Bolehkah Sholat Idul Fitri di Tanggal 2 Syawal?

Orbit | Sabtu, 16 Juni 2018 06:03
Bolehkah Sholat Idul Fitri di Tanggal 2 Syawal?

Reporter : Ahmad Baiquni

Syariat sholat Id dilaksanakan pada 1 Syawal pagi hari.

Dream - Mudik menjadi fenomena tersendiri ketika Lebaran. Jutaan orang berbondong-bondong pergi dari perantauan untuk kembali ke kampung halaman.

Beruntung bagi mereka yang bisa tiba di tempat tujuan sebelum Hari Raya. Tetapi, ada sebagian dari saudara kita mungkin masih berada di jalan.

Sehingga, mereka tidak bisa sholat Id tepat di tanggal 1 Syawal. Mereka mungkin baru bisa sholat Id keesokan harinya yaitu pada 2 Syawal.

Terkait masalah ini, apakah dibolehkan melaksanakan sholat Id pada 2 Syawal?

Dikutip dari bincangsyariah.com, Imam An Nawawi berpendapat, ada beberapa kondisi yang membuat seorang Muslim dibolehkan sholat Id pada 2 Syawal.

Kondisi pertama, yaitu tertinggal sholat Id karena lupa atau terhalang situasi tertentu yang tidak memungkinkan baginya sholat Id tepat waktu.

Bahkan halangan itu hilang ketika matahari terbenam, orang itu tetap tidak bisa melaksanakan sholat. Kondisi ini umum terjadi saat mudik.

Kondisi kedua, apabila hilal baru terlihat setelah matahari terbenam berdasarkan keterangan saksi dua atau tiga orang. Kondisi ini tentu tidak memungkinkan sholat Id, sehingga dibolehkan dikerjakan pada 2 Syawal.

Dalam hadis riwayat Abu Daud, Nasa'i, dan Ibnu Majah disebutkan demikian.

" Diriwayatkan dari Abu 'Umair bin Anas dari paman-pamannya yang juga sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa suatu rombongan datang kepada Nabi SAW, mereka bersaksi telah melihat hilal kemarin. Maka beliau memerintahkan mereka (masyarakat) untuk berbuka puasa, dan keesokan harinya, mereka berpagi-pagi menuju ke tempat sholat (untuk melaksanakan sholat hari raya)."

Pelaksanaan sholat Id pada 2 Syawal termasuk dalam kategori qadla'. Ibnu Qudamah menjelaskan tata cara pelaksanaan qadla sholat Id ada dua macam.

Cara pertama, mengganti sholat Id dengan sholat empat rakaat. Pandangan ini menyamakan sholat Id dengan sholat Jumat sebab keduanya memiliki khutbah.

Dasarnya adalah hadis dari Abdullah bin Mas'ud.

" Barang siapa meninggalkan sholat Id maka hendaklah sholat empat rakaat."

Tetapi, Syeikh Albari menyatakan hadis ini maqtu atau sanadnya terputus. dengan demikian hadis ini tidak bisa dijadikan dasar hukum.

Cara kedua, melaksanakan sholat Id seperti pada tanggal 1 Syawal, lengkap dengan tujuh takbir di rakaat pertama dan lima takbir di rakaat kedua. Pendapat ini dipegang mayoritas ulama.

Sementara bagi yang sholat Id sendiri, tidak ada khutbah. Sebab khutbah hanya bagi sholat Id berjemaah.

Selengkapnya...

 

(ism)

Adu Akting dengan Betari Ayu, Alvin Faiz Ceritakan Respon Sang Istri
Join Dream.co.id