WHO Rilis Panduan Baru Pencegahan Covid-19, Penularan Lewat Udara Masih Ditelaah

News | Sabtu, 11 Juli 2020 08:00
WHO Rilis Panduan Baru Pencegahan Covid-19, Penularan Lewat Udara Masih Ditelaah

Reporter : Ahmad Baiquni

Pedoman baru tersebut tidak banyak berubah.

Dream - Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengakui adanya bukti penularan virus corona lewat udara yang tertulis dalam sejumlah hasil riset. WHO juga mengeluarkan pedoman baru penularan Covid-19 yang disusun berdasarkan bukti tersebut.

Dalam pedoman baru tersebut, WHI menyatakan penyebaran wabah berkaitan dengan kerumunan di dalam ruangan tertutup yang diprediksi ada transmisi aerosol. Seperti ketika paduan suara, aktivitas restoran, atau ruang kebugaran.

Namun demikian, WHO tidak menyatakan secara tegas virus corona dapat menyebar melalui udara. Diperlukan lebih banyak penelitian dengan hasil signifikan untuk menetapkan wabah virus tersebut bisa menular lewat udara.

Setelah meninjau sejumlah bukti, WHO berkesimpulan virus corona menyebar melalui kontak dengan permukaan yang terkontaminasi atau kontak dekat dengan orang yang terinfeksi. Virus menular dari pasien ke orang lain melalui air liur, sekresi pernapasan, atau tetesan cairan yang keluar dari mulut atau hidup orang positif Covid-19 lewat batuk, bersin, ataupun berbicara.

 

2 dari 2 halaman

Pedoman baru tersebut mengharuskan orang untuk menghindari keramaian dan memastikan ventilasi udara dalam ruangan berjalan baik. Selain itu, menjaga jarak fisik dan memakai masker apabila jaga jarak tidak memungkinkan.

Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular Amerika Serikat, Anthony Fauci, menyatakan belum ada bukti kuat mengenai transmisi aerosol dari SARS-CoV-2. Tetapi, dia mengakui argumen yang menyatakan virus corona bisa menular lewat udara cukup masuk akal.

" Bukti sejauh ini adalah hal mendasar mengapa kita sekarang begitu berniat mendorong orang, terutama orang tanpa gejala, untuk memakai masker, untuk dapat melihat apakah kita dapat mengurangi itu," kata Fauci.

Sejauh ini, hanya sedikit penyakit yang diyakini bisa menyebar lewat transmisi aerosol atau udara. Beberapa di antaranya campak dan tuberculosis, dua patogen yang sangat menular dan bisa berlama-lama melayang di udara serta butuh pencegahan ekstrem.

Sumber: Live Science

Join Dream.co.id