Pilu, Pria Menangis Saat Antre Oksigen untuk Ibunya

News | Minggu, 25 Juli 2021 09:40

Reporter : Cynthia Amanda Male

"Sudah terlambat, ibu saya sudah meninggal".

Dream – Hingga kini, rumah sakit rujukan Covid-19 terus dipenuhi pasien dan kebutuhan oksigen pun masih sulit ditemukan di berbagai tempat.

Orang yang membutuhkan oksigen seringkali harus mengantre panjang dan menunggu lama untuk mendapatkannya. Hal ini dialami oleh pria bernama Shiri di Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Ia tengah mengantre sambil membawa tabung oksigen untuk ibunya yang sesak napas saat menjalani isolasi mandiri di rumah. Sebelum mendapat giliran mengisi tabung oksigen, ia mendapat telepon bahwa ibunya telah tiada.

"Sudah terlambat, ibu saya sudah meninggal," ujarnya sambil menangis dikutip dari unggahan akun @dramakuin. Ia pun segera meninggalkan antrean tersebut dan pergi ke rumah duka.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Drama Kuin (@dramakuin)

 

Saat meninggalkan tempat tersebut, beberapa orang menanyakan kondisinya. "Saya (cari oksigen) dari pagi. Oksigennya telat ini. Ibu saya yang sakit di rumah sesak nafas. Perawatan di rumah, tapi di rumah sakit tidak ada oksigen katanya," jelas Shiri.

Kabar duka ini membuat warganet bersimpati dan mengirim doa untuk almarhumah ibunya.

"Turut berduka cita," kata @mamiyakuza.

"Yaa Allahh Gusti, sing sabar mas," komentar @echaa_097.

"Innalillahi, semoga Khusnul khotimah :')," tulis @anniisaaprmth. (mut)

Pilu, Pria Menangis Saat Antre Oksigen untuk Ibunya
Pria Menangis Di Antrian Oksigen Di Kalimantan Barat. (Source: Instagram @dramakuin)
2 dari 10 halaman

Menyayat Hati, Viral Video Istri Hamil 7 Bulan Sebelum Meninggal Kena Covid

Dream - Virus covid-19 tak pandang bulu untuk menyerang siapapun, termasuk wanita hamil. Seperti salah satu kisah yang diunggah akun @top_world.idn.

Akun tersebut menceritakan seorang wanita yang tengah hamil terpapar Covid-19. Hingga akhirnya dia melahirkan, namun nyawa wanita tersebut tidak tertolong. Karena dia melahirkan dalam kondisi Covid-19.

Di video itu menggambarkan kondisi wanita berhijab itu memeriksakan kandungannya, namun ternyata dia terpapar Covid-19.

3 dari 10 halaman

 ibu hamil
© instagram

Hingga dia harus tinggal terpisah oleh sang suami karena dia positif covid-19. Karena melahirkan dalam keadaan Covid-19, dia juga harus rela terpisah dari bayi yang dilahirkan.

Selama menjalani perawatan karena positif Covid-19, dia hanya bisa video call dengan suaminya itu.

4 dari 10 halaman

Netizen Haru

Video ini pun mengundang berbagai macam reaksi dari netizen, banyak yang sedih dan kasihan melihat wanita itu yang meninggal dunia dalam keadaan covid-19.

 viral
© instagram

"  Ya Allah semoga husnul khotimah.. nyesek," kata akun amilia_r.

"  Semoga tenang disana... Temenku jg meninggal setelah oprasi sesar karna covid," ujar akun david_ano97.

"  Nyesek banget," sahut akun ferazaenal.

"  Husnul khotimah yaa mbaa syahid insyaAllah Jannah aamiin allahumma aamiin," kata akun nieyarahma.

5 dari 10 halaman

Viral Kisah Sedih Wanita Hamil 6 Bulan, Sang Suami Tiba-tiba Kabur

Dream - Masa kehamilan seharusnya menjadi momen istimewa bagi pasangan suami istri. Biasanya suami selalu menemani serta memenuhi kebutuhan sang istri saat tengah berbadan dua. Perasaan suka cita pun kerap menghiasi momen ini.

Namun sayangnya hal tersebut tak dapat dirasakan oleh pemilik akun Tik Tok @r.fatmaaa. Dalam video Tik Tok tersebut, ia secara tak langsung menceritakan kisah pilu selama masa kehamilannya.

@r.fatmaaa

barang kali ada yang mau jadi bapak sambungnya😊😊 #fyp

♬ original sound - ragil fatmawati

Alih-alih ditemani sang suami, perempuan yang diketahui bernama Ragil Fatmawati ini harus berjuang sendiri ketika berbadan dua. Ia ditinggal kabur sang suami saat kandungannya berumur 6 bulan. Video tersebut juga menunjukan akta cerai antara dirinya dengan sang suami.

 

 

6 dari 10 halaman

Tetap Berjuang Sendiri

Saat bayinya lahir pun perempuan cantik tersebut harus tetap berjuang sendirian. Dalam unggahannya, ia yakin dirinya dan sang anak yang telah lahir dapat hidup mandiri serta melalui semua yang telah terjadi.

Video viral ini sontak mengundang beragam respon dari netizen. Banyak yang bersimpati dan mengirim doa kepada ibu dan anak ini. Namun ada juga yang sempat melontarkan candaan menggelitik.

"  Ko gitu siii parah bangett, semangat kaa semoga rejeki nya di lancarkan," ujar @ER.BEE

"  Broken home sejak lahir Dede nyaa smng ya Bundaa dan Dede nya smng mdptkn yg lebih baik lagi Aminnn....." tutur @?

"  Bukannya kalau hamil gak boleh diceraikan ya, sehat" ya debay dan bundanya, kalian bisa kok," tulis @NaKudeh

"  itulah resikonya klo punya suami yg berilmu ghoib,,, ngilangnya tiba" ,, datang gak diundang pulang tak diantar,,, paniklah msak enggaakk,,," komentar @Septian Dedy Ferdiyanto

"  Ngilang kemana bund ? coba cek di ragunan kali aja terpisah sama rombongan," tambah @Khafie

7 dari 10 halaman

Suami Kabur Tanpa Kabar, Wanita Hamil 7 Bulan Pontang-panting Biayai Hidup

Dream - Ditinggal suami tanpa kabar berita selama lima bulan terakhir memaksa seorang wanita Malaysia berjualan nasi lemak dan kue. Warung kecil-kecilan itu menjadi penyambung hidupnya untuk memastikan dia bersama keenam anak kecilnya tidak kelaparan.

Baru-baru ini Nurul Shahzamul Hidayah Mohd Sham mencoba mengubah nasib dengan berjualan jagung demi mengumpulkan uang. Nurul harus menambah pemasukan karena dua bulan lagi dia akan membutuhkan biaya persalinan anak ketujuhnya.

Namun disebabkan hasil berjualan jagungnya yang tidak menentu membuat dia hampir berputus asa untuk meneruskan usahanya itu.

8 dari 10 halaman

Beralih Jualan Jagung Karena Lebih Mudah

Wanita 29 tahun itu awalnya berjualan nasi lemak dan takjil saat Ramadhan lalu ketika pembatasan sosial mulai diterapkan pemerintah Malaysia.

" Alhamdulillah saya bisa kumpul uang untuk beli baju Lebaran anak-anak," kata wanita yang akrab disapa Hidayah ini.

Namun, karena kandungannya sudah masuk tujuh bulan, Hidayah tak mampu melakukan pekerjaan berat. Dia pun beralih jualan jagung.

" Bersama enam anak dan kandungan yang sudah masuk tujuh bulan, saya juga mulai berjualan jagung karena lebih mudah. Hanya berjualan jagung ini ada pasang surutnya," kata Hidayah.

9 dari 10 halaman

Menurut Hidayah, berjualan jagung untungnya tidak banyak. Hanya cukup untuk makan sehari-hari. Dia terkadang merugi sebab jualan jagungnya tidak habis.

" Kalau tidak habis saya bagikan ke tetangga karena jagung ini hanya fresh selama dua hari saja," katanya.

Bagaimana pun, Hidayah terpaksa menguatkan semangat dalam dirinya demi keenam anak dan bayi dalam kandungannya.

10 dari 10 halaman

Menurut Hidayah, suami sudah tidak pulang ke rumah sejak dari bulan Februari lalu. Dia tak tahu ke mana suaminya pergi. Dia sudah mencoba menghubungi dan mencarinya tapi tak bisa menemukannya.

" Kadang saya merasa ingin menyerah saja. Tapi demi anak-anak, saya mencoba untuk terus kuat. Anak banyak, siapa yang akan cari rezeki kalau bukan saya.

" Banyak biaya yang harus saya tanggung sendirian. Saya terkadang sedih jika mengingat semua masalah ini. Kalau saya tak sehat, tak bisa berjualan dan hari itu saya tak memperoleh penghasilan," kata Hidayah.

Join Dream.co.id