Mahasiswa UI Juara Simulasi Sidang PBB

Orbit | Senin, 13 Juli 2015 13:02
Mahasiswa UI Juara Simulasi Sidang PBB

Reporter : Puri Yuanita

Menyisihkan ratusan mahasiswa dari berbagai negara Asia Pasifik, tujuh delegasi mahasiswa Indonesia berhasil membawa pulang 4 penghargaan.

Dream - Satu lagi prestasi tingkat internasional ditorehkan oleh anak-anak muda Indonesia. Mahasiswa-mahasiswa Universitas Indonesia yang tergabung dalam Model United Nations Club (UI MUN Club) berhasil meraih penghargaan dalam kompetisi simulasi sidang Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Asia Pacific Model United Nations Conference (AMUNC). Kompetisi internasional tersebut digelar di Perth, Australia pada 29 Juni hingga 4 Juli 2015 lalu.

Menyisihkan ratusan mahasiswa dari berbagai negara Asia Pasifik, tujuh delegasi mahasiswa UI yang terdiri dari Adeline Tiffanie Suwana, Adry Garcio, Anyssa Rizka, Lestari Cinta Zanidya, Muhammad Ali Riza, Sherley Mega Sandiori, dan Syarifah Nadhira Anggitasari berhasil membawa pulang 4 penghargaan.

Keempat penghargaan tersebut adalah Best Diplomacy Award dalam United Nations Development Programme (UNDP); Best Diplomacy Award dalam United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO); Honorable Mention dalam Special Political and Decolonization Committe (SPECPOL); dan Honorable Mention dalam League of Arab States (LAS).

Prestasi dalam ajang AMUNC bukan pertama kalinya diraih oleh delegasi Indonesia. Sejak AMUNC pertama kali digelar, mahasiswa Indonesia sudah banyak menerima penghargaan, seperti Top 5 Best Position Paper dan Honorale Mention pada tahun 2013 serta Best Delegate pada tahun 2011.

Untuk diketahui, AMUNC sendiri merupakan ajang perlombaan simulasi sidang PBB terbesar se-Asia Pasifik. Kompetisi ini menguji kemampuan berdiplomasi dan wawasan para peserta mengenai isu-isu dunia, serta kemampuan untuk berdebat, berunding, dan mengajukan solusi-solusi, baik untuk kepentingan nasional masing-masing negara maupun kepentingan dunia secara menyeluruh.

Dalam ajang ini peserta tidak hanya ditantang untuk mampu mengutarakan idenya secara verbal, namun juga mampu menuangkan dalam dokumen tertulis layaknya resolusi-resolusi yang dibuat PBB dalam dunia nyata. (Ism) 

Terkait
Join Dream.co.id