Gempa Besar Berikutnya Terjadi di Sumatera?

Orbit | Rabu, 29 April 2015 09:09
Gempa Besar Berikutnya Terjadi di Sumatera?

Reporter : Sandy Mahaputra

Gempa di Sumatera itu bisa memicu tsunami dengan konsekuensi yang menghancurkan seperti sebelumnya.

Dream - Selama bertahun-tahun, para ahli memperkirakan bahwa gempa besar akan melanda wilayah Himalaya antara India dan Nepal.

Saat ini, Pegunungan Himalaya sedang didorong ke atas pada laju sekitar satu sentimeter per tahun, saat lempeng India bertabrakan dengan lempeng Eurasia. Proses ini telah berlangsung selama jutaan tahun.

Ketika tiap lempeng saling mendorong satu sama lain, maka tercipta tekanan yang sangat besar hingga akhirnya dilepaskan sebagai gempa bumi.

Sebagai akibatnya, wilayah Pegunungan Himalaya akan mengalami gempa bumi dahsyat sekitar setiap 75 tahun sekali. Gempa bumi dengan kekuatan 8 magnitudo terakhir terjadi pada 1934. Waktu itu jumlah korban tewas mencapai 10 ribu orang.

Meskipun tidak mungkin untuk memprediksi dengan tepat kapan atau di mana gempa besar akan terjadi, namun aktivitas seismik selalu terjadi di tempat yang struktur bangunannya kurang berkembang dan rentan kemiskinan.

" Di beberapa tempat, risiko gempa tinggi tumpang-tindih dengan wilayah yang memiliki konstruksi bangunan yang buruk," kata Hari Kumar, koordinator GeoHazard International untuk Asia Selatan di Delhi, India.

Geohazard adalah organisasi nirlaba yang membantu mengurangi risiko gempa bumi di negara-negara berkembang.

Konsekuensi dari bangunan di bawah standar dan kurangnya kesiapan menghadapi gempa terlihat, saat gempa dengan kekuatan 7,8 magnitudo terjadi di dekat Kathmandu pada hari Sabtu pekan kemarin. Banyak struktur yang runtuh dan lebih dari 3.600 orang meninggal. Bahkan lebih dari 4.000 jiwa. 

Kumar memperingatkan, kota-kota lain di Nepal, serta beberapa di India, Pakistan dan Bhutan, berisiko tinggi mengalami bencana serupa. Masalahnya banyak terjadi aktivitas tektonik di bawah kota-kota itu, selain karena kurangnya persiapan.

" Ini bukan seolah-olah Nepal tidak tahu tentang masalah ini, tetapi karena mereka tidak tahu harus mulai dari mana," kata Kumar, menambahkan bahwa Nepal tidak memiliki sumber daya dan keahlian teknis untuk membuat bangunan tahan terhadap gempa. " Pemerintah bekerja melawan waktu."

Menurut Presiden Geohazard Brian Tucker, Amerika Serikat, Selandia Baru, Jepang, Turki (terutama Istanbul) dan Chile adalah negara berisiko tinggi terhadap gempa di mana lempeng tektonik berada di bawah tekanan.

Tetapi mereka telah mengambil langkah-langkah dengan mempersiapkan bangunan tahan gempa. Juga melatih warganya dalam mengurangi konsekuensi buruk dari gempa besar.

" Beberapa tempat yang mungkin menakutkan saat terjadi gempa adalah Teheran, Iran; Karachi, Pakistan; Padang, Indonesia dan Lima, Peru," kata Tucker kepada TIME, dikutip Dream, Rabu 29 April 2015.

" Jika Anda bertanya kepada saya di mana gempa besar berikutnya akan terjadi, bukti terkuat menunjukkan itu akan terjadi di lepas pantai Sumatera."

Pada 2004, sebuah gempa berkekuatan 9,3 magnitudo melanda sejauh 100 mil dari ujung barat laut Sumatera, Indonesia. Gempa tersebut menghasilkan tsunami besar yang menewaskan sekitar 230.000 orang dan menyebabkan kerusakan masif.

" Padang jauh lebih kecil daripada Kathmandu, sehingga tidak akan menciptakan kekacauan ekonomi atau politik yang sama seperti di Teheran, Karachi atau Istanbul," katanya.

Tapi Tucker memperingatkan, gempa di Sumatera itu bisa memicu tsunami dengan konsekuensi yang menghancurkan seperti sebelumnya. (Ism) 

 

2 dari 6 halaman

Ini yang Tak Akan Hancur saat Hari Kiamat

Ini yang Tak Akan Hancur saat Hari Kiamat

Dream - Telah dikatakan dalam kitab suci Alquran bahwa dunia beserta isinya akan hancur saat sangkakala ditiupkan. Tak ada yang dapat menghindari peristiwa tersebut. Bahkan malaikat Israfil yang meniupkannya pun akan binasa.

Namun tahukah Anda ada beberapa hal yang tak akan hancur saat peristiwa kiamat terjadi? Seperti yang diungkapkan Imam Al Barbahari, " Dan segala sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah SWT kehancurannya maka akan hancur, kecuali surga dan neraka, 'Arsy, Al-Qalam dan Lauh Mahfuzh," .

1. Surga dan neraka
2. 'Arsy atau Singgasana Allah SWT
3. Kursi milik Allah SWT
4. Lauh Mahfuzh 
5. Qalam atau Pena 
6. Tulang Ekor
7. Ruh

Ingin tahu penjelasan lebih dalam? Baca selengkapnya di sini

Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi

Ayo berbagi traffic di sini! 

3 dari 6 halaman

Berbagai Versi Ramalan 'Kiamat'

Berbagai Versi Ramalan 'Kiamat'

Dream - Sebagai umat muslim yang percaya akan ajaran dan takdir sang Illahi tentu mwnjadi kewajiban kita untuk mengimani adanya hari akhir yakni hari kiamat. Di mana seluruh jagat raya ini akan musnah, tak ada satu makhluk hidup yang dapat menghindari peristiwa besar tersebut.

Telah banyak paranormal atau ilmuan yang menebak-nebak kapan tibanya hari kiamat. Suku Maya merupakan suku yang meramalkan terjadinya kiamat di tahun 2012. Namun nyatanya kita masih beraktivitas seperti biasanya.

Bukan hanya itu, Leonardo da Vinci memprediksi 1 November 4006 sebagai kiamat hal ini disampaikan melalui kode yang ditemukan peneliti Vatikan, Sabrina Sforza Galitzia.

Menurut para astronom asal Ukraina, bumi bisa berakhir pada 26 Agustus tahun 2032. Mereka mengungkapkan bahwa sebuah asteroid sebesar 4 kilometer sedang menuju bumi, dan dapat menabrak bumi yang mampu menghasilkan tenaga setara dengan 2.510 ledakan nuklir.

Berbagai kalangan juga turut meramaikan isu kiamat yang sebenarnya rahasia Allah SWT.

" Apabila terjadi hari kiamat, tidak seorangpun dapat berdusta tentang kejadiannya. (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain), apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya, dan gunung-gunung dihancur luluhkan seluluh-luluhnya, maka jadilah ia debu yang beterbangan" [QS. Al-Waqi'ah ayat 1-6]

Ingin tahu lebih lanjut penjelasannya? Yuk selengkapnya Baca di sini . (ism) 

4 dari 6 halaman

Ilmuwan: Kiamat Kian Dekat!

Ilmuwan: Kiamat Kian Dekat!

Dream - Sekelompok ilmuwan internasional, termasuk 18 pemenang Hadiah Nobel, akan bertemu untuk memutuskan pada pekan ini apakah mereka perlu menyetel ulang Doomsday Clock (Jam Kiamat) di tengah kekhawatiran tentang perubahan iklim dan meningkatnya ketegangan nuklir.

Pada Kamis pukul 4 sore waktu GMT, kelompok ilmuwan yang tergabung dalam Bulletin of the Atomic Scientists (BAS) akan mengumumkan apakah menit Doomsday Clock perlu dimajukan atau dimundurkan sebelum tengah malam yang menjadi penanda dimulainya kerusakan di planet Bumi.

Terakhir kali Doomsday Clock disesuaikan pada Januari 2012, ketika menitnya dimajukan ke depan sebanyak 5 menit sebelum tengah malam.

Waktu itu, para ilmuwan memperingatkan bahwa desain reaktor nuklir yang lebih aman perlu dikembangkan dan dibangun dengan pelatihan dan pengawasan yang lebih baik untuk mencegah bencana di masa depan.

Kekhawatiran tersebut dibuktikan dengan bocornya reaktor nuklir Fukushima 1 di Jepang akibat gempa dan tsunami.

Doomsday Clock pertama kali dicetuskan BAS pada 1947 ketika fisikawan yang bekerja di Proyek Manhattan mengembangkan bom atom pertama di dunia. Saat itu, Doomsday Clockdimajukan 7 menit sebelum tengah malam.

Konsep Doomsday Clock dirancang sebagai cara BAS dan komunitas ilmiah yang lebih luas menyampaikan bahaya nuklir kepada politisi dan masyarakat di seluruh dunia.

Kini, konsep ini juga berlaku untuk perubahan iklim dan bencana lain yang akan menghancurkan umat manusia.

Penyesuaian terburuk dari Doomsday Clock terjadi pada 1953 saat AS memutuskan untuk menciptakan bom hidrogen, yang lebih mematikan daripada bom atom. BAS mengatur menit Jam Kiamat 2 menit sebelum tengah malam.

Sementara penyesuaian terbaik terjadi pada 1991 saat Perang Dingin antara AS dan Uni Soviet berakhir. Saat itu, ilmuwan menyetel menit Jam Kiamat 17 menit sebelum tengah malam.

Jam Kiamat ini telah menjadi indikator yang diakui secara universal terkait kerentanan dunia terhadap bencana dari senjata nuklir, perubahan iklim, dan kemajuan teknologi.

Dari beberapa indikasi, seperti tak berjalannya kesepakatan pengurangan senjata nuklir AS dan Rusia, modernisasi alat utama sistem pertahanan negara-negara di dunia, dan pemanasan global, para ilmuwan yang berkumpul nampaknya akan menyetel ulang Jam Kiamat.

(Sumber: Daily Mail)

5 dari 6 halaman

Prediksi Terbaru `Kiamat`

Prediksi Terbaru `Kiamat`

Dream - Seorang ilmuwan dari Max Planck Institute for Astronomy di Jerman mengatakan, ada beberapa bintang yang berpotensi menghancurkan tata surya kita.

Coryn Bailer-Jones menyebut, salah satu bintang itu mungkin sudah akan bertemu dengan bumi dalam seperempat hingga setengah juta tahun lagi.

Jauh di luar orbit Planet Neptunus, triliunan komet yang diduga sisa-sisa pembentukan sistem tata surya, berkumpul di satu wilayah bernama Oort Cloud.

Kumpulan komet ini sedang menunggu untuk pecah ke segala arah, termasuk menuju Bumi. Saat ini Oort Cloud masih terikat orbit matahari yang relatif stabil, sehingga tidak terlalu mengancam Bumi.

Bintang yang paling berbahaya adalah Hip 85605. Bintang ini ukurannya lebih kecil dari matahari dan 90 persen berpeluang datang ke Bumi dengan jarak 0.13 hingga 0.65 tahun cahaya, dalam 240 ribu hingga 470 ribu tahun.

Mungkin terlihat jauh, tapi melihat jarak Oort Cloud yang bisa mencapai 0.8 tahun cahaya, maka itu bisa dikatakan sudah dekat.

Bailer-Jones meyakini, bintang yang mendekat bisa mengganggu Oort Cloud dan menjadi ancaman bagi Bumi.

" Bintang yang lewat dekat dengan matahari dapat mengganggu Oort Cloud, menarik komet ke tata surya bagian dalam di mana mereka dapat berbenturan dengan Bumi," katanya.

Temuan soal sebuah bintang yang bisa mengganggu Oort Cloud sedemikian rupa sehingga mengancam planet-planet telah diketahui untuk sementara waktu.

Tapi ini adalah salah satu dari perkiraan yang paling akurat mesti belum diketahui kapan dan di mana bintang akan benar-benar mendekati tata surya.

Perlu dicatat bahwa posisi dan gerakan Hip 85605 mungkin salah, yang berarti tidak akan melewati Bumi begitu dekat.

Namun demikian, ada bintang lain yang akan menggantikan tempatnya. Sebuah bintang kerdil yang disebut GL 710, misalnya, memiliki peluang 90 persen datang dengan jarak 0,3-1,4 tahun cahaya dalam 1,3 juta tahun.

Bukan hanya Oort Cloud yang akan mengancam kehidupan di Bumi, tetapi juga radiasi dari bintang-bintang itu sendiri.

" Jika cukup intens --khususnya jika bintang berubah menjadi supernova saat bertabrakan--maka radiasinya dapat membunuh organisme secara langsung, mengikis lapisan ozon Bumi sehingga kehidupan di dalamnya terekspos radiasi UV matahari yang berbahaya. Itu artinya semua kehidupan di bumi bisa musnah," kata Bailer-Jones.

(Ism, Sumber: Daily Mail)

6 dari 6 halaman

Kultum: Alquran Jadi Syafaat di Hari Kiamat

Dream - Alquran merupakan sumber ajaran dalam Islam. Ada banyak manfaat terkandung di dalamnya, salah satunya adalah syafaat bagi manusia di hari kiamat.

Syeikh Rasyid, hafiz cilik Indonesia mengajak kita untuk mencintai Alquran. Agar kelak kita bisa mendapat syafaat kelak di hari akhir.

Ajakan ini tertuang dalam video yang diunggah pada situs youtube melalui akun Awad Tour Travel.

Jika Anda mempunyai video tausiyah yang menarik untuk dibagi kepada pembaca Dream. Kirimkan link video Youtube tersebut ke email redaksi Dream : redaksi@dream.co.id. Berikan keterangan secukupnya sebagai pengantar video.

Semoga video ini dan video yang Anda kirimkan nanti akan bermanfaat bagi kita semua. 

Pengakuan Mencengangkan Aulia Kesuma, Dibalik Rencana Pembunuhan Suami dan Anak Tirinya
Join Dream.co.id