Puasa Syawal atau Qadla Dulu, Mana Lebih Baik?

Orbit | Senin, 18 Juni 2018 18:01
Puasa Syawal atau Qadla Dulu, Mana Lebih Baik?

Reporter : Ahmad Baiquni

Qadla puasa Ramadan wajib dijalankan, tetapi ada puasa Syawal...

Dream - Usai Idul Fitri terdapat anjuran untuk melaksanakan puasa Syawal. Puasa ini dihukumi sebagai sunah muakad, artinya sangat dianjurkan.

Rasulullah Muhammad SAW menyampaikan pahala orang yang melanjutkan puasa Ramadan dengan puasa Syawal sangat besar. Pahalanya dengan puasa setahun penuh.

Tetapi, ada sebagian saudara kita, terutama kaum hawa, punya beban qadla puasa. Sedangkan mereka ingin meraih keutamaan puasa Syawal.

Atas persoalan ini, lebih baik mendahulukan puasa Syawal atau melunasi dulu utang puasa Ramadan dengan qadla?

Dikutip dari Rumah Fiqih Indonesia, Ustaz Ahmad Sarwat Lc., menjelaskan umat Islam dibebaskan untuk memilih mana yang lebih dulu dilaksanakan antara puasa Syawal dengan qadla Ramadan.

Boleh qadla dulu baru puasa Syawal, boleh pula sebaliknya. Bahkan dibolehkan pula menggabung antara puasa qadla dengan Syawal.

Para ulama membolehkan semuanya berdasarkan ijtihad mereka masing-masing. Setiap ulama merasa berhak atas pendapat masing-masing tanpa harus saling mengejek.

Mereka yang memandang puasa Syawal lebih baik didahulukan mendasarkan pada rentang waktu yang pendek yaitu hanya sebulan. Sedangkan waktu untuk qadla puasa Ramadan sangat panjang.

Sementara, ulama yang memandang lebih baik mengerjakan qadla puasa Ramadan dulu tentu punya alasan. Bagi mereka, lebih utama menjalankan ibadah wajib daripada mendahulukan ibadah sunah puasa Syawal.

Pendapat ini bisa diterima. Hanya saja jika qadlanya jauh lebih banyak, waktu puasa Syawal semakin sedikit bahkan bisa jadi tidak ada.

Tetapi, manapun pendapat para ulama, semua berangkat dari dasar pemikiran yang bisa diterima. Sehingga jika ada orang lain memilih pendapat yang berbeda, tidak sepatutnya dijelek-jelekkan.

Justru yang bermasalah adalah mereka yang tidak mengqadla puasa Ramadan. Puasa Syawal hukumnya sunah, jika dikerjakan mendapat pahala dan boleh ditinggalkan.

Selengkapnya...

(Deep Dream) Menteri PAN-RB Buka-bukaan Soal PNS Kerja dari Rumah dan Single Salary
Join Dream.co.id