Bayarlah Zakat Fitrah dengan Beras yang Kamu Makan

News | Selasa, 5 Juli 2016 14:06
Bayarlah Zakat Fitrah dengan Beras yang Kamu Makan

Reporter : Ahmad Baiquni

Terdapat kasus pembayaran zakat fitrah menggunakan beras. Sementara beras memiliki beragam kualitas. Lalu beras seperti apa yang harus dibayarkan untuk zakat fitrah?

Dream - Selain berpuasa, umat Muslim diwajibkan mendirikan salah satu rukun Islam lainnya yaitu zakat. Saat Ramadan, setiap Muslim wajib mengeluarkan zakat makanan yang disebut dengan zakat fitrah.

Hal ini berdasarkan pada hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Umar radliyallahu 'anhuma.

" Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitri dengan satu sho' kurma atau satu sho' gandum bagi setiap muslim yang merdeka maupun budak, laki-laki maupun perempuan, anak kecil maupun dewasa. Zakat tersebut diperintahkan untuk dikeluarkan sebelum orang-orang keluar untuk melaksanakan shalat ‘ied." (HR Bukhari dan Muslim).

Pembayaran zakat fitrah dilakukan menggunakan bahan makanan pokok yang biasa dikonsumsi masyarakat di suatu negeri. Misalkan Indonesia memiliki makanan pokok berupa beras, maka zakat fitrah dibayarkan menggunakan beras.

Ulama Syafi'iyah, Ibnu Qasim Al Ghozzi dalam kitab Fathul Qarib menjelaskan zakat fitrah itu berupa satu sho' dari makanan pokok di negeri tersebut. Jika ada beberapa makanan pokok, maka diambil makanan yang lebih dominan dikonsumsi.

Ibnu Qasim juga mengatakan jika seseorang tidak menetap di suatu negeri, maka zakat fitrah yang dikeluarkan adalah dari makanan yang dekat dengan negerinya. Siapa yang tidak memiliki satu sho' makanan, yang ada hanyalah setengah sho', maka hendaklah ia keluarkan dengan sebagian tersebut.

Sementara Imam Nawawi dalam Minhaj Ath Thalibin menjelaskan zakat fitrah berusa satu sho' makanan. Jenisnya adalah makanan pokok. Bisa juga dengan keju, menurut pendapat terkuat dan wajib dikeluarkan berupa makanan pokok dari makanan negeri itu.

Hal ini dikuatkan dalam Kifayatul Akhyar yang menyebut zaat fitrah dikeluarkan dari makanan pokok dari negeri.

Terdapat kasus pembayaran zakat fitrah menggunakan beras. Sementara beras memiliki beragam kualitas. Lalu beras seperti apa yang harus dibayarkan untuk zakat fitrah?

Sheikh As Sa'di dalam Manhaj As Salikin menjelaskan, " Wajib mengeluarkan zakat dari harta pertengahan. Tidak sah jika mengeluarkan dari harta yang paling jelek. Kalau mengeluarkan dengan yang lebih bagus, itu terserah pemilik harta."

Pendapat ini memberikan keterangan zakat fitrah dikeluarkan menggunakan beras yang standar di masyarakat, tetapi dengan kualitas yang tidak terlalu jelek. Jika ingin membayar zakat fitrah dengan beras yang lebih bagus, hal itu diserahkan kepada pemilik harta.

(Ism, Sumber: rumaysho.com)

 

Join Dream.co.id