien dan canggih, baik dari segi desain dan mesin.

Pesawat R80 dikembangkan oleh PT Ragio Aviasi Industri (RAI), perusahaan perancang pesawat terbang komersil milik Habibie." Penerbangan itu sangat penting. Kita membutuhkan pesawat terbang N250 yang pernah berjaya di masanya," kata Habibie bersemangat.

Nah, berikut ini adalah rangkuman fakta-fakta menarik pesawat R80 yang siap membanggakan Indonesia. Simak halaman berikutnya; 5 Fakta Kehebatan R80, Pesawat Anyar BJ Habibie

4 dari 4 halaman

Pesawat Baru Buatan Habibie Siap Mengudara

Pesawat Baru Buatan Habibie Siap Mengudara

Dream - Bacharuddin Jusuf Habibie kembali menunjukkan taji dalam dunia dirgantara. R80, pesawat anyar rancangan dia akan terbang uji coba perdana.

Pesawat R80 atau yang bisa disingkat regional 80 karena memiliki kapasitas 80 orang, akan melakukan penerbangan perdana di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

" Insya Allah 2017-2018 akan first flight sambil menunggu sertifikasi kelayakan udara. Saya dengar pemerintah Jabar sedang membuat Bandara Kertajati," kata Habibie dikutipDream.co.id dari laman Merdeka.com, Kamis 11 September 2014.

Diharapkan R80 ini mampu melanjutkan kejayaan N250 yang pernah berjaya di era-1990an.

Menurut mantan Presiden ke-3 ini, revolusi dari pesawat N250 ini secara teknologi sudah lebih canggih. Secara by pass rasio 40 dan bisa lebih hemat bahan bakar mencapai 30 persen. Pesawat ini juga dapat dikendalikan secara elektronik atau dikenal istilah fly by wire.

Baling-baling yang ada di sayap juga termasuk teknologi baru, karena dapat menentukan antara angin dingin dan angin panas yang dihasilkan dari mesin. Dengan teknologi ini pesawat dapat melaju dengan kecepatan tinggi.

Pesawat R80 ini merupakan mimpi Habibie sejak lama. Menurut pria yang kini berusia 78 tahun tersebut, Indonesia merupakan negara kepulauan sehingga membutuhkan pesawat terbang yang mampu menghubungkan satu pulau ke pulau lain yang lebih banyak.

" Negara kita ini dilahirkan secara maritim, sehingga Indonesia enggak bisa hanya mengandalkan KA atau wahana lain. Tapi pesawat sangat dibutuhkan," ujarnya.

Presiden Direktur PT Ilthabi Rekatama, Ilham Habibie menyebut pesawat ini adalah penyempurnaan dari N250 rancangan bapaknya itu.

" Secara teknologi sangat berbeda, misalkan handphone saja buatan 1998 sama yang 2014 tentu sudah pasti beda, sehingga R80 akan ada perubahan drastis secara teknologi," ungkapnya.

Pesawat itu akan diproduksi PT Dirgantara Indonesia layaknya pesawat terdahulu. Selain ahli yang sudah terpercaya, secara alat juga sudah sangat memadai.

 

Terkait
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak
Join Dream.co.id