Cerita Walikota London Kebelet Ngopi Pas Puasa

Orbit | Rabu, 15 Juni 2016 07:02
Cerita Walikota London Kebelet Ngopi Pas Puasa

Reporter : Syahid Latif

Ini adalah tahun pertamanya menjalani puasa sebagai walikota London.

Dream - Jadwal padat menanti Sadiq Khan yang terpilih sebagai Wali Kota London beberapa waktu yang lalu. Kebetulan, tahun ini Khan menjalani tugas pertamanya sebagai wali kota ibu kota Inggris itu berdekatan dengan bulan Ramadan.

Bagi wali kota muslim di kota itu, minum kopi adalah hal yang paling dia rindukan saat puasa.

" Yang paling saya rindukan adalah kopi. Saya harus hadir di banyak rapat dan pertemuan yang membosankan. Dan untuk bertahan saya biasanya minum kopi. Tapi tahun ini saya akan mengurangi kopi," kata Khan dalam opininya di Guardian pada hari Minggu lalu.

Di bulan Ramadan tahun ini kota London memasuki musim panas. Jadi bisa dibayangkan betapa beratnya berpuasa di kota itu. Apalagi durasi jam puasa di London sekitar sekitar 19 jam.

" Tahun ini akan sangat sulit. Karena London berada di puncak musim panas yang panjang. Selain itu, puasa tahun ini durasinya 19 jam."

Khan mengatakan bahwa agendanya sangat padat. Di antaranya membahas referendum Uni Eropa. " Saya bahkan hanya bisa minum segelas air untuk berbuka," katanya.

Selain kerinduan terhadap kopi saat Ramadan, Khan juga menuliskan bahwa Bulan Suci adalah waktu yang tepat bagi umat Islam untuk memperbanyak kebajikan kepada orang lain.

" Saat Ramadan dimulai, saya menyadari bahwa itu adalah waktu terbaik untuk berbuat banyak bagi masyarakat sekaligus menghilangkan kecurigaan terhadap Islam."

Khan yakin bulan Ramadan merupakan kesempatan untuk mematahkan stigma negatif terhadap Islam selama ini.

" Jika Anda tidak memiliki seorang teman muslim, dan hanya melihat Islam dari tayangan-tayangan berita, maka hanya sampai di situlah Anda mengenal Islam."

Jadi, di bulan ini, Khan akan memprioritaskan langkah-langkah untuk keluar dari stigma itu dan membangun 'jembatan' dengan menyelenggarakan buka puasa bersama di sekitar gereja, sinagog, dan masjid.

Menurut Khan, jalan terbaik agar orang memahami keyakinan masing-masing adalah dengan berbagi pengalaman. Dan puasa adalah salah satu jalan yang baik untuk berbagi pengalaman itu.

" Sebab, saat Anda berbagi makanan dengan orang lain, Anda akan mengundang warga non-Muslim untuk berbuka bersama. Hal itu menunjukkan bahwa Islam bukanlah hal yang menakutkan atau aneh," kata dia.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh perusahaan polling ICM beberapa tahun yang lalu, Muslim Inggris adalah kelompok masyarakat yang paling suka beramal di negara tersebut.

" Dan saya percaya banyak yang akan muncul di bulan Ramadan. Karena Ramadan adalah bulan pengorbanan, perenungan dan kerendahan hati. Ramadan juga bulan kesetaraan."

Join Dream.co.id