Viral SD Negeri di Wonosari Wajibkan Murid Berseragam Muslim

News | Rabu, 26 Juni 2019 07:01
Viral SD Negeri di Wonosari Wajibkan Murid Berseragam Muslim

Reporter : Maulana Kautsar

Menjadi polemik karena sekolah negeri.

Dream - Surat edaran yang dibuat Kepala SDN Karangtengah III, Wonosari, Yogyakarta, menjadi viral. Surat dari sang kepala sekolah bernama Pujiastuti berisi imbauan agar para anak didiknya mengenakan seragam muslim.

Dilaporkan Pidjar.com, surat edaran tersebut telah dicabut pada Senin, 24 Juni 2019 malam.

Kepala Disdikpora Gunung Kidul, Bahron Rosyid menjelaskan duduk perkara surat edaran tersebut. Dia menyebut surat edaran itu muncul karena kesepakatan sekolah dengan pihak wali murid.

Pihak sekolah, kata Bahron, mengatakan para wali murid ingin anak didik mendapat pendidikan Islam sejak dini. Salah satunya yaitu menutup aurat dalam kehidupan sehari-hari.

" Selain itu juga memudahkan para siswa saat akan mengerjakan sholat jemaah setiap hari," kata Bahron, Selasa, 25 Juni 2019.

 

 

2 dari 6 halaman

Surat Edaran Diganti

Bahron mengatakan, seluruh siswa SDN Karangtengah III beragama Islam. Jumlahnya mencapai 127 siswa.

Alasan inilah yang membuat pihak SDN Karangtengah III mewajibkan penggunaan pakaian muslim. " Sebenarnya para wali murid sudah sepakat dalam rapat yang sebelumnya digelar," ujar dia.

Atas kejadian itu, sekolah merevisi dan mengganti surat edaran. Kata `wajib` yang tercantum dalam surat diganti dengan kata `dianjurkan`.

(Sah, Sumber: Pidjar.com)

3 dari 6 halaman

Geger Undangan Halal Bihalal Dihadiri Imam Mahdi di Depok

Dream - Warga Kelurahan Bedahan, Sawangan, Depok, Jawa Barat, digegerkan beredarnya undangan halal bihalal Idul Fitri 1440 H di media sosial. Sebab, undangan itu mencantumkan keterangan acara tersebut akan dihadiri oleh Imam Mahdi.

Dalam foto yang tersebar, tercantum undangan itu dibuat oleh Padepokan Keluarga Besar Trisula Weda. Rencananya, acara digelar pada Kamis, 6 Juni 2019 pukul 16.00 WIB.

Tersebarnya undangan tersebut juga sampai ke aparat keamanan. Sejumlah personil Polisi dan TNI segera bergerak dan mendatangi lokasi.

Ketua RW.05 Kelurahan Bedahan, Hasan, mengatakan warga hanya mengetahui lokasi yang menjadi markas padepokan itu adalah tempat pengobatan gratis. Tidak ada yang tahu lokasi tersebut menjadi sarang aliran sesat.

" Saya baru tahu dari aparat Polisi dan TNI datangi kediaman itu. Undangan itu ramai di media sosial," kata Hasan, dikutip dari 

4 dari 6 halaman

Berkedok Tempat Pengobatan

Menurut Hasan, tempat pengobatan gratis itu sudah ada sejak 2013. Awalnya, padepokan itu didatangi sedikit orang namun semakin ramai seiring berjalannya waktu.

" Para pengikutnya Padepokan Trisula Weda bukan asli Depok, setahu saya ada dari Jawa, Sumatera, dan luar Pulau Jawa," kata Hasan.

Salah satu pengikut, Mahfuzi, meyakini pemimpin padepokan itu, Winardi, sebagai Imam Mahdi.

" Ya kami meyakini pimpinan kami itu Imam Mahdi, sebagai guru, pemimpin kami, petunjuk kami ke dalam masalah ilmu keagamaan," kata dia.

Selain itu, kata Mahfuzi, pengikut padepokan berasal dari berbagai macam latar belakang agama. Mereka berkumpul dan salon belajar ilmu keagamaan.

" Ya di sini kami belajar, belajar ilmu, tuntunan, sifatnya lebih untuk mengetahui dan memperdalam ilmu agama, untuk mengetahui agama yang selurus-lurusnya," ucap dia.

Sumber: Merdeka.com/Nur Fauziah

5 dari 6 halaman

MUI Kota Depok Bergerak

Kabar pengakuan Winardi sebagai Imam Mahdi sampai ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok. Lembaga itu pun langsung turun tangan memperingatkan Winardi.

Ketua MUI Kota Depok, KH Dimyati Badruzzaman, mengatakan sudah terjadi musyawarah dengan Winardi. Musyawarah tersebut juga dihadiri pewakilan koramil, polsek, serta masyarakat.

" Intinya itu salah, keliru, dan diarahkan untuk tobat," kata Kiai Dimyati, dikutip dari Pojoksatu.id.

Kiai Dimyati mengatakan pemicu awal munculnya kehebohan adalah tersebarnya undangan halal bihalal di YouTube. Video itu mencantumkan lokasi digelarnya acara tersebut.

 

6 dari 6 halaman

Winardi Bertobat

Kiai Dimyati dan sejumlah orang bergegas menuju alamat yang tertera pada video. Menurut dia, Winardi mengaku mendapat gelar Imam Mahdi lewat mimpi.

" Ya katanya 'saya pernah didatangi oleh Allah diberi gelar Imam Mahdi'," ucap Kiai Dimyati menirukan perkataan Winardi.

Pengakuan Winardi langsung disanggah. " Mungkin kayak jin atau setan yang mau kacaukan Ramadan," kata Kiai Dimyati.

Winardi akhirnya mengakui kesesatannya dan bertobat dengan mengucap kalimat syahadat. Dia juga berjanji menutup segala kegiatan yang selama ini dijalankan kelompok Trisula Weda dan membatalkan rencana halal bihalal.

Join Dream.co.id