Wakil Ketua DPRD Nekat Gelar Konser Dangdutan, Wali Kota Tegal Disemprot Ganjar

News | Jumat, 25 September 2020 10:37
Wakil Ketua DPRD Nekat Gelar Konser Dangdutan, Wali Kota Tegal Disemprot Ganjar

Reporter : Ahmad Baiquni

Acara dangdutan tersebut digelar dari siang hingga malam.

Dream - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memberikan teguran kepada Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono. Pemicunya, gelaran konser dangdut yang mengundang kerumunan.

Penyelenggaranya bukan orang sembarangan, tidak lain adalah Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Wasmad Edi Susilo. Dia ingin merayakan hajatan khitanan anaknya dengan menggelar hiburan dangdutan.

" Saya sudah komunikasi dengan Wakil Wali Kota Tegal. Beliau sudah menyampaikan pada penyelenggara langsung, Wakil Ketua Dewan. Saya ingatkan, kalau mau gelar hajatan, sunatan, kawinan, monggo, tapi kalau bisa jangan ramai-ramai. Misal kalau nikah, ijab kabul saja dulu, ramai-ramainya ditunda," ujar Ganjar, dikutip dari Merdeka.com.

Tetapi, hajatan yang mengundang keramaian itu tetap saja digelar di lapangan terbuka. Akibatnya, mengundang banyak kerumunan.

 

2 dari 5 halaman

Teguran Keras

Ganjar juga menyatakan sudah mengontak Wali Kota Dedy untuk meminta informasi bagaimana acara tersebut bisa tetap digelar. Dedy, kata Ganjar, mengaku tidak tahu jika ada dangdutan sampai larut malam.

" Dia tidak tahu kondisi di lapangan sampai malam. Sebab dia mengak kondangan pukul 11.00 WIB," kata Ganjar.

Ganjar pun memperingatkan Dedy agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Jika hendak menggelar hajat dibolehkan asalkan tamunya dibatasi serta acara digelar tertutup.

" Tidak boleh lagi ada kegiatan yang sifatnya mengumpulkan massa seperti itu. Kalau seperti itu kan kebangetan lah, apalagi itu dilakukan oleh para pemimpin. Ini memberikan contoh yang tidak baik pada masyarakat," kata Ganjar.

Teguran Ganjar juga menyasar Kasatpol PP Jawa Tengah, Budiyanto. Dia pun mengaku sudah memberikan imbauan namun kondisi yang terjadi tidak sesuai prediksi.

" Jadi situasinya tidak sesuai prediksi awal. Ada hajatan, ada hiburan dangdutan justru malah banyak massa. Imbauan sudah disampaikan, kebetulan yang punya gawe (acara) dari Wakil Ketua DPRD," kata Budiyanto.

 

3 dari 5 halaman

Wali Kota Tegal Ditelpon Gubernur Jateng dan Kapolri

Sementara, Wali Kota Tegal Dedy mengakui mendapat teguran dari Ganjar akibat kejadian tersebut. Dia juga mengaku kena teguran langsung dari Kapolri.

" Iya, tapi Pak Gubernur telepon, Pak Kapolri juga. Intinya meminta Kota Tegal harus membatasi betul kegiatan masyarakat," kata Dedy.

Untuk selanjutnya, Dedy akan tegas melarang semua acara yang mengundang kerumuman. Dia juga akan berkoordinasi dengan Kapolres Kota Tegal.

Terkait gelaran konser dangdut tersebut, Dedy mengaku kecolongan. Sebab dia hanya tahu acara khitanan tersebut digelar secara sederhana.

" Setelah itu saya ke Semarang, hari ini saya baru tahu kalau itu ada acara ramai-ramai. Kalau saya tahu, pasti sudah saya bubarkan," ucap dia.

 

4 dari 5 halaman

Gelar Swab Massal

Atas kejadian ini, pihaknya menyatakan sesegera mungkin menggelar tes usap (swab test) massal. Seluruh masyarakat yang hadir dalam acara dangdutan tersebut diminta untuk ikut tes.

" Nanti di Tegal Selatan akan kami swab, karena saya dapat laporan itu tidak jaga jarak saat acara dangdutan berlangsung. Segera kami akan melakukan swab," kata Dedy.

Sementara, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Komisaris Besar Wihastono Yoga Pranoto, mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap Wasmad. Wakil Ketua DPRD Kota Tegal tersebut diminta memberi keterangan terkait gelaran dangdutan yang mengundang massa tersebut.

" Ya, (pemeriksaan) di Tegal," kata Yoga.

Konser dangdut tersebut digelar pada Rabu, 23 September 2020 sejak siang hingga malam hari di lapangan dekat kediaman Wasmad. Penyelenggara sendiri mengklaim sudah mendapatkan izin. 

Sumber: Merdeka.com.

5 dari 5 halaman

Video Konser Wakil Ketua DPRD Kota Tegal

 

Join Dream.co.id