Kepala Sekolah SMK di Padang Minta Maaf Soal Siswi Nonmuslim Disuruh Berhijab

News | Sabtu, 23 Januari 2021 12:47
Kepala Sekolah SMK di Padang Minta Maaf Soal Siswi Nonmuslim Disuruh Berhijab

Reporter : Annisa Mutiara Asharini

Sebelumnya beredar video seorang siswi nonmuslim yang keberatan mengenakan hijab pada hari Jumat.

Dream - Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Padang, Sumatera Barat, Rusmadi menyampaikan permintaan maaf terkait mencuatnya kasus siswi nonmuslim yang disuruh memakai jilbab.

Rusmadi menegaskan selama ini pengelola sekolah tidak pernah memaksakan siswi nonmuslim untuk memakai jilbab. Tata tertib hanya menyebutkan bahwa sisawa/i untuk memakai baju muslim di hari Jumat.

" Saya sebagai kepala sekolah memohon maaf, yang kami takutkan karena kejadian ini kemudian ada gesekan antarumat beragama. Padahal tidak ada maksud seperti itu," tutur Rusmadi, dilansir dari Liputan6.com.

Wakil Kepala Kesiswaan SMKN 2 Padang, Zakri Zaini dan seorang guru Bimbingan Konseling (BK) adalah pihak yang menghadapi orang tua dan siswi dalam video yang viral di Facebook.

Dalam video yang diunggah oleh akun Facebook Elianu Hia, orang tua siswi tampak beradu dengan Wakil Kepala Kesiswaan dan guru BK. Orang tua siswi mengaku keberatan dengan aturan tersebut.

Ke depan Rusmadi berjanji akan menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan dengan orang tua siswi dan mengubah aturan terkait cara berpakaian.

" Kami tidak membedakan siswa/i baik itu yang muslim dan nonmuslim, semuanya anak didik kami," ujarnya.

Saat ini terdapat 46 siswa nonmuslim di SMKN 2 Padang. Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Adib Alfikri menegaskan bahwa tidak ada aturan yang memberlakukan pelajar nonmuslim wajib memakai jilbab.

" Jika memang ada yang dilanggar oleh pihak sekolah, saya siap memberi sanksi tegas," ucapnya.(Sah)

2 dari 3 halaman

Viral Siswi Nonmuslim di Padang Diminta Pakai Jilbab, Cek Faktanya

Dream - Sebuah video memperlihatkan perbincangan dengan pihak sekolah dari salah satu SMK di Padang, Sumatera Barat, tengah viral di Facebook. Perbincangan tersebut membahas salah satu siswi yang tidak memakai jilbab di sekolah

Siswi tersebut dianggap tidak mematuhi peraturan sekolah yang mewajibkan jilbab. Padahal, siswi tersebut merupakan non-Muslim.

Video tersebut diunggah akun Facebook Elianu Hia. Pengunggah sekaligus perekam video itu merupakan ayah dari siswi yang tidak mengenakan jilbab.

Awalnya, perwakilan sekolah menyatakan memakai jilbab sudah menjadi ketentuan yang disepakati. Pihak wali murid juga telah dinyatakan setuju, dibuktikan dengan surat pernyataan yang ditandatangani di awal

" Menjadi janggal bagi guru-guru ketika ada anak yang tidak ikut peraturan sekolah, karena semuanya sudah sepakat," ujar perwakilan sekolah.

 

 

3 dari 3 halaman

Dalam video tersebut, Elianu berusaha menjelaskan keluarganya adalah non-Muslim. Sehingga akan janggal jika anaknya diharuskan memakai jilbab.

" Kalau saya pakai jilbab, saya katakan saya membohongi identitas keagamaan saya," kata Elianu.

Elianu mempertanyakan peraturan tersebut. Dia menilai kewajiban memakai jilbab melanggar hak asasi dia.

" Bagaimana rasanya kalau anak Bapak dipaksa ikut aturan yayasan. Kalau yayasan tidak apa, ini kan negeri," kata Elianu.

Pihak sekolah tetap menyatakan ketentuan yang berlaku adalah kewajiban. Sehingga setiap murid wanita wajib mengenakan jilbab.

Join Dream.co.id