Minat Warga Saudi Belajar Bahasa Indonesia Meningkat

News | Kamis, 27 Juni 2019 18:02
Minat Warga Saudi Belajar Bahasa Indonesia Meningkat

Reporter : Ahmad Baiquni

Jumlah pendaftar kursus BIPA KJRI meningkat tiap tahun.

Dream - Minat warga Arab Saudi mempelajari bahasa Indonesia semakin meningkat. Tren ini terlihat dari terus bertambahnya jumlah peserta kursus Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang digelar Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah sejak 2006 lalu.

Pelaksana Fungsi Pensosbud-2 KJRI Jeddah, Tubagus M. Nafia, mengatakan pada kursus BIPA angkatan ke-15 yang ditutup pada Rabu kemarin, 26 Juni 2019, jumlah pendaftar mencapai 262 orang dari berbagai latar belakang profesi.

Para peserta berasal dari pegawai pemerintah Saudi, pengusaha, dosen, atau masyarakat setempat yang ingin mengenal Indonesia lebih dekat.

" BIPA tahun ini mengakomodir 61 orang peserta dari 262 orang peserta pendaftar yang merupakan hasil dari seleksi penerimaan yang ketat," kata Tubagus yang juga menjadi penanggung jawab program BIPA, melalui keterangan tertulis diterima Dream, Kamis 27 Juni 2019.

Tubagus mengatakan 61 peserta kursus tersebut kemudian dibagi menjadi dua kelas karena keterbatasan ruang. Juga demi kenyamanan peserta dalam belajar.

" Kelas A berjumlah 30 orang dengan waktu belajar Minggu dan Selasa dan kelas B berjumlah 31 orang dengan waktu belajar Senin dan Rabu dan kursus dimulai dari jam 17.00 sampai dengan 20.00," kata Tubagus.

2 dari 6 halaman

Pererat Hubungan Indonesia-Saudi

Konjen RI, Mohamad Hery Saripudin, mengatakan kursus ini merupakan salah satu program yang dijalankan untuk meningkatkan hubungan antara Indonesia dengan Saudi.

" KJRI Jeddah berupaya mempromosikan hubungan bilateral Indonesia-Arab Saudi ke tingkat yang lebih tinggi dan lebih akrab lagi. Hal tersebut salah satunya adalah melalui program kursus BIPA," ucap Konjen RI, Mohamad Hery Saripudin.

Menurut Hery, Bahasa Indonesia banyak diminati warga Saudi. Apalagi menurut Macca Chamber of Commerce (Kamar Dagang dan Industri Mekah), ada dekrit Raja Salman yang mendorong para pengusaha di bidang haji dan umroh agar dapat mempelajari Bahasa Indonesia.

Setiap bulan, sedikitnya ada 100 ribu orang Indonesia beraktivitas di Mekah dan Madinah. Secara tidak langsung, mereka menjadi agen untuk mempromosikan Indonesia karena berinteraksi langsung dengan masyarakat Saudi.

 

3 dari 6 halaman

Bikin Reuni Akbar

Terkait dengan kursus BIPA yang sudah berlangsung sebanyak 15 kali sejak 2006, Hery berencana untuk menggelar reuni. Dia ingin mengumpulkan peserta dari angkatan pertama hingga angkatan terakhir.

" Untuk keberhasilan pelaksanaannya diperlukan partisipasi dan dukungan dari para peserta kursus BIPA," kata dia.

Lebih lanjut, Hery menganggap para peserta kursus bukan lagi sebagai mitra melainkan anggota keluarga KJRI Jeddah. Dia berharap ke depan para alumni kursus BIPA dapat terlihat untuk meningkatkan hubungan antara dua negara terutama di bidang sosial, promosi kebudayaan, bisnis dan pariwisata.

" Hal ini mendukung program Kerajaan Arab Saudi dalam Saudi Vision 2030 dan diharapkan menjadi pelobi-pelobi Indonesia di Arab Saudi," kata dia.

4 dari 6 halaman

KJRI Jeddah Bantu Pemulangan Jenazah Paman Jokowi

Dream – Paman Presiden Joko Widodo (Jokowi), Mulyono Herlambang, meninggal dunia setelah menunaikan ibadah umroh. Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Arab Saudi, membantu proses pemulangan jenazah Mulyono.

Sekadar informasi, Mulyono merupakan salah satu paman Jokowi, yaitu adik kandung dari sang ayah, Notomiharjo.

Dikutip keterangan tertulis yang diterima Dream, Jumat 4 Januari 2019, KJRI Jeddah menurunkan tim pelindungan yang bertugas secara paralel untuk mempercepat penyelesaian dokumen izin pemulangan jenazah.

Konsulat Jenderal KJRI Jeddah, Mohamad Heri Saripudin, mengatakan pengurusan jenazah di Arab Saudi harus melalui beberapa tahap, seperti tablig wafat (laporan kematian), surat persetujuan dari ahli waris atau keluarga jenazah, surat pengantar kepolisian untuk penyerahan jenazah dari rumah sakit, koordinasi dengan magsalah al-amwat (pusat pemandian dan pengkafanan jenazah) dan lain-lain.

Konjen RI berbaur dengan staf untuk sholat jenazah paman Jokowi.© KJRI Jeddah

“ Ini makan waktu. Alhamdulillah, tim kami bergerak cepat untuk menyelesaikan itu dalam tempo singkat," kata Heri.

Dia mengatakan pemulangan jenazah harus memperoleh izin dari pemerintah kota setempat, dalam hal Surat persetujuan tersebut kemudian diteruskan ke kepolisian wilayah, jawazat (imigrasi), dan al-tib al-syar'e (medical forensic).

" Selanjutnya kami mengurus surat pengantar pengambilan jenazah dari rumah sakit dan surat pengantar yang ditujukan ke Ahwal Madani (Dukcapil) untuk pengurusan syahadah wafat (akta wafat)," kata dia.

Pada saat yang sama tim perlindungan mengurus proses pembalseman jenazah dan berkoordinasi dengan maskapai untuk pemesanan kargo. Sementara petugas lainnya mengurus exit permit dari kantor imigrasi setempat. (Ism)

5 dari 6 halaman

Paman Jokowi Meninggal Usai Umroh

Dream - Mulyono Herlambang, paman Presiden Joko Widodo, meninggal dunia di Jeddah, Arab Saudi. Paman Jokowi dari garis ayah, Noto Miharjo, itu meninggal pada Selasa malam, 2 Januari 2018.

Menurut kakak ipar Jokowi, Haryanto, mengatakan bahwa Mulyono meninggal saat melaksanakan ibadah umroh bersama keluarga. Mulyono meninggal karena mengalami sesak nafas.

" Informasi yang saya peroleh bahwa beliau itu meninggal di Jeddah, Arab Saudi, pukul 22.55 waktu setempat atau sekitar pukul 02.55 WIB," ujar Haryanto, dikutip dari Liputan6.com.

Haryanto mengatakan, rencananya jenazah Mulyono akan diterbangkan ke Tanah Air. Meski begitu, dia mengaku belum mengetahui jadwal kepulangan tersebut.

" Ini keluarga masih mengurus untuk proses pemulangannya. Nanti rencananya akan dibawa pulang ke Gayam, Sukoharjo," ucap dia.

Sumber: Liputan6.com/Fajar Abrori

6 dari 6 halaman

Aplikasi i-KJRI Jeddah Diluncurkan dalam Tiga Bahasa

Dream – Setelah hadir dengan SMS Gateway, KJRI Jeddah Mobile, WhatsApp Gateway, kini Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah kembali meluncurkan aplikasi layanan informasi berbasis Android dan iOS.

Aplikasi yang diberi nama i-KJRI Jeddah merupakan pengembangan dari KJRI Jeddah Mobile yang telah diluncurkan 10 November 2016 silam.

Aplikasi i-KJRI Jeddah diluncurkan dalam tiga bahasa, yaitu Indonesia, Arab, dan Inggris.

Konsul Imigrasi KJRI Jeddah, I. Ismoyo, mengatakan aplikasi itu diperkenalkan kepada masyarakat WNI yang berdomisili di Kota Madinah, dalam acara “ Diseminasi Kewarganegaraan dan Keimigrasian”.

Ismoyo (tengah) sedang sosialisasi aplikasi i-KJRI Jeddah.© KJRI Jeddah.

“ Aplikasi ini menyempurnakan KJRI Jeddah Mobile yang sudah kami luncurkan dua tahun silam, tepatnya 10 November 2018. Ada penambahan fitur-fitur baru dalam aplikasi yang berbasis Android dan iOS,” kata dia di Wisma Haji Indonesia, Madinah, Arab Saudi, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis 22 November 2018.

Ismoyo mengatakan, aplikasi ini menyajikan ragam informasi layanan kekonsuleran, seperti legalitas dan terjemaham dokumen.

Ada juga keimigrasian seperti permohonan paspor Indonesia, visa, pendaftaran keimigrasian anak berkewarganegaraan ganda, dan Surat Laksana Paspor. Ada juga informasi tentang ketenagakerjaan yang ditampilkan aplikasi itu.

 

Aplikasi i-KJRI Jeddah di Playstore.© Google Playstore

“ Ingin berinteraksi dalam konsultasi atau menyampaikan pengaduan via email dan mendapatkan panduan lokasi, alamat maupun situs portal yang memuat berita dan kegiatan KJRI Jeddah, cukup mengunduh aplikasi i-KJRI Jeddah,” kata Ismoyo.

Aplikasi itu tersedia di Google Playstore untuk ponsel berbasis Android dan Apple Store untuk iOS. (ism)

Join Dream.co.id