Warga Tak Patuh PSBB Transisi, Siap-siap Disuruh Menyapu Jalan

News | Minggu, 5 Juli 2020 17:51
Warga Tak Patuh PSBB Transisi, Siap-siap Disuruh Menyapu Jalan

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Bagi warga yang masih melanggar akan mendapat sanksi baik sosial maupun administrasi.

Dream - Petugas Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, melakukan pemantauan terhadap penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di lokasi check point simpang McDonald Cipayung pada Sabtu, 4 Juli 2020.

Usai apel bersama, 60 petugas gabungan langsung melakukan pemeriksaan. Para pengendara yang tidak mengenakan masker langsung diberhentikan, diberikan edukasi dan dikenakan sanksi.

Camat Cipayung, Fajar Eko Satrio menuturkan, pihaknya rutin melakukan monitoring serta mengedukasi warga agar selalu mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan pencegahan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

" Hasil pengawasan hari ini di lokasi check point ada 34 warga yang melanggar lantaran tidak memakai masker. 32 di antaranya dikenakan sanksi sosial menyapu jalan dan dua lainnya dijatuhi denda administrasi masing-masing Rp 250 ribu," ujar Fajar, Sabtu 4 Juli 2020.

2 dari 9 halaman

Warga Diminta Patuh

Ditambahkan Fajar, secara umum masyarakat sudah mematuhi kebijakan PSBB di masa transisi ini. Namun bagi warga yang masih melanggar pihaknya akan mengambil tindakan tegas dengan menjatuhkan sanksi baik sosial maupun administrasi.

" Tentu kami berharap warga semakin patuh karena ini demi pencegahan penyebaran Covid-19," ujarnya seperti dari Liputan6.com, Minggu 5 Juli 2020.

Tak hanya di Cipayung, Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Timur juga mengerahkan ratusan personelnya untuk melakukan pengawasan selama penerapan PSBB di kawasan Kanal Banjir Timur (KBT).

Wali Kota Jakarta Timur, Muhammad Anwar mengatakan, pihaknya menggelar apel yang diikuti 500 personel gabungan untuk pengamanan kawasan KBT agar steril dari pedagang kaki lima (PKL). Ratusan petugas tersebut nantinya akan berjaga setiap hari dan terbagi dalam dua sif yakni mulai pukul 06.00-12.00 WIB dan pukul 15.00-22.00 WIB.

3 dari 9 halaman

Tegas Menindak

Dikatakan Anwar, di masa perpanjangan PSBB transisi ini pihaknya akan memperketat pengawasan di tempat keramaian yang disinyalir bisa menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 seperti pasar tradisional, pasar modern atau di kawasan sepanjang KBT.

Kepala Satpol PP Jakarta Timur, Budi Novian menambahkan, pengawasan di kawasan KBT dilakukan setiap hari selama 14 hari ke depan. Jika pada Senin-Jumat jumlah personel yang dikerahkan sebanyak 300 perseonel, maka pada Sabtu dan Minggu jumlahnya ditambah hingga 500 personel. Penjagaan akan dilakukan mulai dari Jembatan Pondok Kopi hingga Jembatan Cipinang Besar Selatan sepanjang 2,7 kilometer.

" Kami imbau agar selama masa transisi ini para PKL juga mematuhi aturan PSBB dan tidak boleh berjualan di sepanjang KBT. Jika nekat melanggar maka akan ditindak tegas sesuai Perda Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum," tandasnya.

Sumber: Liputan6.com

4 dari 9 halaman

Sanksi Antimainstream Pelanggar PSBB, Baca Alquran hingga Kubur Jenazah Covid-19

Dream - Sejumlah daerah kini menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penularan virus corona. Namun begitu, masih ada saja pihak yang melanggar aturan itu.

Sebagai efek jera, para pemimpin daerah tak segan-segan menjatuhkan denda berbayar dan penyegelan pelaku bisnis yang masih terus menjalankan aktivitas di tengah pandemi corona.

Tak terkecuali warga. Apabila ditemukan warga yang tidak mengenakan masker dan melakukan aktivitas diluar rumah, akan dijatuhkan hukuman sesuai aturan PSBB daerah.

Namun, ada pula sejumlah daerah yang menerapkan sanksi unik bahkan terbilang cukup menyeramkan bagi para pelanggar PSBB.

Apa sajakah itu? Berikut deretan sanksi antimainstream yang dilansir dari Liputan6.com.

5 dari 9 halaman

Ikut Memakamkan Jenazah

Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Sidoarjo punya cara unik menyadarkan pelanggar kebijakan PSBB. Pelanggar diminta mengikuti petugas memakamkan jenazah positif Covid-19.

Kapolresta Sidoarjo, Kombes Sumardji, menerangkan, ide ini muncul setelah menggelar rapat bersama Forkopimda. Menurut dia, ketegasan pemberian sanksi selalu beriring dengan kepatuhan penerapan PSBB.

" PSBB jilid 1 kurang berhasil, tingkat kesadaran masyarakat rendah alhamdulillah PSBB jilid 2 sudah mulai banyak yang sadar terlebih dengan adanya sanksi sosial yang diterapkan," kata dia saat dihubungi Liputan6.com, Minggu 17 Mei 2020.

Namun sanksi ini, diberikan jikalau pelanggar terus-terusan membandel. Terutama pemuda yang nekat melakukan balap liar di tengah pandemi Covid-19.

" Pelanggar PSBB secara umum sudah berkurang. Pada jam malam misalnya masyarakat sudah banyak yang sadar untuk menutup gang-gang masuk RW, Desa, atau kelurahan," ujar dia.

Sebelumnya, sebanyak 500 anak muda yang melakukan balap liar diamankan Jajaran Polres Sidoarjo di exit Tol Porong, Sidoarjo, Sabtu malam, 16 Mei 2020.

500 anak muda itu pun digiring untuk didata di Mapolresta Sidoarjo. Pihaknya akan memberikan sanksi kerja sosial untuk membantu pemakaman jenazah korban Covid-19 apabila kepada pemuda tersebut apabila terbukti tiga kali melanggar aturan PSBB.

6 dari 9 halaman

Menyanyi Lagu 'Bagimu Negeri'

Sebanyak 110 orang terjaring dalam razia gabungan karena melanggar pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu 16 Mei 2020.

Pelanggar PSBB tahap II itu mendapatkan hukuman menyapu sambil mengenakan rompi oranye bertuliskan pelanggar PSBB dan menyanyikan lagu Bagimu Negeri di sekitar lokasi dapur umum COVID-19 di Mapolresta Sidoarjo.

" Para pelanggar ini adalah 110 orang yang terjaring dalam razia gabungan Sabtu malam, 16 Mei 2020, mereka melanggar pemberlakuan jam malam PSBB," tutur Mujito, seperti dikutip dari Antara, Minggu 17 Mei 2020.

 

7 dari 9 halaman

Membaca Alquran

Sementara itu, para personel Polres Bogor, Polda Jawa Barat, menghukum para pelanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membaca ayat Alquran demi kedisiplinan mencegah penularan virus corona (COVID-19).

" Dengan membaca ayat tersebut saya berharap kepada warga yang beragama muslim tidak lagi melanggar aturan pemerintah yang sudah dibuat khususnya PSBB ini," ujar Bhabinkamtibmas Polsek Sukaraja Polres Bogor, Aiptu M Khaeroni, Rabu 29 April 2020.

Kapolsek Sukaraja Polres Bogor, Kompol Ari Trisnawati mendukung langkah inovatif Aiptu M Khaeroni yang juga berprofesi sebagai guru ngaji anak-anak. Menurutnya langkah tersebut dinilai cocok untuk meningkatkan keimanan dan kedisiplinan bertepatan dengan bulan Ramadan.

" Aiptu M Khaeroni merupakan anggota Polsek Sukaraja yang sudah mengabdi sebagai Bhabinkamtibmas Desa Cimandala selama lima tahun, dan sudah mengajar ngaji anak-anak warga setempat sejak tahun 1998," jelasnya.

8 dari 9 halaman

Membaca Pancasila dan Lakukan Push-Up

Lain lagi dengan para petugas pos check point pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Telukjambe Barat,Karawang. Mereka menindak tegas pelanggar roda dua yang melintas tidak menggunakan masker dengan hukuman push up dan membacakan butir-butir pancasila.

Petugas pos chek point, Nasa Setiaganda, mengatakan, petugas yang melakukan penjagaan ketat di check point tidak segan-segan menindak pelanggar PSBB.

" Pelanggar yang tidak menggunakan masker saat melintas pos chek point disanksi push up dan baca lima butir Pancasila," kata Nasa, Jum'at, 8 Mei 2020 di pos chek point Telukjambe Barat.

Menurut Nasa, selama tiga hari penerapan PSBB, pihaknya juga bersiaga dalam menyadarkan masyarakat akan pentingnya penerapan PSBB guna memutus rantai penyebaran Virus Corona.

 

9 dari 9 halaman

Jaga Check Point

Pada PSBB tahap II Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sidoarjo sudah menyiapkan sejumlah sanksi. Mulai dari sanksi administratif hingga sanksi pidana.

Sanksi administratif bagi pelanggar jam malam juga akan dilakukan. Jika masih melanggar akan dikenakan disanksi sosial berupa membersihkan tempat ibadah, makam, membantu di dapur umum, menjaga check point, termasuk akan dijadikan relawan di desa.

Sanksi sosial lain yang jadi alternatif bagi para pelanggar PSBB yakni membantu proses pemakaman prosedur Covid-19.

" PSBB tahap kedua ini sanksinya lebih tegas dari PSBB sebelumnya. Mulai sanksi teguran administratif hingga pemberlakuan sanksi kerja sosial, seperti membersihkan tempat ibadah, ikut masak di dapur umur dan ikut menjaga check point dan bisa juga ikut membantu proses pemakaman korban Covid-19" , ujar Kepala Bagian Operasional Polresta Sidoarjo Kompol Mujito.

Sumber: Liputan6.com/Maria Flora

Terkait
Join Dream.co.id