Penumpang Meninggal Mendadak di Pesawat, 14 Kru Garuda Dikarantina

News | Kamis, 2 Juli 2020 10:55
Penumpang Meninggal Mendadak di Pesawat, 14 Kru Garuda Dikarantina

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Pilot dan pramugari diganti. Mereka langsung dikarantina.

Dream - Sebanyak 14 kru Maskapai Garuda Indonesia dikarantina di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang setelah satu Warga Negara Asing (WNA) meninggal dunia secara mendadak dalam penerbangan.

Pesawat tersebut terbang ke India. Namun di tengah perjalanan, seorang penumpang meninggal secara mendadak. Akhirnya pesawat milik Maskapai Garuda Indonesia mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam, untuk pertukaran kru pesawat.

Ketua Umum Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, semua pramugari maskapai Garuda Indonesia dikarantina di RSKI Galang.

" Singgah di sini (Batam) jadi ada satu penumpangnya meninggal dites dia tidak positif tapi semua pramugari dan pilotnya diturunkan, diganti pilot dan pramugari baru 14 orang dikirim ke RSKI Galang," kata Rudi, dikutip dari , Rabu 1 Juli 2020.

Menurut Rudi, sesuai protokol kesehatan, setelah bepergian ke luar negeri kru pesawat harus menjalani karantina dan tes swab. Kemudian setelah mengikuti swab dan hasilnya negatif kru baru diperbolehkan pulang.

" Hari ini sudah diswab semuanya negatif, karena satu meninggal dan gabung sama penumpang maka dia tidak boleh jalan lagi. Jadi hari ini sudah dua hari tinggal di RSKI Galang," kata Rudi di Panggung Engku Putri.

2 dari 5 halaman

Penjelasan Dinkes Kota Batam

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam yang juga anggota Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmardjadi, mengatakan, 14 kru Garuda Indonesia yang terdiri dari pilot dan pramugari tidak harus menjalani karantina selama 14 hari jika tes swab berulangnya negatif.

" Mereka boleh pulang kalau berapa kali tes negatif, " Kata Didi saat dikonfirmasi Liputan6.com, Rabu siang.

Didi mengaku mendapat kabar dari Pangkalan TNI AU Bandara Hang Nadim Batam, pukul 02.00 WIB, Senin 29 Juni 2020, bahwa ada pesawat carter Garuda dengan kapasitas 100 orang dengan rute Medan-Fiji-India mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam karena ada penumpang WNA meninggal dunia dalam pesawat.

Setelah mendarat, kemudian tim mengevakuasi dan melakukan tes terhadap WNA yang meninggal dunia dan 14 kru pesawat.

" Yang WNA hasil swabnya negatif, untuk kru pesawat ditukar untuk melanjutkan perjalanan," ucap Didi.

3 dari 5 halaman

Heboh Penumpang Positif Covid-19 Lolos Naik Pesawat Garuda

Dream - Seorang penumpang Garuda Indonesia yang terbang dari Bandara Soekarno Hatta menuju Domine Osok Sorong dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Penumpang berinisial WY itu diketahui terinfeksi virus corona setelah menjalani tes usap saat tiba di Sorong.

Koordinator Kantor Karantina Kesehatan Pelabuhan Bandara Domine Eduard Osok Sorong, dr Farida Tariq, mengatakan, penumpang berinisial WY tersebut diketahui positif Covid-19 saat dilakukan pemeriksaan dokumen kesehatan, saat turun dari pesawat Garuda Indonesia GA 682 pukul 06.20 WIT, Sabtu 27 Juni 2020.

WY, yang merupakan siswa Program Afirmasi Pendidikan Menengah (Adem) asal Kabupaten Sorong Selatan itu kemudian langsung dibawa ke ruang isolasi Bandara Domine Eduard Osok Sorong untuk ditangani lebih lanjut.

Menurut Farida, Karantina Kesehatan Pelabuhan langsung berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan Kota Sorong yang tergabung dalam tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 untuk menjemput penumpang tersebut sesuai protokol melalui pintu belakang bandara.

4 dari 5 halaman

Setiap penumpang yang naik dari Bandara Soekarno-Hatta, tambah Farida, tetap dilakukan pemeriksaan sesuai protokol kesehatan. WY lolos kemungkinan karena banyak penumpang serta terbatasnya petugas kesehatan di Bandara Soekarno Hatta, sehingga petugas kewalahan melakukan pemeriksaan dokumen kesehatan.

" Kami sudah berkomunikasi dengan petugas Karantina Kesehatan Pelabuhan di Bandara Soekarno-Hatta dan sedang ditelusuri karena sesuai mekanisme hasil tes usap yang diketahui positif, tidak diberikan kepada calon penumpang," ujar Farida.

 

 

5 dari 5 halaman

Dia mengatakan sudah menyarankan agar Gugus Tugas Sorong Selatan meminta beberapa siswa yang telah melakukan kontak erat dengan WY untuk melakukan melakukan karantina mandiri.

" Kami juga telah melakukan penyemprotan disinfektan terhadap pesawat sebelum menaikkan penumpang dari Bandara Domine Eduard Osok Sorong," tambah dia.

Untuk sementara, WY menjalani karantina di Gedung Diklat Kampung Salak, menunggu dijemput oleh Gugus Tugas Sorong Selatan.

Sumber: Liputan6.com

Terkait
Join Dream.co.id